banner 120x600 banner 120x600 banner 120x600

Awal Agustus BNPB terjunkan Satgas atasi Karhutla di Kalbar

Dok
banner 120x600

triggernetmedia.com – Pemeritah Kabupaten Bengkayang melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bengkayang mulai melakukan persiapan menghadapi musim kemarau panjang. Dari 122 desa dan dua kelurahan yang ada di Kabupaten Bengkayang, 10 desa dipetakan berpotensi terjadi kebakaran hutan dan lahan di kabupaten itu.

*Dari data tersebut, desa Sungai Duri wilayah kecamatan Sungai Raya yang paling rawan kebakaran, lantaran memiliki lahan gambut. Berdasarkan pengalaman dua tahun lalu, dari 10 tersebut titik hotspot tertinggi terjadi di emapt desa yakni desa Sungai Duri, desa Karimunting, desa Menterado dan desa Sekidak,” ungkap Kepala BPBD, Yosef, Selasa (23/7) di Bengkayang.

Yosef mengatakan, meskipun masih terkenda pada anggaran dalam penanganan Karhutla, pihaknya optimis penangan bencana kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Bengkayang dapat ditanggulangi. Terlebih penanganan tersebut dilakukan secara sinergi dan adanya komitmen dari pemerintah pusat.

“BNPB RI akan menerjunkan 1000 personil untuk menangani karhutla di Provinsi Kalbar. Termasuk di Kabupaten Bengkayang. Sesuai dengan pemetaan daerah lahan gambut rawan karhutla sebanyak 182 desa di Kalbar,” ujar Yosef.

Yosef mengungkapkan awal Agustus 2019 diperkirakan Satgas penanganan bencana akan diterjunkan untuk emapt bulan kedepannya.

“Meliputi unsur TNI-POLRI, dan Manggala Agni,” sebutnya.

Sementara itu, Asisten II Pemeritah Kabupaten Bengkayang, Supriadi mengimbau masyarakat Kabupaten Bengkayang tidak membakar lahan sembarangan. mengingat musim kemarau pada tahun ini mulai terjadi, terutama membakar ladang lebih dari dua hektar.

“Tidak dibolehkan oleh pemerintah, jadi jikapun ada dan akan membakar ladang untuk pertanian dalam luas satu hektar harus ijin ke kepala desa dan Polsek setempat, supaya api tidak merembet kemana-mana,” ujar Supriadi.

Supriadi meminta agar masyarakat dan semua pihak menjaga titik api yang nanti bisa komplain oleh negara tetangga.

“Seperti yang dulu-dulu, kita dikatakan pengekspor asap , itu harapan kita pada masyarakat agar tidak terjadi lagi,” pungkasnya.

Pewarta : Mar
Editor : Ariz

About Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *