triggernetmedia.com – Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji, dan Tokoh Nasional asal Kalimantan Barat, Oesman Sapta Odang (OSO), melakukan ziarah ke Makam Pangeran Ratu H. Winata Kusuma dan bersilaturahmi dengan Pangeran dan Kerabat Keraton Kesultanan Sambas pada Rabu (19/7).
Setelah ziarah makam, Sutarmidji dan OSO mengunjungi Keraton Alwatzikhobillah dan disambut dengan upacara adat Tepung Tawar.
Upacara ini memiliki makna memohon keselamatan dan terhindar dari sesuatu yang tidak diinginkan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
Dalam sambutannya, Gubernur Sutarmidji mengungkapkan bahwa awalnya, pembangunan Waterfront City bertujuan untuk merapikan kawasan istana agar menjadi objek wisata.
Namun, pembangunan mengalami kendala sehingga tertunda, Sutarmidji juga menyatakan komitmennya untuk memperbaiki jalan-jalan di daerah Sambas dan mengatasi kendala dalam pembangunan, termasuk pengerjaan Jalan Padat Karya, pembangunan SMK Terpadu, dan hibah untuk Politeknik.
“Awalnya, pembangunan Waterfront City adalah untuk menata kawasan istana ini supaya lebih rapi dan menjadi objek wisata, tapi mengalami permasalahan hingga menjadi tertunda,” jelas Sutarmidji dalam sambutannya.
Gubernur juga berharap agar seluruh desa di Kabupaten Sambas bisa berstatus Desa Mandiri, Dia menyatakan bahwa jika Pemerintah Kabupaten Sambas serius, maka desa-desa yang saat ini masih berstatus Desa Maju dapat menjadi Desa Mandiri.
“Jika semuanya sudah menjadi Desa Mandiri, maka Sambas akan menjadi satu-satunya di Indonesia yang semua desanya sudah berstatus mandiri. Untuk tahun ini saja, salah satu desa di Kabupaten Sambas, yaitu Desa Sekura sudah berada di peringkat ke-16 dari 50.000 desa di Indonesia. Bahkan, ada BUMDES yang menjadi percontohan nasional yaitu Desa Sejiram,” tutup Gubernur Kalbar.
Sementara itu, Tokoh Nasional OSO mengungkapkan perasaan senangnya bisa bertemu dengan anak teman sahabatnya, yaitu Pangeran Sambas.
Ia menyoroti pentingnya dukungan pemerintah daerah dalam menyelamatkan sejarah bangsa, khususnya Kerajaan Sambas.
Penerus Keraton Sambas, yang akan menjadi raja, dipuji oleh OSO karena berpikir secara modern dengan latar belakang pendidikan hingga tingkat S2 dan akan segera meraih gelar Doktor.
“Saya melihat Beliau membangun kerajaan dan patuh terhadap aturan-aturan yang diatur negara. Sebagai alat dari kerajaan nusantara ini, Beliau betul-betul mematuhi aturan yang ada, sehingga tentunya banyak hambatan-hambatan yang perlu didukung oleh pemerintah daerah. Di sini ada Gubernur, Pemerintah Kabupaten, sehingga dapat menyelamatkan sesuatu yang telah terjadi sebagai sejarah bangsa, yaitu Kerajaan Sambas,” ungkap OSO.
Ia berharap bahwa kepemimpinan saat ini dapat membawa dampak positif bagi peningkatan kehidupan sosial ekonomi di daerah tersebut.
Pangeran Ratu Muhammad Tarhan bin Pangeran Ratu Winata Kesuma, yang mewakili Kerajaan Sambas, menyampaikan rasa terima kasih atas kunjungan Gubernur Kalbar dan Tokoh Nasional Kalbar.
Acara silaturahmi tersebut dihadiri oleh berbagai tokoh dan perwakilan dari Kabupaten Sambas dan Provinsi Kalimantan Barat.





