<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Kesehatan Archives - Trigger Netmedia</title>
	<atom:link href="https://triggernetmedia.com/category/indonesia-membangun/kesehatan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://triggernetmedia.com/category/indonesia-membangun/kesehatan/</link>
	<description>Adverstising &#38; News Agency</description>
	<lastBuildDate>Fri, 18 Sep 2026 00:52:33 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.5</generator>

<image>
	<url>https://triggernetmedia.com/wp-content/uploads/cropped-triggernet-logo-1-32x32.png</url>
	<title>Kesehatan Archives - Trigger Netmedia</title>
	<link>https://triggernetmedia.com/category/indonesia-membangun/kesehatan/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>BPKN Perkuat Perlindungan Konsumen dalam Program MBG</title>
		<link>https://triggernetmedia.com/2026/09/18/bpkn-perkuat-perlindungan-konsumen-dalam-program-mbg/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[TriggerNetMedia]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 18 Sep 2026 00:52:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Kesra]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Sorotan]]></category>
		<category><![CDATA[# makan bergizi gratis]]></category>
		<category><![CDATA[BPKN]]></category>
		<category><![CDATA[Evaluasi program MBG]]></category>
		<category><![CDATA[Muhammad Mufti Mubarok]]></category>
		<category><![CDATA[Pengaduan konsumen]]></category>
		<category><![CDATA[pengawasan Program MBG]]></category>
		<category><![CDATA[Perlindungan konsumen Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Perlindungan konsumen MBG]]></category>
		<category><![CDATA[Prioritas BPKN 2027]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://triggernetmedia.com/?p=136431</guid>

					<description><![CDATA[<p>triggernetmedia.com – Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) memasukkan penguatan perlindungan konsumen dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai salah satu dari enam prioritas utama pada 2027. Ketua BPKN Muhammad Mufti Mubarok mengatakan penguatan perlindungan konsumen diperlukan karena MBG merupakan program pemerintah yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. “Yang pertama, penguatan perlindungan konsumen dalam penyelenggaraan program Makan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://triggernetmedia.com/2026/09/18/bpkn-perkuat-perlindungan-konsumen-dalam-program-mbg/">BPKN Perkuat Perlindungan Konsumen dalam Program MBG</a> appeared first on <a href="https://triggernetmedia.com">Trigger Netmedia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>triggernetmedia.com – </strong>Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) memasukkan penguatan perlindungan konsumen dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai salah satu dari enam prioritas utama pada 2027.</p>
<p class="isSelectedEnd">Ketua BPKN Muhammad Mufti Mubarok mengatakan penguatan perlindungan konsumen diperlukan karena MBG merupakan program pemerintah yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.</p>
<p class="isSelectedEnd">“Yang pertama, penguatan perlindungan konsumen dalam penyelenggaraan program Makan Bergizi Gratis,” kata Mufti dalam Rapat Kerja Komisi VI DPR RI bersama Kementerian Perdagangan dan BPKN, Kamis (17/9/2026).</p>
<p class="isSelectedEnd">Menurut Mufti, BPKN akan memanfaatkan data pengaduan, hasil kajian dan aspirasi masyarakat untuk memberikan masukan kepada pemerintah. Data tersebut juga akan menjadi bahan evaluasi terhadap pelaksanaan MBG di berbagai daerah.</p>
<p class="isSelectedEnd">“Jadi pengaduan yang diterima, kajian yang dilakukan sampai dengan pelaksanaan kegiatan di daerah, BPKN terus berupaya memastikan data dan aspirasi konsumen (ini adalah rakyat) dapat diterjemahkan menjadi masukan bagi pemerintah,” ujarnya.</p>
<p class="isSelectedEnd">BPKN tidak hanya akan menunggu laporan masyarakat. Lembaga tersebut juga akan mengidentifikasi pola persoalan yang muncul dalam pelaksanaan MBG sebagai bahan evaluasi dan perbaikan kebijakan.</p>
<p class="isSelectedEnd">Selain perlindungan konsumen dalam program MBG, BPKN menetapkan perlindungan konsumen dalam ekosistem koperasi desa, kelurahan atau Koperasi Merah Putih sebagai prioritas pada 2027.</p>
<p class="isSelectedEnd">Prioritas lainnya mencakup penguatan kebijakan perlindungan konsumen terkait keamanan baterai kendaraan listrik roda dua serta pencegahan dan penanganan penipuan atau scam dalam transaksi digital.</p>
<p class="isSelectedEnd">Mufti mengatakan perkembangan transaksi digital telah memunculkan pola persoalan baru bagi konsumen. Karena itu, BPKN ingin memperluas pendekatan dari sekadar menangani pengaduan menjadi upaya mengidentifikasi pola masalah dan mendorong perbaikan kebijakan.</p>
<p class="isSelectedEnd">“Karena itu, BPKN melihat pentingnya penguatan perlindungan konsumen yang tidak hanya responsif terhadap pengaduan yang sudah terjadi, tetapi juga mengidentifikasi pola permasalahan, memberikan masukan pada pemerintah sebagai bahan perbaikan kebijakan ke depan,” jelasnya.</p>
<p class="isSelectedEnd">Untuk menjalankan berbagai agenda tersebut, BPKN mengusulkan anggaran 2027 sebesar Rp28,746 miliar.</p>
<p class="isSelectedEnd">Anggaran tersebut terdiri atas program perdagangan dalam negeri sebesar Rp19,8 miliar, program dukungan manajemen Rp5,3 miliar dan belanja operasional Rp3,5 miliar.</p>
<p>Pada 2027, BPKN menargetkan menghasilkan delapan rekomendasi strategis perlindungan konsumen. BPKN juga menargetkan penguatan Lembaga Perlindungan Konsumen Swadaya Masyarakat (LPKSM) hingga mencapai 50 LPKSM.</p>
<p>The post <a href="https://triggernetmedia.com/2026/09/18/bpkn-perkuat-perlindungan-konsumen-dalam-program-mbg/">BPKN Perkuat Perlindungan Konsumen dalam Program MBG</a> appeared first on <a href="https://triggernetmedia.com">Trigger Netmedia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>MBG Ditata Ulang, BGN Coret 1.653 Sekolah dari Daftar Penerima</title>
		<link>https://triggernetmedia.com/2026/09/18/mbg-ditata-ulang-bgn-coret-1-653-sekolah-dari-daftar-penerima/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[TriggerNetMedia]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 18 Sep 2026 00:44:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Sorotan]]></category>
		<category><![CDATA[# makan bergizi gratis]]></category>
		<category><![CDATA[1.653 sekolah dicoret MBG]]></category>
		<category><![CDATA[BGN]]></category>
		<category><![CDATA[Komisi IX DPR RI]]></category>
		<category><![CDATA[MBG sekolah negeri]]></category>
		<category><![CDATA[Penerima manfaat MBG]]></category>
		<category><![CDATA[Program MBG]]></category>
		<category><![CDATA[Sekolah penerima MBG]]></category>
		<category><![CDATA[Sudaryono]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://triggernetmedia.com/?p=136428</guid>

					<description><![CDATA[<p>triggernetmedia.com – Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan sekolah negeri tidak dapat menerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) secara sebagian. Sekolah harus menerima program tersebut secara menyeluruh atau menolaknya secara bersama-sama. Kepala BGN Sudaryono mengatakan kebijakan itu diterapkan agar tidak terjadi pemisahan penerima MBG antarsiswa dalam satu sekolah negeri. Hal tersebut disampaikan Sudaryono dalam Rapat Kerja Komisi [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://triggernetmedia.com/2026/09/18/mbg-ditata-ulang-bgn-coret-1-653-sekolah-dari-daftar-penerima/">MBG Ditata Ulang, BGN Coret 1.653 Sekolah dari Daftar Penerima</a> appeared first on <a href="https://triggernetmedia.com">Trigger Netmedia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>triggernetmedia.com – </strong>Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan sekolah negeri tidak dapat menerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) secara sebagian. Sekolah harus menerima program tersebut secara menyeluruh atau menolaknya secara bersama-sama.</p>
<p class="isSelectedEnd">Kepala BGN Sudaryono mengatakan kebijakan itu diterapkan agar tidak terjadi pemisahan penerima MBG antarsiswa dalam satu sekolah negeri.</p>
<p class="isSelectedEnd">Hal tersebut disampaikan Sudaryono dalam Rapat Kerja Komisi IX DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (17/9/2026).</p>
<p class="isSelectedEnd">“Intinya semua diberikan kecuali yang tidak mau. Dan kami terkait sekolah swasta saya kira lebih mudah, karena memang sebagian besar swasta bisa dilihat dari kondisi sekolah dan lain sebagainya,” ujar Sudaryono.</p>
<p class="isSelectedEnd">Menurut Sudaryono, BGN masih berkoordinasi dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) serta Kementerian Koordinator Bidang Pangan untuk menentukan mekanisme penerimaan MBG di sekolah negeri.</p>
<p class="isSelectedEnd">“Sesuai dengan hasil rapat kami dengan Dikdasmen dan dengan Kementerian Menko Pangan untuk sekolah negeri ini kalau menerima, menerima semua, tapi kalau misalnya tidak, tidak semua, itu keputusan sementara adalah seperti itu,” tuturnya.</p>
<p class="isSelectedEnd">Ia menjelaskan, penerimaan MBG di sekolah negeri harus berdasarkan kesepakatan seluruh pihak sekolah dan wali murid. Dengan demikian, tidak diperbolehkan sebagian siswa menerima MBG sementara siswa lainnya menolak dalam sekolah yang sama.</p>
<p class="isSelectedEnd">“Jadi tidak mungkin dalam satu sekolah negeri katakanlah 70% misalnya mampu, 30% enggak mampu, kemudian kalau memang iya, konsensusnya harus sekolah beserta seluruh wali muridnya harus sepakat-sepakat iya semua atau sepakat-sepakat tidak semua, gitu kira-kira,” kata Sudaryono.</p>
<p class="isSelectedEnd">Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Charles Honoris kemudian mempertanyakan konsekuensi jika sebagian orang tua siswa menolak anaknya mengonsumsi makanan MBG.</p>
<p class="isSelectedEnd">“Izin kalau misalnya di sekolah itu orang tua tidak mengizinkan anaknya mengonsumsi (MBG), lalu sisanya makanannya akan dibuat apa? Apakah akan dikembalikan atau dibuang atau seperti apa? Karena tidak dikonsumsi. Misalnya ada satu sekolah 40 persen menolak 60 mengonsumsi atau bahkan sebaliknya, itu akan seperti apa yang akan dikirimkan ke sekolah itu,” tanya Charles.</p>
<p class="isSelectedEnd">Menanggapi hal tersebut, Sudaryono kembali menegaskan bahwa mekanisme yang berlaku sementara untuk sekolah negeri adalah keputusan bersama.</p>
<p class="isSelectedEnd">“Sampai dengan saat ini pak Charles, itu adalah sekolah itu kalau sekolah negeri itu harus iya, iya semua. Mana kala tidak, tidak semua,” tegas Sudaryono.</p>
<p class="isSelectedEnd">1.653 Sekolah Dicoret dari Penerima MBG</p>
<p class="isSelectedEnd">Dalam rapat yang sama, Sudaryono juga mengungkapkan sebanyak 1.653 sekolah ditetapkan tidak lagi menerima program MBG.</p>
<p class="isSelectedEnd">Penyesuaian tersebut dilakukan agar layanan MBG lebih diarahkan kepada kelompok dan wilayah yang membutuhkan, termasuk daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) serta wilayah dengan tingkat stunting tinggi.</p>
<p class="isSelectedEnd">“Sudah kami umumkan sebanyak 1.653 sekolah ditetapkan tidak lagi menerima MBG dan layanan akan semakin diarahkan ke kelompok yang membutuhkan,” ujar Sudaryono.</p>
<p>Selain menata ulang penerima manfaat, BGN juga memperketat pengawasan terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Pengawasan mencakup penerapan standar Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) untuk memastikan keamanan pangan dalam pelaksanaan program MBG.</p>
<p>The post <a href="https://triggernetmedia.com/2026/09/18/mbg-ditata-ulang-bgn-coret-1-653-sekolah-dari-daftar-penerima/">MBG Ditata Ulang, BGN Coret 1.653 Sekolah dari Daftar Penerima</a> appeared first on <a href="https://triggernetmedia.com">Trigger Netmedia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kasus Diare Anak Naik, RSUD Sultan Syarif Alkadrie Ingatkan Risiko Dehidrasi</title>
		<link>https://triggernetmedia.com/2026/09/17/kasus-diare-anak-naik-rsud-sultan-syarif-alkadrie-ingatkan-risiko-dehidrasi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[TriggerNetMedia]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 17 Sep 2026 08:37:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Kilas Kalbar]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Pelayanan Publik]]></category>
		<category><![CDATA[Pontianak]]></category>
		<category><![CDATA[# pencegahan diare]]></category>
		<category><![CDATA[Dehidrasi anak]]></category>
		<category><![CDATA[Diare anak Pontianak]]></category>
		<category><![CDATA[diare pada anak]]></category>
		<category><![CDATA[Kasus diare Pontianak]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan anak Pontianak]]></category>
		<category><![CDATA[Oralit untuk anak]]></category>
		<category><![CDATA[Penanganan diare]]></category>
		<category><![CDATA[RSUD Sultan Syarif Alkadrie]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://triggernetmedia.com/?p=136415</guid>

					<description><![CDATA[<p>triggernetmedia.com – Kasus diare pada kelompok anak di Kota Pontianak mengalami peningkatan. Berdasarkan data RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie Kota Pontianak, tercatat 40 kasus diare pada anak sepanjang 1 hingga 14 September 2026. Peningkatan kasus tersebut mendorong rumah sakit melakukan edukasi kepada masyarakat, khususnya orang tua, mengenai pencegahan dan penanganan diare agar kondisi anak tidak semakin [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://triggernetmedia.com/2026/09/17/kasus-diare-anak-naik-rsud-sultan-syarif-alkadrie-ingatkan-risiko-dehidrasi/">Kasus Diare Anak Naik, RSUD Sultan Syarif Alkadrie Ingatkan Risiko Dehidrasi</a> appeared first on <a href="https://triggernetmedia.com">Trigger Netmedia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>triggernetmedia.com – </strong>Kasus diare pada kelompok anak di Kota Pontianak mengalami peningkatan. Berdasarkan data RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie Kota Pontianak, tercatat 40 kasus diare pada anak sepanjang 1 hingga 14 September 2026.</p>
<p class="isSelectedEnd">Peningkatan kasus tersebut mendorong rumah sakit melakukan edukasi kepada masyarakat, khususnya orang tua, mengenai pencegahan dan penanganan diare agar kondisi anak tidak semakin memburuk dan membutuhkan perawatan di rumah sakit.</p>
<p class="isSelectedEnd">Perawat RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie, Afrilia, menjelaskan diare merupakan kondisi ketika seseorang buang air besar dengan konsistensi lembek atau cair, bahkan berupa air, dengan frekuensi tiga kali atau lebih dalam sehari.</p>
<p class="isSelectedEnd">“Diare dapat disebabkan oleh berbagai faktor. Beberapa penyebab yang umum antara lain virus, kuman atau bakteri, parasit, serta ketidakcocokan terhadap susu yang biasanya terjadi pada bayi,” ujarnya saat memberikan edukasi, Kamis (17/9/2026).</p>
<p class="isSelectedEnd">Menurut Afrilia, risiko diare juga dapat meningkat akibat kebiasaan dan kondisi lingkungan yang kurang higienis. Di antaranya makan tanpa mencuci tangan dengan bersih, mengonsumsi air mentah, mengonsumsi makanan yang dihinggapi lalat, serta kondisi lingkungan rumah yang kumuh dan kotor.</p>
<p class="isSelectedEnd">Pemberian makanan tambahan selain ASI yang terlalu dini pada bayi juga perlu diperhatikan karena dapat meningkatkan risiko gangguan pencernaan.</p>
<p class="isSelectedEnd">Diare dapat disertai sejumlah gejala, seperti perut mulas, tinja encer dan terkadang berdarah, tubuh kekurangan cairan, pusing, lemas, kulit kering, hingga peningkatan suhu tubuh.</p>
<p class="isSelectedEnd">Jika tidak segera ditangani, diare dapat menyebabkan kehilangan cairan dalam jumlah besar dan berkembang menjadi dehidrasi. Dalam kondisi berat, dehidrasi dapat menyebabkan penurunan kesadaran dan berisiko mengancam nyawa.</p>
<p class="isSelectedEnd">Karena itu, orang tua perlu mengenali tanda-tanda dehidrasi dan segera mencari pertolongan medis apabila kondisi anak memburuk.</p>
<p class="isSelectedEnd">Afrilia mengatakan prinsip utama penanganan diare adalah mengganti cairan yang hilang dari tubuh. Anak dapat diberikan larutan oralit atau larutan gula garam sesuai anjuran, serta cairan lain seperti sup dan air putih yang telah dimasak.</p>
<p class="isSelectedEnd">Untuk bayi berusia kurang dari enam bulan yang masih mendapatkan ASI, pemberian ASI harus tetap dilanjutkan dan dapat dilakukan lebih sering. Pemberian cairan tambahan seperti oralit perlu disesuaikan dengan kebutuhan dan anjuran tenaga kesehatan.</p>
<p class="isSelectedEnd">Selain cairan, kebutuhan nutrisi anak juga harus tetap diperhatikan selama mengalami diare. Anak tetap dianjurkan mendapatkan makanan dan minuman sesuai usianya.</p>
<p class="isSelectedEnd">Setelah diare berhenti, anak dianjurkan mendapatkan makanan dalam jumlah lebih banyak setiap hari selama sekitar dua minggu untuk membantu memenuhi kembali kebutuhan nutrisi.</p>
<p class="isSelectedEnd">Afrilia juga mengingatkan orang tua agar tidak memberikan obat-obatan kepada anak selama diare, kecuali atas anjuran atau pemberian dari tenaga kesehatan.</p>
<p class="isSelectedEnd">Orang tua disarankan segera membawa anak ke dokter atau puskesmas apabila diare tidak membaik dalam tiga hari atau muncul tanda bahaya. Kondisi yang perlu diwaspadai antara lain buang air besar sangat sering, muntah berulang, anak sangat haus, tidak mau makan atau minum seperti biasanya, demam, terdapat darah dalam tinja, anak terlihat sangat lemah, atau ditemukan tanda dehidrasi.</p>
<p class="isSelectedEnd">Melalui edukasi tersebut, orang tua dan keluarga diharapkan semakin memahami pencegahan, pengenalan gejala, serta penanganan diare yang tepat pada anak.</p>
<p>“Dengan penanganan yang cepat dan tepat, risiko dehidrasi serta komplikasi akibat diare dapat diminimalkan,” pungkasnya.</p>
<p>The post <a href="https://triggernetmedia.com/2026/09/17/kasus-diare-anak-naik-rsud-sultan-syarif-alkadrie-ingatkan-risiko-dehidrasi/">Kasus Diare Anak Naik, RSUD Sultan Syarif Alkadrie Ingatkan Risiko Dehidrasi</a> appeared first on <a href="https://triggernetmedia.com">Trigger Netmedia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kabut Asap, Warga Diingatkan Tetap Jaga Kebersihan untuk Cegah Diare</title>
		<link>https://triggernetmedia.com/2026/09/16/kabut-asap-warga-diingatkan-tetap-jaga-kebersihan-untuk-cegah-diare/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[TriggerNetMedia]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 16 Sep 2026 08:42:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Kilas Kalbar]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Pelayanan Publik]]></category>
		<category><![CDATA[Pontianak]]></category>
		<category><![CDATA[# dehidrasi]]></category>
		<category><![CDATA[# Diare]]></category>
		<category><![CDATA[# obat diare]]></category>
		<category><![CDATA[# pencegahan diare]]></category>
		<category><![CDATA[# RSUD SSMA Pontianak]]></category>
		<category><![CDATA[Fikri Destari]]></category>
		<category><![CDATA[Kabut Asap]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[oralit]]></category>
		<category><![CDATA[PHBS]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://triggernetmedia.com/?p=136381</guid>

					<description><![CDATA[<p>triggernetmedia.com – Kabut asap tidak hanya meningkatkan risiko gangguan pernapasan. Di tengah kondisi tersebut, masyarakat juga perlu menjaga kebersihan diri dan lingkungan untuk mencegah penyakit lain, termasuk diare. Apoteker RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie (SSMA) Kota Pontianak, Fikri Destari, mengatakan penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) menjadi salah satu langkah penting dalam mencegah diare. “Di [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://triggernetmedia.com/2026/09/16/kabut-asap-warga-diingatkan-tetap-jaga-kebersihan-untuk-cegah-diare/">Kabut Asap, Warga Diingatkan Tetap Jaga Kebersihan untuk Cegah Diare</a> appeared first on <a href="https://triggernetmedia.com">Trigger Netmedia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>triggernetmedia.com – </strong>Kabut asap tidak hanya meningkatkan risiko gangguan pernapasan. Di tengah kondisi tersebut, masyarakat juga perlu menjaga kebersihan diri dan lingkungan untuk mencegah penyakit lain, termasuk diare.</p>
<p class="isSelectedEnd">Apoteker RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie (SSMA) Kota Pontianak, Fikri Destari, mengatakan penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) menjadi salah satu langkah penting dalam mencegah diare.</p>
<p class="isSelectedEnd">“Di tengah kondisi kabut asap, masyarakat tetap perlu memperhatikan PHBS. Pastikan tangan selalu dicuci dengan sabun dan air mengalir, terutama sebelum makan dan setelah buang air besar. Selain itu, pastikan makanan dan minuman yang dikonsumsi bersih serta air yang digunakan aman,” kata Fikri saat memberikan edukasi di RSUD SSMA Kota Pontianak, Rabu (16/7/2026).</p>
<p class="isSelectedEnd">Diare ditandai dengan frekuensi buang air besar yang lebih sering dari biasanya dengan konsistensi tinja yang lebih cair. Kondisi tersebut dapat disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya infeksi yang berkaitan dengan kebersihan makanan, minuman, tangan, dan lingkungan.</p>
<p class="isSelectedEnd">Karena itu, pencegahan diare dapat dilakukan melalui kebiasaan sederhana sehari-hari. Masyarakat perlu menjaga kebersihan lingkungan, menghindari makanan yang diragukan kebersihannya, serta memastikan makanan dimasak hingga matang.</p>
<p class="isSelectedEnd">Selain menjaga kebersihan, Fikri mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan mengonsumsi obat ketika mengalami diare. Hal utama yang perlu diperhatikan adalah mencegah kekurangan cairan dan elektrolit akibat diare.</p>
<p class="isSelectedEnd">“Ketika mengalami diare, yang paling penting adalah menjaga kecukupan cairan. Oralit dapat digunakan untuk membantu mengganti cairan dan elektrolit yang hilang. Penggunaan obat diare lainnya perlu disesuaikan dengan kondisi dan penyebabnya,” ujarnya.</p>
<p class="isSelectedEnd">Fikri juga mengingatkan masyarakat agar tidak menggunakan antibiotik secara sembarangan. Tidak semua kasus diare membutuhkan antibiotik karena penggunaannya harus berdasarkan indikasi medis.</p>
<p class="isSelectedEnd">Masyarakat disarankan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan atau apoteker sebelum menggunakan obat tertentu, terutama bagi mereka yang memiliki penyakit lain atau sedang mengonsumsi obat secara rutin.</p>
<p class="isSelectedEnd">Pertolongan medis juga sebaiknya tidak ditunda apabila diare disertai tanda bahaya, seperti lemas berat, sulit minum, muntah terus-menerus, terdapat darah dalam tinja, demam tinggi, atau tanda-tanda dehidrasi.</p>
<p class="isSelectedEnd">Risiko dehidrasi perlu mendapat perhatian lebih pada bayi, anak-anak, lanjut usia, serta kelompok rentan lainnya.</p>
<p>“Jangan hanya fokus pada kondisi kabut asap, tetapi tetap perhatikan kesehatan secara menyeluruh. Terapkan PHBS, jaga asupan cairan, dan gunakan obat secara tepat agar diare dapat ditangani dengan baik,” kata Fikri.</p>
<p>The post <a href="https://triggernetmedia.com/2026/09/16/kabut-asap-warga-diingatkan-tetap-jaga-kebersihan-untuk-cegah-diare/">Kabut Asap, Warga Diingatkan Tetap Jaga Kebersihan untuk Cegah Diare</a> appeared first on <a href="https://triggernetmedia.com">Trigger Netmedia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pemprov Kalbar Siapkan Rumah Oksigen Hadapi Dampak Kabut Asap Karhutla</title>
		<link>https://triggernetmedia.com/2026/09/16/pemprov-kalbar-siapkan-rumah-oksigen-hadapi-dampak-kabut-asap-karhutla/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[TriggerNetMedia]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 16 Sep 2026 05:25:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Kilas Kalbar]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Pelayanan Publik]]></category>
		<category><![CDATA[Pontianak]]></category>
		<category><![CDATA[Dinas Kesehatan Kalbar]]></category>
		<category><![CDATA[Kabut Asap]]></category>
		<category><![CDATA[karhutla Kalbar]]></category>
		<category><![CDATA[Kebakaran Hutan dan Lahan]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[kualitas udara]]></category>
		<category><![CDATA[layanan kesehatan 24 jam]]></category>
		<category><![CDATA[Pemprov Kalbar]]></category>
		<category><![CDATA[Rumah Oksigen]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://triggernetmedia.com/?p=136357</guid>

					<description><![CDATA[<p>triggernetmedia.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Barat (Kalbar) tak hanya mengancam lingkungan, tetapi juga berdampak terhadap kualitas udara dan kesehatan masyarakat. Di tengah kondisi tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalbar terus mengambil langkah untuk melindungi masyarakat. Melalui Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar, Rumah Oksigen disiapkan sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi dampak penurunan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://triggernetmedia.com/2026/09/16/pemprov-kalbar-siapkan-rumah-oksigen-hadapi-dampak-kabut-asap-karhutla/">Pemprov Kalbar Siapkan Rumah Oksigen Hadapi Dampak Kabut Asap Karhutla</a> appeared first on <a href="https://triggernetmedia.com">Trigger Netmedia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>triggernetmedia.com – </strong>Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Barat (Kalbar) tak hanya mengancam lingkungan, tetapi juga berdampak terhadap kualitas udara dan kesehatan masyarakat.</p>
<p class="isSelectedEnd">Di tengah kondisi tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalbar terus mengambil langkah untuk melindungi masyarakat. Melalui Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar, Rumah Oksigen disiapkan sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi dampak penurunan kualitas udara akibat kabut asap.</p>
<p class="isSelectedEnd">Fasilitas ini menyediakan akses oksigen bagi masyarakat yang membutuhkan sekaligus mendukung pelayanan kesehatan darurat. Layanan Rumah Oksigen tersedia selama 24 jam sehingga masyarakat dapat memperoleh bantuan ketika diperlukan.</p>
<p class="isSelectedEnd">Rumah Oksigen berada di dua lokasi, yakni Aula Husada Khatulistiwa Kantor Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar, Jalan D.A. Hadi Nomor 07, dan Unit Klinik Pratama Kompleks Kantor Gubernur Kalbar, Jalan Jenderal Ahmad Yani Nomor 112.</p>
<p>Penyediaan fasilitas tersebut menjadi bagian dari upaya Pemprov Kalbar memastikan masyarakat tetap mendapatkan perlindungan dan akses layanan kesehatan di tengah ancaman kabut asap akibat karhutla.</p>
<p>The post <a href="https://triggernetmedia.com/2026/09/16/pemprov-kalbar-siapkan-rumah-oksigen-hadapi-dampak-kabut-asap-karhutla/">Pemprov Kalbar Siapkan Rumah Oksigen Hadapi Dampak Kabut Asap Karhutla</a> appeared first on <a href="https://triggernetmedia.com">Trigger Netmedia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>RSUD SSMA Ajak Masyarakat Kenali Jenis Nyeri agar Tak Salah Penanganan</title>
		<link>https://triggernetmedia.com/2026/09/10/rsud-ssma-ajak-masyarakat-kenali-jenis-nyeri-agar-tak-salah-penanganan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[TriggerNetMedia]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 10 Sep 2026 11:05:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Kilas Kalbar]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Pelayanan Publik]]></category>
		<category><![CDATA[Pontianak]]></category>
		<category><![CDATA[# fisioterapi]]></category>
		<category><![CDATA[# RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie]]></category>
		<category><![CDATA[Achmad Faqih]]></category>
		<category><![CDATA[Bulan Peduli Nyeri]]></category>
		<category><![CDATA[Jenis nyeri]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan saraf]]></category>
		<category><![CDATA[Nyeri radang]]></category>
		<category><![CDATA[Nyeri saraf]]></category>
		<category><![CDATA[Penanganan nyeri]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://triggernetmedia.com/?p=136252</guid>

					<description><![CDATA[<p>triggernetmedia.com – Masyarakat diingatkan untuk tidak menganggap nyeri sebagai keluhan biasa. Rasa sakit yang muncul pada tubuh dapat menjadi sinyal adanya gangguan tertentu sehingga penting untuk mengenali jenis dan penyebabnya sebelum menentukan penanganan. Pesan tersebut disampaikan dokter spesialis saraf RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie (SSMA) Kota Pontianak, dr. Achmad Faqih, Sp.N. FMIN, dalam edukasi kesehatan bertema [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://triggernetmedia.com/2026/09/10/rsud-ssma-ajak-masyarakat-kenali-jenis-nyeri-agar-tak-salah-penanganan/">RSUD SSMA Ajak Masyarakat Kenali Jenis Nyeri agar Tak Salah Penanganan</a> appeared first on <a href="https://triggernetmedia.com">Trigger Netmedia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>triggernetmedia.com – </strong>Masyarakat diingatkan untuk tidak menganggap nyeri sebagai keluhan biasa. Rasa sakit yang muncul pada tubuh dapat menjadi sinyal adanya gangguan tertentu sehingga penting untuk mengenali jenis dan penyebabnya sebelum menentukan penanganan.</p>
<p class="isSelectedEnd">Pesan tersebut disampaikan dokter spesialis saraf RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie (SSMA) Kota Pontianak, dr. Achmad Faqih, Sp.N. FMIN, dalam edukasi kesehatan bertema “Yuk, Kenali Jenis-Jenis Nyeri”, Kamis (10/9/2026). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Bulan Peduli Nyeri di RSUD SSMA.</p>
<p class="isSelectedEnd">Dr. Faqih menjelaskan nyeri merupakan mekanisme tubuh untuk memberi peringatan ketika terjadi gangguan atau kondisi yang berpotensi membahayakan. Sinyal tersebut diteruskan ke otak agar tubuh dapat memberikan respons perlindungan.</p>
<p class="isSelectedEnd">“Nyeri merupakan salah satu tanda vital kelima. Selain tekanan darah, nadi, respirasi, dan suhu, nyeri juga perlu diperhatikan,” jelas dr. Faqih.</p>
<p class="isSelectedEnd">Menurutnya, mengenali karakteristik nyeri menjadi penting karena setiap jenis nyeri membutuhkan pendekatan penanganan yang berbeda. Kesalahan mengenali sumber nyeri berisiko membuat seseorang memilih pengobatan yang tidak sesuai.</p>
<p class="isSelectedEnd">Secara umum, nyeri dapat dibedakan menjadi nyeri radang dan nyeri saraf. Nyeri radang berkaitan dengan kerusakan jaringan non-saraf, seperti otot, tulang, sendi, maupun jaringan lain.</p>
<p class="isSelectedEnd">Keluhan nyeri radang umumnya berupa pegal, kaku, atau berdenyut dan cenderung terasa pada area tertentu. Nyeri pada otot dan sendi maupun keluhan setelah mengalami benturan dapat termasuk dalam kelompok ini.</p>
<p class="isSelectedEnd">Berbeda dengan nyeri radang, nyeri saraf muncul akibat gangguan atau kerusakan pada sistem saraf, baik saraf pusat maupun saraf tepi. Karakternya juga lebih khas, seperti rasa panas terbakar, tersengat listrik, tertusuk, kesemutan, kebas, atau mati rasa.</p>
<p class="isSelectedEnd">Nyeri saraf juga dapat menjalar mengikuti jalur saraf. Misalnya, nyeri dari pinggang yang menjalar hingga telapak kaki atau keluhan dari leher yang terasa sampai ke tangan.</p>
<p class="isSelectedEnd">“Tidak semua nyeri pinggang disebabkan oleh saraf kejepit. Kalau nyerinya tidak menjalar, bisa saja berkaitan dengan sendi, otot, atau struktur lain di sekitar tulang belakang,” ujarnya.</p>
<p class="isSelectedEnd">Dr. Faqih menyebut sejumlah kondisi dapat meningkatkan risiko gangguan saraf, antara lain diabetes yang tidak terkontrol, saraf terjepit, kurang bergerak atau terlalu lama duduk, aktivitas berulang, kehamilan, kelebihan berat badan, serta kondisi medis tertentu.</p>
<p class="isSelectedEnd">Khusus bagi penyandang diabetes, pengendalian kadar gula darah menjadi penting untuk mengurangi risiko komplikasi saraf. Aktivitas fisik rutin dan menghindari gaya hidup sedentari juga dianjurkan sebagai bagian dari upaya menjaga kondisi tubuh.</p>
<p class="isSelectedEnd">Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan memilih obat pereda nyeri. Obat yang lazim digunakan untuk nyeri akibat peradangan belum tentu memberikan manfaat yang sama pada nyeri saraf.</p>
<p class="isSelectedEnd">“Penanganan harus disesuaikan dengan jenis dan penyebab nyerinya,” katanya.</p>
<p class="isSelectedEnd">Penanganan nyeri dapat dilakukan bertahap sesuai hasil evaluasi dokter. Selain obat, terapi dapat mencakup fisioterapi atau tindakan lain apabila memang dibutuhkan.</p>
<p class="isSelectedEnd">Perbaikan postur tubuh, olahraga rutin, menjaga berat badan ideal, serta berhenti merokok juga menjadi bagian dari upaya mencegah gangguan nyeri dan menjaga fungsi tubuh.</p>
<p class="isSelectedEnd">Masyarakat diminta berkonsultasi dengan dokter apabila nyeri tidak membaik setelah istirahat atau penanganan awal. Pemeriksaan juga diperlukan ketika nyeri tiba-tiba menjadi berat, disertai sensasi tersetrum, panas terbakar, kebas atau mati rasa, maupun ketika keluhan mulai mengganggu aktivitas sehari-hari dan kualitas tidur.</p>
<p class="isSelectedEnd">Dr. Faqih menegaskan nyeri merupakan sinyal yang perlu diperhatikan, bukan sekadar rasa sakit yang harus ditahan. Semakin cepat penyebab dikenali, semakin besar peluang pasien mendapatkan penanganan yang sesuai.</p>
<p>Dengan mengenali karakteristik nyeri sejak awal dan menghindari pengobatan secara sembarangan, masyarakat diharapkan dapat menjaga kualitas hidup serta mencegah gangguan berkembang menjadi kondisi yang lebih berat.</p>
<p>The post <a href="https://triggernetmedia.com/2026/09/10/rsud-ssma-ajak-masyarakat-kenali-jenis-nyeri-agar-tak-salah-penanganan/">RSUD SSMA Ajak Masyarakat Kenali Jenis Nyeri agar Tak Salah Penanganan</a> appeared first on <a href="https://triggernetmedia.com">Trigger Netmedia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>DPR Soroti Desain MBG, Keterlibatan BPOM Dinilai Tak Cukup Cegah Keracunan</title>
		<link>https://triggernetmedia.com/2026/09/10/dpr-soroti-desain-mbg-keterlibatan-bpom-dinilai-tak-cukup-cegah-keracunan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[TriggerNetMedia]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 09 Sep 2026 22:51:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Parlementaria]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Sorotan]]></category>
		<category><![CDATA[Sospolhukam]]></category>
		<category><![CDATA[Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM)]]></category>
		<category><![CDATA[charles honoris]]></category>
		<category><![CDATA[Desain pelaksanaan MBG]]></category>
		<category><![CDATA[Kasus keracunan makanan]]></category>
		<category><![CDATA[keamanan pangan]]></category>
		<category><![CDATA[Kementerian Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[keracunan MBG]]></category>
		<category><![CDATA[Makan Bergizi Gratis (MBG)]]></category>
		<category><![CDATA[Pengawasan pangan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://triggernetmedia.com/?p=136243</guid>

					<description><![CDATA[<p>triggernetmedia.com – Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Charles Honoris menilai keterlibatan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) belum cukup untuk menghentikan kasus keracunan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) apabila desain pelaksanaan program secara keseluruhan tidak diperbaiki. Charles mengatakan semula dirinya berharap keterlibatan BPOM dapat menekan kasus keracunan secara signifikan. Namun, setelah mencermati mekanisme pelaksanaan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://triggernetmedia.com/2026/09/10/dpr-soroti-desain-mbg-keterlibatan-bpom-dinilai-tak-cukup-cegah-keracunan/">DPR Soroti Desain MBG, Keterlibatan BPOM Dinilai Tak Cukup Cegah Keracunan</a> appeared first on <a href="https://triggernetmedia.com">Trigger Netmedia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>triggernetmedia.com – </strong>Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Charles Honoris menilai keterlibatan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) belum cukup untuk menghentikan kasus keracunan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) apabila desain pelaksanaan program secara keseluruhan tidak diperbaiki.</p>
<p class="isSelectedEnd">Charles mengatakan semula dirinya berharap keterlibatan BPOM dapat menekan kasus keracunan secara signifikan. Namun, setelah mencermati mekanisme pelaksanaan MBG, ia menilai persoalan yang terjadi sudah menyangkut desain program secara menyeluruh.</p>
<p class="isSelectedEnd">“Apa yang bisa dilakukan oleh Badan POM untuk bisa menurunkan atau menghentikan keracunan dalam program MBG? Karena di awal saya sebetulnya punya harapan, punya keyakinan bahwa dengan melibatkan Badan POM angka keracunan bisa turun drastis atau bahkan dihentikan,” kata Charles dalam rapat dengar pendapat Komisi IX DPR bersama BPOM di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (9/9/2026).</p>
<p class="isSelectedEnd">Menurut politisi PDIP tersebut, persoalan keamanan pangan dalam MBG tidak hanya berada pada satu tahapan. Ia menilai mekanisme dari proses produksi hingga distribusi makanan perlu dievaluasi secara menyeluruh.</p>
<p class="isSelectedEnd">“Setelah mempelajari desainnya dan program ini berjalan selama ini, kok saya sekarang tidak yakin. Karena permasalahannya bukan lagi atau bukan saja ada di hulu, tetapi desain keseluruhannya sudah tidak ideal,” ujarnya.</p>
<p class="isSelectedEnd">Salah satu persoalan yang disoroti Charles adalah proses penyimpanan makanan setelah dimasak. Ia menilai makanan yang masih dalam kondisi panas kemudian langsung dimasukkan ke dalam kemasan tertutup dapat meningkatkan risiko berkembangnya bakteri apabila penanganannya tidak dilakukan dengan tepat.</p>
<p class="isSelectedEnd">Kondisi tersebut, menurutnya, membuat ruang intervensi BPOM menjadi terbatas apabila mekanisme pelaksanaan MBG tidak ikut diubah.</p>
<p class="isSelectedEnd">“Jadi saya sebetulnya sudah tidak lagi melihat apa yang bisa dilakukan oleh Badan POM untuk memperbaiki situasi ini kecuali mengubah desainnya secara total,” tegas Charles.</p>
<p class="isSelectedEnd">Karena itu, ia meminta Kepala BPOM Taruna Ikrar menjelaskan langkah konkret yang dapat dilakukan lembaganya untuk menekan kasus keracunan dalam program MBG.</p>
<p class="isSelectedEnd">Charles juga mempertanyakan dukungan anggaran yang disiapkan untuk keterlibatan BPOM dalam pengawasan program tersebut. Menurutnya, publik perlu mengetahui secara jelas bentuk pengawasan yang akan dilakukan, terutama apabila pola pelaksanaan MBG masih mempertahankan desain yang sama.</p>
<p class="isSelectedEnd">“Karena kalau desain tetap seperti ini, menurut saya tidak akan banyak berubah. Kita akan tetap masih melihat kasus-kasus keracunan terjadi,” pungkasnya.</p>
<p class="isSelectedEnd">Berdasarkan data surveilans Kementerian Kesehatan per 2 September 2026, jumlah masyarakat yang terdampak keracunan makanan terkait program MBG tercatat mencapai <strong>50.059 orang</strong> dari <strong>560 kejadian</strong> yang tersebar di <strong>245 kabupaten/kota</strong>.</p>
<p>Besarnya jumlah kasus tersebut membuat evaluasi terhadap mekanisme keamanan pangan MBG menjadi semakin penting. Charles menilai perbaikan tidak cukup hanya dengan menambah pengawasan, tetapi juga perlu menyentuh desain operasional program agar risiko keracunan dapat ditekan sejak awal.</p>
<p>The post <a href="https://triggernetmedia.com/2026/09/10/dpr-soroti-desain-mbg-keterlibatan-bpom-dinilai-tak-cukup-cegah-keracunan/">DPR Soroti Desain MBG, Keterlibatan BPOM Dinilai Tak Cukup Cegah Keracunan</a> appeared first on <a href="https://triggernetmedia.com">Trigger Netmedia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Hari Fisioterapi Sedunia, RSUD SSMA Ajak Warga Cek Kebugaran Sejak Dini</title>
		<link>https://triggernetmedia.com/2026/09/08/hari-fisioterapi-sedunia-rsud-ssma-ajak-warga-cek-kebugaran-sejak-dini/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[TriggerNetMedia]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 08 Sep 2026 05:59:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Kilas Kalbar]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Pelayanan Publik]]></category>
		<category><![CDATA[Pontianak]]></category>
		<category><![CDATA[# fisioterapi]]></category>
		<category><![CDATA[# RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie]]></category>
		<category><![CDATA[6-Minute Walk Test (6MWT)]]></category>
		<category><![CDATA[aktivitas fisik]]></category>
		<category><![CDATA[Fukuda Stepping Test]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Fisioterapi Sedunia 2026]]></category>
		<category><![CDATA[Keseimbangan tubuh]]></category>
		<category><![CDATA[Pencegahan penyakit kardiovaskular]]></category>
		<category><![CDATA[Skrining kebugaran]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://triggernetmedia.com/?p=136206</guid>

					<description><![CDATA[<p>triggernetmedia.com – Masyarakat diajak lebih aktif mengenali kondisi kebugaran dan keseimbangan tubuh sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan sejak dini. Pesan tersebut disampaikan RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie (SSMA) Kota Pontianak melalui kegiatan skrining kebugaran dalam rangka memperingati Hari Fisioterapi Sedunia 2026. Mengusung tema “Melangkah untuk Sehat”, kegiatan yang digelar Selasa (8/9/2026) itu menjadi sarana [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://triggernetmedia.com/2026/09/08/hari-fisioterapi-sedunia-rsud-ssma-ajak-warga-cek-kebugaran-sejak-dini/">Hari Fisioterapi Sedunia, RSUD SSMA Ajak Warga Cek Kebugaran Sejak Dini</a> appeared first on <a href="https://triggernetmedia.com">Trigger Netmedia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>triggernetmedia.com –</p>
<p class="isSelectedEnd">Masyarakat diajak lebih aktif mengenali kondisi kebugaran dan keseimbangan tubuh sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan sejak dini. Pesan tersebut disampaikan RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie (SSMA) Kota Pontianak melalui kegiatan skrining kebugaran dalam rangka memperingati Hari Fisioterapi Sedunia 2026.</p>
<p class="isSelectedEnd">Mengusung tema <strong>“Melangkah untuk Sehat”</strong>, kegiatan yang digelar Selasa (8/9/2026) itu menjadi sarana edukasi sekaligus pemeriksaan awal bagi masyarakat mengenai kemampuan fisik, keseimbangan, dan aktivitas tubuh.</p>
<p class="isSelectedEnd">Tim fisioterapis RSUD SSMA melakukan skrining dengan dua metode, yakni <strong>6-Minute Walk Test (6MWT)</strong> dan <strong>Fukuda Stepping Test</strong>.</p>
<p class="isSelectedEnd">Fisioterapis RSUD SSMA Deni Dwi Yulianti menjelaskan, kedua pemeriksaan tersebut dapat memberikan gambaran awal mengenai kemampuan fungsional, kebugaran, serta keseimbangan seseorang.</p>
<p class="isSelectedEnd">Melalui 6-Minute Walk Test, peserta berjalan selama enam menit. Tes tersebut digunakan untuk melihat kemampuan tubuh dalam menjalankan aktivitas fisik sekaligus memberikan gambaran mengenai toleransi terhadap aktivitas.</p>
<p class="isSelectedEnd">Sementara Fukuda Stepping Test dilakukan dengan melangkah di tempat untuk menilai keseimbangan dan orientasi tubuh. Pemeriksaan ini dapat membantu mengetahui adanya kecenderungan gangguan keseimbangan yang selanjutnya dapat diperiksa lebih lanjut oleh tenaga kesehatan.</p>
<p class="isSelectedEnd">“<strong>Kedua pemeriksaan ini merupakan bagian dari skrining untuk memberikan gambaran mengenai kemampuan fungsional, kebugaran, serta keseimbangan tubuh</strong>,” ujar Deni.</p>
<p class="isSelectedEnd">Menurutnya, pemeriksaan kebugaran tidak harus menunggu seseorang mengalami keluhan. Dengan mengetahui kondisi tubuh lebih awal, masyarakat dapat menyesuaikan aktivitas fisik agar tetap aman dan sesuai dengan kemampuan masing-masing.</p>
<p class="isSelectedEnd">“Kita tidak harus menunggu sakit untuk mulai bergerak. Mengenali kemampuan tubuh dan menjaganya melalui aktivitas fisik yang sesuai merupakan bagian penting dalam mempertahankan kualitas hidup,” katanya.</p>
<p class="isSelectedEnd">Deni juga menekankan bahwa menjaga kebugaran tidak selalu identik dengan olahraga berat. Aktivitas fisik yang dilakukan secara rutin, terukur, dan disesuaikan dengan kondisi individu dapat menjadi bagian dari pola hidup sehat.</p>
<p class="isSelectedEnd">Momentum Hari Fisioterapi Sedunia sekaligus dimanfaatkan RSUD SSMA untuk memperluas pemahaman masyarakat mengenai fungsi fisioterapi. Layanan fisioterapi tidak hanya diberikan kepada pasien yang mengalami cedera atau penyakit, tetapi juga berperan dalam menjaga kebugaran, meningkatkan kemampuan bergerak, mencegah keterbatasan fungsi, dan menunjang kualitas hidup.</p>
<p class="isSelectedEnd">Menurut Deni, aktivitas fisik yang dilakukan secara konsisten juga menjadi salah satu bagian penting dalam menjaga kesehatan tubuh serta mengurangi risiko berbagai gangguan kesehatan.</p>
<p class="isSelectedEnd">“Melangkah untuk sehat bukan sekadar tentang seberapa jauh kita berjalan, tetapi tentang bagaimana setiap langkah menjadi bagian dari upaya menjaga kualitas hidup,” tuturnya.</p>
<p class="isSelectedEnd">Ia mengajak masyarakat menjadikan gerak aktif sebagai bagian dari keseharian sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap kondisi tubuh.</p>
<p>“<strong>Mari bergerak, melangkah, dan bersama-sama menjaga kesehatan serta mencegah risiko penyakit kardiovaskular dan stroke</strong>,” pungkasnya.</p>
<p>The post <a href="https://triggernetmedia.com/2026/09/08/hari-fisioterapi-sedunia-rsud-ssma-ajak-warga-cek-kebugaran-sejak-dini/">Hari Fisioterapi Sedunia, RSUD SSMA Ajak Warga Cek Kebugaran Sejak Dini</a> appeared first on <a href="https://triggernetmedia.com">Trigger Netmedia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kabut Asap Karhutla, Masyarakat Diimbau Jaga Kebersihan dan Gunakan Masker dengan Benar</title>
		<link>https://triggernetmedia.com/2026/09/03/kabut-asap-karhutla-masyarakat-diimbau-jaga-kebersihan-dan-gunakan-masker-dengan-benar/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[TriggerNetMedia]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 03 Sep 2026 13:40:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Kilas Kalbar]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Pelayanan Publik]]></category>
		<category><![CDATA[Pontianak]]></category>
		<category><![CDATA[# Perilaku Hidup Bersih dan Sehat]]></category>
		<category><![CDATA[Kabut asap karhutla]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan pernapasan]]></category>
		<category><![CDATA[Pencegahan gangguan kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[penggunaan masker]]></category>
		<category><![CDATA[RSUD SSMA Kota Pontianak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://triggernetmedia.com/?p=136077</guid>

					<description><![CDATA[<p>triggernetmedia.com – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga berpotensi menimbulkan berbagai gangguan kesehatan, terutama pada sistem pernapasan. Karena itu, masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat serta membatasi paparan udara yang tidak sehat. Perawat Nova Harviana mengatakan, menjaga kebersihan diri menjadi salah satu [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://triggernetmedia.com/2026/09/03/kabut-asap-karhutla-masyarakat-diimbau-jaga-kebersihan-dan-gunakan-masker-dengan-benar/">Kabut Asap Karhutla, Masyarakat Diimbau Jaga Kebersihan dan Gunakan Masker dengan Benar</a> appeared first on <a href="https://triggernetmedia.com">Trigger Netmedia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>triggernetmedia.com – </strong>Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga berpotensi menimbulkan berbagai gangguan kesehatan, terutama pada sistem pernapasan. Karena itu, masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat serta membatasi paparan udara yang tidak sehat.</p>
<p class="isSelectedEnd">Perawat Nova Harviana mengatakan, menjaga kebersihan diri menjadi salah satu upaya sederhana yang dapat dilakukan untuk membantu menjaga kesehatan selama kondisi kabut asap berlangsung.</p>
<p class="isSelectedEnd">Hal tersebut disampaikannya saat memberikan edukasi kepada pasien dan pengunjung RSUD SSMA Kota Pontianak, Kamis (3/9/2026).</p>
<p class="isSelectedEnd">“Cuci tangan merupakan kebiasaan sederhana, tetapi sangat penting untuk menjaga kebersihan dan mencegah masuknya kuman ke dalam tubuh. Apalagi dalam kondisi kabut asap seperti sekarang, masyarakat perlu lebih memperhatikan kebersihan diri,” ujarnya.</p>
<p class="isSelectedEnd">Menurut Nova, selain mencuci tangan, masyarakat juga perlu memperhatikan cara penggunaan masker. Masker harus dikenakan dengan benar agar bagian wajah yang menjadi jalur masuk udara dapat terlindungi secara optimal.</p>
<p class="isSelectedEnd">“Masker harus menutup hidung, mulut, hingga dagu. Jangan digunakan hanya menutupi mulut atau diletakkan di bawah dagu karena pemakaiannya menjadi tidak efektif,” jelasnya.</p>
<p class="isSelectedEnd">Ia juga meminta masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara berada dalam kondisi tidak sehat. Perhatian lebih perlu diberikan kepada kelompok rentan, seperti anak-anak, lansia, serta masyarakat yang memiliki gangguan pada sistem pernapasan.</p>
<p class="isSelectedEnd">Nova mengingatkan masyarakat untuk tidak mengabaikan gejala kesehatan yang muncul selama terpapar kabut asap. Batuk berkepanjangan, sesak napas, iritasi mata, tenggorokan terasa perih, maupun kondisi tubuh yang semakin memburuk perlu segera mendapat perhatian.</p>
<p class="isSelectedEnd">“Kalau sudah mengalami keluhan seperti sesak napas atau batuk yang terus-menerus, sebaiknya segera mendapatkan pemeriksaan dan jangan menunggu sampai kondisinya semakin berat,” imbuhnya.</p>
<p class="isSelectedEnd">Ia berharap masyarakat tidak menganggap ringan dampak kabut asap akibat karhutla. Menurutnya, menjaga kebersihan diri, menggunakan masker dengan tepat, mengurangi aktivitas di luar ruangan, dan menjaga kondisi tubuh merupakan langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan.</p>
<p>“Yang paling penting adalah masyarakat tetap waspada dan menjaga kesehatan. Jangan menganggap remeh dampak asap karhutla karena kesehatan harus menjadi prioritas,” pungkasnya.</p>
<p>The post <a href="https://triggernetmedia.com/2026/09/03/kabut-asap-karhutla-masyarakat-diimbau-jaga-kebersihan-dan-gunakan-masker-dengan-benar/">Kabut Asap Karhutla, Masyarakat Diimbau Jaga Kebersihan dan Gunakan Masker dengan Benar</a> appeared first on <a href="https://triggernetmedia.com">Trigger Netmedia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Karhutla Ancam Habitat Satwa Endemik Kalimantan</title>
		<link>https://triggernetmedia.com/2026/09/03/karhutla-ancam-habitat-satwa-endemik-kalimantan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[TriggerNetMedia]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 02 Sep 2026 21:53:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Parlementaria]]></category>
		<category><![CDATA[Sorotan]]></category>
		<category><![CDATA[# Keanekaragaman Hayati]]></category>
		<category><![CDATA[# kementerian lingkungan hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Anggrek Kalimantan]]></category>
		<category><![CDATA[Bekantan]]></category>
		<category><![CDATA[Burung rangkong]]></category>
		<category><![CDATA[Dampak ekologis]]></category>
		<category><![CDATA[flora dan fauna]]></category>
		<category><![CDATA[Habitat satwa]]></category>
		<category><![CDATA[kalimantan]]></category>
		<category><![CDATA[Karhutla]]></category>
		<category><![CDATA[Kebakaran Hutan dan Lahan]]></category>
		<category><![CDATA[Kementerian Kehutanan]]></category>
		<category><![CDATA[Kerusakan ekosistem]]></category>
		<category><![CDATA[komisi IV DPR RI]]></category>
		<category><![CDATA[Konflik satwa dan manusia]]></category>
		<category><![CDATA[Koridor satwa]]></category>
		<category><![CDATA[Mitigasi satwa]]></category>
		<category><![CDATA[orang utan]]></category>
		<category><![CDATA[Pencegahan Karhutla]]></category>
		<category><![CDATA[Penyelamatan satwa]]></category>
		<category><![CDATA[Perlindungan keanekaragaman hayati]]></category>
		<category><![CDATA[Pohon ulin]]></category>
		<category><![CDATA[Protokol tanggap darurat satwa]]></category>
		<category><![CDATA[Rajiv]]></category>
		<category><![CDATA[Satwa endemik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://triggernetmedia.com/?p=136068</guid>

					<description><![CDATA[<p>triggernetmedia.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Kalimantan tidak hanya berdampak pada kesehatan masyarakat akibat kabut asap. Kerusakan hutan juga mengancam habitat dan keberlangsungan satwa serta flora endemik yang menjadi bagian penting dari kekayaan hayati Indonesia. Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Rajiv, mengatakan karhutla dapat menimbulkan dampak ekologis jangka [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://triggernetmedia.com/2026/09/03/karhutla-ancam-habitat-satwa-endemik-kalimantan/">Karhutla Ancam Habitat Satwa Endemik Kalimantan</a> appeared first on <a href="https://triggernetmedia.com">Trigger Netmedia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>triggernetmedia.com – </strong>Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Kalimantan tidak hanya berdampak pada kesehatan masyarakat akibat kabut asap. Kerusakan hutan juga mengancam habitat dan keberlangsungan satwa serta flora endemik yang menjadi bagian penting dari kekayaan hayati Indonesia.</p>
<p class="isSelectedEnd">Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Rajiv, mengatakan karhutla dapat menimbulkan dampak ekologis jangka panjang apabila tidak ditangani secara serius sejak awal.</p>
<p class="isSelectedEnd">“Karhutla tidak hanya menimbulkan kabut asap dan mengganggu kesehatan masyarakat, tetapi juga mengancam keberlangsungan berbagai flora dan satwa endemik yang menjadi kekayaan alam Indonesia,” kata Rajiv kepada wartawan, Rabu (2/9/2026).</p>
<p class="isSelectedEnd">Menurutnya, Kalimantan merupakan salah satu kawasan yang memiliki keanekaragaman hayati penting. Kebakaran hutan dapat menyebabkan hilangnya habitat berbagai satwa langka, di antaranya burung rangkong, bekantan dan orang utan.</p>
<p class="isSelectedEnd">Tidak hanya satwa, kebakaran juga mengancam keberadaan flora khas Kalimantan seperti pohon ulin dan berbagai jenis anggrek. Kerusakan hutan berarti hilangnya ekosistem yang menjadi sumber makanan, air dan tempat berlindung bagi satwa.</p>
<p class="isSelectedEnd">“Bayangkan, Pulau Kalimantan memiliki banyak flora dan fauna langka. Ketika hutan terbakar, yang hilang bukan hanya pepohonan, melainkan juga sumber makanan, air dan akhirnya habitat. Satwa endemik dan kekayaan genetik kita berpotensi musnah,” ujarnya.</p>
<p class="isSelectedEnd">Rajiv menegaskan, ancaman terhadap satwa tidak otomatis berakhir setelah api berhasil dipadamkan. Satwa yang berhasil menyelamatkan diri dapat keluar dari habitatnya untuk mencari makanan maupun tempat berlindung.</p>
<p class="isSelectedEnd">Pergerakan satwa ke luar habitat tersebut berpotensi meningkatkan interaksi dengan manusia. Satwa yang kehilangan habitat dapat memasuki kawasan perkebunan, hutan sekunder hingga permukiman warga, sehingga risiko konflik satwa-manusia semakin besar.</p>
<p class="isSelectedEnd">“Kita harus mengantisipasi dan melakukan mitigasi keberadaan satwa yang selamat dan keluar menuju kawasan perkebunan, hutan sekunder atau permukiman, karena risiko konflik antara satwa dan manusia semakin meningkat,” katanya.</p>
<p class="isSelectedEnd">Karena itu, Rajiv meminta pemerintah mengubah pola penanganan karhutla dari yang selama ini cenderung reaktif menjadi lebih mengedepankan pencegahan. Menurutnya, titik panas harus segera ditindaklanjuti agar kebakaran dapat dikendalikan sebelum meluas.</p>
<p class="isSelectedEnd">Di sisi lain, ia mendorong pemerintah menyiapkan mekanisme khusus untuk menyelamatkan satwa yang terdampak karhutla. Penanganan satwa dinilai perlu menjadi bagian dari strategi penanggulangan bencana kebakaran hutan dan lahan.</p>
<p class="isSelectedEnd">Rajiv meminta Kementerian Kehutanan bersama Kementerian Lingkungan Hidup memiliki protokol tanggap darurat satwa. Protokol tersebut mencakup pemetaan kawasan perlindungan dan koridor satwa, upaya evakuasi, penanganan medis hingga penyediaan habitat sementara bagi satwa yang kehilangan tempat hidupnya.</p>
<p>Menurutnya, perlindungan terhadap satwa dan habitat harus berjalan beriringan dengan upaya pemadaman serta pencegahan karhutla. Dengan demikian, penanganan kebakaran tidak hanya menyelamatkan kawasan hutan dari api, tetapi juga menjaga keberlangsungan ekosistem dan keanekaragaman hayati Kalimantan.</p>
<p>The post <a href="https://triggernetmedia.com/2026/09/03/karhutla-ancam-habitat-satwa-endemik-kalimantan/">Karhutla Ancam Habitat Satwa Endemik Kalimantan</a> appeared first on <a href="https://triggernetmedia.com">Trigger Netmedia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
