triggernetmedia.com – Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji, memaparkan Aplikasi SIPPOHON Kalbar kepada Tim Penilai Satya Lencana Wirakarya Bidang Pemerintahan Dalam Pengelolaan, Pengembangan, dan Pembangunan Kelautan. Acara tersebut berlangsung di Balai Petitih Kantor Gubernur Kalbar, Jumat (1/9).
Aplikasi SIPPOHON Kalbar, yang dijelaskan oleh Gubernur Sutarmidji, memiliki tujuan untuk melakukan pendataan pohon yang dapat mengukur CO2 dan biomassa, sehingga membantu dalam pengendalian suhu di wilayah tersebut.
Aplikasi ini dapat diunduh melalui Play Store dan dapat digunakan untuk memesan penanaman dan pendataan pohon.
“Aplikasi ini berguna untuk pendataan pohon yang dapat kita hitung CO2, biomassanya, sehingga dengan ini, kita dapat mengendalikan suhu di suatu wilayah. Aplikasi ini mudah diperoleh, dapat di unduh di playstore, juga bisa digunakan untuk memesan penanaman dan pendataan pohon,” ungkap Sutarmidji..
Gubernur juga menyebutkan bahwa salah satu kendala dalam penggunaan aplikasi ini adalah keterbatasan jaringan internet di Kalimantan Barat, di mana masih ada 40 persen blank spot.
Namun, jika masalah ini dapat diatasi, aplikasi ini memiliki potensi untuk memungkinkan orang di seluruh dunia untuk menanam mangrove melalui SIPPOHON, dengan kemampuan untuk memantau pertumbuhan pohon tersebut.
Sutarmidji menjelaskan pentingnya aplikasi ini dalam konteks pelestarian alam Kalimantan Barat yang kaya akan keanekaragaman hayati.
“Danau Sentarum dan Betung Kerihun itu sudah betul-betul ditetapkan sebagai paru-paru dunia jadi tidak bisa diapa-apakan kita hanya menjaga agar tetap lestari dan tidak rusak,” katanya.
Gubernur juga menyoroti manfaat ekologi dari tanaman mangrove, yang meliputi peran mereka sebagai habitat bagi berbagai spesies hewan, perlindungan terhadap bencana alam seperti abrasi pantai.
“Mangrove juga dapat membantu perekonomian masyarakat sebagai tempat wisata, bahkan bisa dijadikan sebagai bahan untuk obat – obatan,” timpalnya.
Dalam paparannya, Gubernur juga memberikan wawasan tentang upaya pemeliharaan dan pelestarian mangrove di Kalimantan Barat.
Sekretaris Daerah Provinsi Kalbar, Harisson, dan sejumlah kepala perangkat daerah provinsi turut hadir dalam acara tersebut.



