banner 468x60 banner 468x60

Warga MHU Pertanyakan Sertifikat Program PTSL BPN Ketapang

Trigger Netmedia - 27 Februari 2019
Warga MHU Pertanyakan Sertifikat Program PTSL BPN Ketapang
 - ()

KETAPANG (triggernetmedia.com) – Pernyataan Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Ketapang, Imawan terkait program PTSL di wilayah Matan Hilir Utara (MHU) yang telah dinyatakan selesai semua menuai polemik di masyarakat.

“Faktanya, masyarakat menilai hal tersebut tidak benar lantaran sampai saat ini masih ada masyarakat yang mengaku telah bertahun-tahun menunggu namun belum mendapat sertifikat program PTSL tersebut,” ungkap seorang warga, Harlisa (45), Rabu (27/2).

Harlisa mengaku dirinya bahkan sudah setahun lebih belum juga menerima sertifikat hak milik (SHM) dari tanah yang telah ia daftarkan ke program PTSL sejak tahun 2017 silam.

“Kalau memang seperti yang disampaikan kepala BPN semua sudah beres, kenapa saya justru sampai saat ini belum menerima sertifikatnya,” ujarnya.

Harlisa menyatakan kalau dirinya bersama dengan dua orang temannya yang ikut dalam program PTSL tersebut sudah mendaftarkan diri sejak Agustus 2017. Bahkan, menurutnys sudah membayar biaya di tingkat desa dan menyerahkan persyaratan yang diminta termasuk Surat Keterangan Tanah (SKT) asli miliknya yang juga sudah diserahkan ke pihak desa.

Baca juga  Sidang Etik Helikopter Mewah, Nasib Firli Diputuskan Dewas KPK Besok

“Tanah saya di Sungai Jahak Desa Kuala Tolak di Kecamatan Matan Hilir Utara. Itu juga sudah saya tanyakan ke pihak desa, katanya suruh tanya ke BPN, saya sudah ke BPN Januari lalu katanya mau diinformasikan tapi belum ada kabarnya,” kesalnya.

Harlisa terkejut saat membaca berita di beberapa media massa mengenai statmen Kepala BPN Ketapang, Imawan yang menyatakan bahwa semua sertifikat program PTSL tahun 2017 sudah selesai. Pernyataan pejabat kepala BPN Ketapang di media massa itu membuat dirinya semakin bingung apakah hal itu benar sehingga dirinya mempertanyakan kenapa SHM miliknya sudah bertahun-tahun belum ada kejelasannya.

“Tapi saya sudah dihubungi pihak BPN, besok (28/2) diajak kelokasi untuk mengecek langsung kenapa SHM saya belum terbit,” jelasnya.

Sementara itu, Par (35) warga Desa Sei Putri, Kecamatan Matan Hilir Utara mengaku dirinya juga sampai saat ini belum menerima sertifikat dari program PTSL yang ia ikuti pada tahun 2018 lalu.

“Awalnya biaya pembuatan di tingkat desa diminta Rp300 ribu, kemudian masyarakat tidak mau dan akhirnya disepakati Rp200 ribu, setelah disepakati dilakukan pertemuan,” ungkapnya.

Baca juga  Hattrick Pertama di Piala Menpora 2021, Persiraja Bantai Persita di Babak I

Par mengatakan, setelah pertemuan dirinya kemudian mengajukan Kartu Keluarga (KK) KTP. Bahkan menurutnya, sempat ada sosialisasi yang dihadiri BPN.

“Bahkan pihak BPN sendiri yang melakukan pengukuran tanah, dan sempat pula menginap di desa kami,” ujarnya.

Par menyatakan, memang ada sebagian yang keluar. Namun, dirinya dan beberapa keluarga berjumlah 10 orang, justru tidak ada yang diterbitkan sertifikatnya sampai sekarang.

“Makanya saya mempertanyakan persoalan ini apa kendalanya di BPN,” jelasnya.

Saat dikonfirmasi, Kepala BPN Ketapang, Imawan mengaku kalau pihaknya akan turun kelapangan guna memastikan terkait keluhan warga tersebut. Dikatakannya, untuk wilayah Sei Putri seingatnya program PTSL pada tahun 2018 tidak ada, dan hanya ada pada tahun 2017.

“Saya imbau desa silahkan mengusulkan kepada BPN, nanti akan kita lihat target yang ada tahun itu memungkinkan untuk dilaksanakan atau tidak atau menunggu tahun berikutnya,” ujarnya.

Pewarta : Jhon
Editor : Arizbroadcaster

banner 468x60

Tinggalkan Komentar

Terkini

Bukber dengan Menteri Sandiaga Uno, Wali Kota Pontianak Beberkan Sejumlah Potensi Wisata

Bukber dengan Menteri Sandiaga Uno, Wali Kota Pontianak Beberkan Sejumlah Potensi Wisata

Headline   Kilas Kalbar   Nasional   News   Pesona Nusantara
Satgas Covid-19 Sebut Kasus Virus Corona Naik Hingga 14 Persen

Satgas Covid-19 Sebut Kasus Virus Corona Naik Hingga 14 Persen

Headline   Kesehatan   Nasional   News   Sorotan
Kepala BNPB Minta Ceramah Ramadhan Sisipkan Materi Covid-19

Kepala BNPB Minta Ceramah Ramadhan Sisipkan Materi Covid-19

Headline   Kesehatan   Nasional   News   Sorotan   Sospolhukam
Mendagri Minta SDM Asal Papua Tak Melulu Diarahkan Jadi Pegawai Negeri

Mendagri Minta SDM Asal Papua Tak Melulu Diarahkan Jadi Pegawai Negeri

ASN   Headline   Nasional   News   Pelayanan Puplik   Sorotan   Sospolhukam
Kurangi Emisi, Pemerintah Targetkan Pemanfaatan Energi Baru Terbarukan 2035

Kurangi Emisi, Pemerintah Targetkan Pemanfaatan Energi Baru Terbarukan 2035

Energi   Headline   Nasional   News   Technology
Menristek Sebut Lima Prioritas Riset Nasional Energi Baru dan Terbarukan

Menristek Sebut Lima Prioritas Riset Nasional Energi Baru dan Terbarukan

Energi   Headline   Nasional   News   Sorotan   Technology
Harga Mati UEFA: Main di ESL, Pemain Tak Boleh Tampil di Piala Dunia 2022

Harga Mati UEFA: Main di ESL, Pemain Tak Boleh Tampil di Piala Dunia 2022

Headline   Internasional   News   Sepak Bola   Sorotan   Sport   Superliga
Ikuti Jejak Yamaha dan Honda, Suzuki Perpanjang Kontrak di MotoGP

Ikuti Jejak Yamaha dan Honda, Suzuki Perpanjang Kontrak di MotoGP

Headline   Internasional   Kabar Arena   News   Otomotif   Sport
Lima Wanita Dibunuh dalam Seminggu, PM Swedia Ingatkan Femicide Meningkat

Lima Wanita Dibunuh dalam Seminggu, PM Swedia Ingatkan Femicide Meningkat

Headline   Internasional   News   Sorotan   Sospolhukam
Terungkap, Rahasia Air Zamzam Tak Pernah Habis Meski Berusia 4000 Tahun

Terungkap, Rahasia Air Zamzam Tak Pernah Habis Meski Berusia 4000 Tahun

Headline   Internasional   Maritim   News   Serba-serbi   Sorotan

SITE LOCATION REKLAME

Streaming triggernetmedia.com

Close Ads X