triggernetmedia.com – Bertempat di Ruang Praja I Kantor Gubernur Kalimantan Barat, tiga Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kalbar melaksanakan upacara penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU), Senin (28/8).
Tujuan utama dari perjanjian ini adalah untuk memperkuat kerjasama dan sinergitas antara tiga perusahaan, yaitu PT. Bank Kalbar, PT. Jamkrida, dan PT. Perusda.
Para saksi penting dari acara ini meliputi Gubernur Kalbar, Sutarmidji, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kalbar, perwakilan dari Bank Indonesia Kalbar, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, serta pengawas dari direksi masing-masing perusahaan.
Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) serta Perjanjian Kerjasama (PKS) BUMD Provinsi Kalimantan Barat disaksikan oleh para pihak yang hadir. Gubernur Kalbar, Sutarmidji, dalam pernyataannya menyebutkan bahwa langkah ini dilakukan untuk memperkuat kolaborasi di antara mereka.
Dalam penjelasannya, Sutarmidji menyebutkan bahwa ketiga BUMD ini telah memberikan kontribusi yang signifikan terhadap keuntungan bagi Provinsi Kalimantan Barat. Khususnya, PT. Bank Kalbar dan PT. Jamkrida telah mampu menyumbang hampir 100 miliar dalam keuntungan untuk Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Namun, Sutarmidji juga menyoroti beberapa perhatian. Ia mengingatkan bahwa PT. Jamkrida memiliki peran penting dalam bidang penjaminan, yang memerlukan peningkatan modal sebagai bentuk kemampuan dalam memberikan jaminan.
“Hanya sayangnya PT. Jamkrida ini penjaminan, sehingga perlu tampilan modal kemampuan menjamin. Kemarin itu keuntungan dibagi terlalu besar, seharusnya ditahan untuk penambahan modal. Sehingga sekarang dengan bekerjasama dengan Bank Kalbar bisa tampil lebih bagus,” ungkap Sutarmidji.
Lebih lanjut, dalam upaya untuk mengoptimalkan kinerja PT. Aneka Usaha, Gubernur Kalbar meminta agar semua unit usaha BUMD memiliki izin resmi serta peralatan kerja yang memadai.
Hal ini juga mencakup kontraktor di proyek-proyek pemerintah, serta segala usaha yang berperan dalam pengendalian inflasi. Sutarmidji menjelaskan bahwa langkah ini telah berjalan melalui kerjasama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), yang berfokus pada pengembangan petani melalui penampungan hasil panen.
“Saya juga berharap agar PT. Aneka Usaha dapat bekerjasama dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) dalam distribusi. Meskipun keuntungannya mungkin tidak terlalu besar, namun ini akan membantu pemerintah dalam menjaga harga elpiji yang stabil. Ini tidak hanya tentang usaha mencari keuntungan, tetapi juga tentang bermitra dengan pemerintah untuk suksesnya program-program khusus,” ujar Sutarmidji.




