triggernetmedia.com – Penyakit jantung telah menjadi salah satu penyebab kematian utama di Indonesia. Namun, para ahli mengatakan bahwa penyakit ini dapat dicegah dengan melakukan perubahan gaya hidup sehat.
Menurut Aditya Pradhana, Dokter Spesialis Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah di Rumah Sakit Umum Daerah Sultan Syarif Mohamad Alkadrie (RSUD SSMA), berdasarkan data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), penyakit kardiovaskular, yang melibatkan gangguan pada jantung dan pembuluh darah, menyumbang hingga 17 juta kematian setiap tahun, atau satu dari tiga kematian di seluruh dunia.
“Jadi memang penyebab kematian saat ini adalah jantung dan pembuluh darah sehingga melalui program pemerintah dibuka layanan kesehatan Kanker, Jantung, Stroke, dan Uronefrologi (KJSU) sebagai fokusnya,” terangnya, Selasa (12/9).
Aditya menjelaskan bahwa RSUD SSMA telah menjadi salah satu fasilitas kesehatan dalam jejaring kardiovaskular dengan strata Madya, yang memungkinkan mereka untuk memberikan pelayanan Kardiovaskular yang komprehensif, mulai dari diagnosis hingga terapi intervensi.
“Saat ini, layanan yang sudah bisa kami lakukan termasuk pemeriksaan USG Jantung atau Ekokardiografi, tes treadmill untuk mendeteksi sumbatan pembuluh darah jantung, dan diagnosis aritmia,” jelasnya.
Selain menjelaskan tentang penanganan pasien penyakit jantung, Aditya juga membagikan tips untuk mencegah penyakit jantung.
Pertama, ia menyarankan untuk berolahraga secara teratur. Kedua, berhenti merokok. Ketiga, menghindari makanan yang tinggi lemak, dan memperbanyak konsumsi makanan yang mengandung serat. Terakhir, menjaga berat tubuh agar tidak mengalami obesitas.
“Penyebab utama penyakit jantung saat ini adalah pola hidup yang tidak sehat, di mana aktivitas fisik yang kurang dan pola makan yang tidak seimbang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung,” tambahnya.
Aditya mendorong masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan di fasilitas kesehatan yang ada atau di RSUD SSMA sebagai langkah pencegahan. Melalui medical check-up, kondisi kesehatan dapat dipantau dengan baik.
“Sebaiknya kita memulai medical check-up, terutama wanita di atas 55 tahun atau yang sudah memasuki masa menopause, dan pria di atas 45 tahun untuk memeriksa kadar kolesterol dan menjalani pemeriksaan lanjutan seperti rontgen dan treadmill,” ujar Aditya.
Direktur Unit Pelaksana Teknis (UPT) RSUD SSMA, Eva Nurfarihah, menyatakan dukungannya terhadap RSUD SSMA sebagai jejaring penatalaksanaan penyakit jantung.
Mereka juga mengirimkan perawat untuk mengikuti pelatihan persiapan Cath Lab, salah satu bentuk intervensi dalam kateterisasi jantung.
“Kami juga memfasilitasi dokter-dokter kami untuk terus meningkatkan pengetahuan mereka tentang perawatan jantung darurat dan tindakan intervensi jantung,” ungkap Eva.
Eva berharap bahwa selain pengobatan, upaya pencegahan akan lebih dikedepankan dengan memperbaiki pola hidup yang sehat, sehingga penyakit jantung dapat dihindari.
“Pengobatan harus mengikuti saran dan petunjuk dari dokter, jangan sampai tidak berobat atau obat tidak diminum. Selain itu, rutin berolahraga dan menjaga pola hidup yang sehat juga sangat penting,” pungkasnya.




