triggernetmedia.com – Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, mengajak Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Pontianak untuk meningkatkan kualitas pelayanan prima kepada masyarakat, dengan fokus pada pemanfaatan teknologi informasi.
Pernyataan ini dilontarkan oleh Wali Kota usai memberikan sambutan dalam acara Pelatihan ASN Berintegritas “The Agent of Service Excellence”, yang berlangsung di Aula Sultan Syarif Abdurrahman (SSA), Selasa (8/8).
Edi Rusdi Kamtono menjelaskan bahwa, terutama bagi perangkat daerah yang berinteraksi langsung dengan masyarakat, seperti front office di tingkat kelurahan dan dinas-dinas, penting bagi mereka untuk meningkatkan jiwa pelayanan.
Salah satu aspek penting yang harus dimiliki oleh pelayan adalah empati atau kemampuan untuk memahami perasaan orang lain, Ia juga menekankan bahwa kehadiran mereka sebagai pelayan seringkali berfungsi sebagai pendengar bagi keluhan dan masalah yang dihadapi masyarakat.
“Masyarakat menginginkan pelayanan yang cepat, ramah, dan terjangkau. Ini adalah implementasi dari visi dan misi Kota Pontianak,” tegas Wali Kota.

Dalam acara tersebut, narasumber dari Bank BCA diundang sebagai pembicara, pemilihan narasumber ini didasarkan pada kompetensinya dalam memberikan pelayanan berkualitas tinggi.
Wali Kota mengajak ASN di lingkungan Pemkot Pontianak untuk belajar dari pengalaman Bank BCA, terutama dalam hal keramahan layanan yang ditunjukkan oleh Satpam BCA.
“Tingkat pelayanannya sangat baik, dan pengalaman ini bisa diterapkan dalam instansi pemerintah daerah,” tambahnya.
Edi Rusdi Kamtono juga membahas tentang risiko yang dihadapi oleh ASN dalam menerima kritik dan masukan dari masyarakat.
Ia menegaskan bahwa penerimaan kritik adalah bagian dari tugas seorang pegawai, dan penting untuk menerima kritik tersebut tanpa membalas dengan emosi negatif.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Pontianak, Yuni Rosdiah, menjelaskan bahwa pelatihan ini khusus ditujukan bagi ASN yang berinteraksi langsung dengan keluhan masyarakat, seperti dalam hal perizinan dan layanan kesehatan.
Yuni menambahkan bahwa materi pelatihan kali ini berasal dari sektor swasta, yang dapat memberikan inspirasi positif terutama dalam hal etos kerja.
“Selama pelatihan, akan disosialisasikan mengenai pentingnya integritas ASN, dengan materi yang diberikan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI. Pelatihan ini juga mencakup sesi daring untuk mengakomodasi keterbatasan ruang,” ungkapnya.
sumber berita: kominfo/prokopim




