triggernetmedia.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa merespons isu pencopotan Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan Luky Alfirman yang dikaitkan dengan pengadaan motor listrik untuk Badan Gizi Nasional (BGN).
Saat dikonfirmasi di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (11/5/2026), Purbaya tidak memberikan jawaban tegas terkait isu tersebut.
“Mungkin Anda tebak saja sendiri,” ujar Purbaya.
Sebelumnya, Luky Alfirman dicopot dari jabatan Direktur Jenderal Anggaran pada April 2026. Selain Luky, Purbaya juga mencopot Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Kemenkeu Febrio Kacaribu.
Berdasarkan informasi yang beredar, pencopotan Luky disebut berkaitan dengan lolosnya anggaran pengadaan motor listrik untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) Badan Gizi Nasional.
Purbaya sebelumnya mengakui adanya kelemahan pada sistem perangkat lunak Direktorat Jenderal Anggaran sehingga pengadaan motor listrik BGN sempat lolos meski telah ditolak.
“Waktu kita sudah menolak beli motor untuk BGN. Jadi sudah saya tolak,” kata Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa edisi Maret 2026 di Jakarta.
Menurut dia, terdapat celah dalam sistem perangkat lunak yang memungkinkan pengadaan tersebut tetap masuk dalam proses anggaran.
Karena itu, Kementerian Keuangan melakukan perbaikan sistem untuk memperketat pengawasan terhadap belanja kementerian dan lembaga.
Sementara itu, Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana mengatakan pengadaan motor listrik tersebut telah direncanakan dalam anggaran 2025 untuk mendukung operasional Program Makan Bergizi Gratis.
Menurut Dadan, motor listrik akan digunakan untuk menunjang mobilitas Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).



