triggernetmedia.com – Pusat Koperasi Wanita Pengusaha Indonesia (Puskowapi) Kalimantan Barat telah meraih apresiasi dan dukungan Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, atas upaya mereka dalam membentuk 18 warung posko pangan di Kota Pontianak.
Warung posko pangan ini menghadirkan berbagai paket sembako dengan harga relatif lebih terjangkau daripada harga pasaran, sebuah langkah hebat untuk membantu masyarakat, khususnya yang berpenghasilan rendah.
Wali Kota Edi Rusdi Kamtono menganggap inisiatif ini sebagai solusi yang signifikan bagi masyarakat yang memerlukan bantuan dalam memenuhi kebutuhan dasar mereka.
“Kepekaan Puskowapi terhadap kebutuhan dasar masyarakat dan komitmen mereka dalam membantu meringankan beban finansial warga yang berpenghasilan rendah patut diacungi jempol,” ujar Edi usai meresmikan Toko Ibu Mahlina sebagai Posko Pangan di Jalan Rajawali Kelurahan Mariana Kecamatan Pontianak Kota pada Selasa (8/8).
Edi menekankan bahwa keberadaan posko pangan ini mencerminkan kerjasama yang kuat dalam memberikan akses harga bahan pokok yang terjangkau kepada masyarakat.
Ia juga menyoroti potensi kerja sama dengan distributor, agen kebutuhan pokok, BUMD, BUMN, dan sektor usaha lainnya untuk memberikan subsidi pada bahan pokok agar harga dapat dijaga di bawah harga pasaran.

“Kami berharap melalui kerja sama ini, harga-harga bahan pokok dapat lebih terjangkau, serta inflasi dan kelangkaan dapat dikendalikan, berkontribusi pada kesejahteraan masyarakat,” papar Edi.
Selain itu, ia berharap agar model ini berkembang lebih lanjut, bukan hanya sebagai posko pangan, tetapi juga sebagai mini market dengan harga terjangkau bagi kebutuhan pokok.
Mahlina, pemilik toko posko pangan, menjelaskan bahwa tujuan utama dari inisiatif ini adalah menyediakan bahan pangan dengan harga yang terjangkau dan lebih rendah dari harga pasar.
Dengan beragam paket sembako, mulai dari Rp45 ribu hingga Rp500 ribu, toko ini mampu memenuhi kebutuhan pangannya bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Isi paket tersebut mencakup minyak goreng, gula, tepung, beras, mie instan, dan lainnya sesuai kebutuhan dan daya beli masyarakat.
sumber berita: prokopim




