triggernetmedia.com – Komandan Lanal Ketapang Letkol Laut (P) Bambang Nugroho, M.Tr.Opsla mengaku menerima informasi kapal TB. Rita 103 yang sedang berlayar dari Sungai Kendawangan menuju loading point 3 pada posisi 2⁰29’5″ U – 109⁰54’26” T (jarak kurang lebih 20 Nm dari Sungai Kendawangan) pada Rabu (20/7/2022) dikabarkan tenggelam.
Menindaklanjuti informasi tersebut, Komandan Lanal Ketapang Letkol Laut (P) Bambang Nugroho, M.Tr. Opsla langsung menggerakkan Danposal Kendawangan Letda Laut (T) Imamul Arifin dan personil Posal menggunakan RHIB (Rigid Hull Inflatable Boat) untuk segera melaksanakan pencarian dan pertolongan.
“Selanjutnya kita membuat Posko SAR di Posal Kendawangan serta berkoordinasi dengan instansi terkait,” Komandan Lanal Ketapang Letkol Laut (P) Bambang Nugroho, M.Tr.Opsla kepada triggernetmedia.com Jum’at malam (22/7/2022).
Dikatakan, Tim SAR Lanal Ketapang saat itu tengah menuju TKP, namun kondisi cuaca saat itu kurang mendukung, dimana kecepatan angin 10 – 15 knot, tinggi gelombang 1 – 1,5 meter dan visibilitas terbatas.
“Tidak memungkinkan untuk melanjutkan pencarian terhadap korban, maka pukul 20.00 WIB pencarian dihentikan sementara dan akan dilanjutkan keesokan harinya,” jelas Danlanal Ketapang.
Kronologi
Pada Kamis (21/7/2022) pukul 07.00 WIB Tim SAR Lanal Ketapang dan Tim Basarnas Ketapang kembali melaksanakan pencarian dan pertolongan, dan ditemukan 6 orang yang telah dievakuasi oleh MV. Captain Veniamis 117 dengan kondisi sehat dan selamat dan malam harinya juga berhasil mengevakuasi 2 orang korban lagi dengan kondisi selamat.
Namun, menurut ABK yang selamat, TB. Rita 103 tenggelam ketika akan membawa loding master yang akan diantar menuju MV. Captain Veniamis 117 di loading point 3 perairan Kendawangan.
Pada saat akan shifting di MV. Captain Veniamis 117, TB Rita 103 mengalami kerusakan pada bagian mesin.
Selanjutnya Nahkoda TB. Rita 103 meminta agar TB. Rita 103 digandeng. Sambil berjalan TB. Rita 103 melaksanakan proses shifting. Karena kondisi mesin belum juga dapat diperbaiki dan posisi kapal miring Nahkoda TB. Rita 103 meminta agar MV. Captain Veniamis 117 untuk mengurangi kecepatan.
MV Captain Veniamis 117 langsung mengurangi kecepatan dan stop engine namun posisi TB. Rita 103 semakin miring dan tali tambat putus.
Pada saat mengetahui kondisi kapal yang telah miring semua ABK dan Penumpang bersiap untuk menyelamatkan diri dan dalam hitungan detik TB. Rita 103 langsung terbalik dan tenggelam.
“ABK dan penumpang seluruhnya lompat ke laut untuk menyelamatkan diri dengan menggunakan alat keselamatan seadanya,” kata Danlanal Ketapang Letkol Laut (P) Bambang Nugroho, M.Tr. Opsla.
Kemudian, pada Jumat (23/7/2022) sekira pukul 08.00 WIB Tim SAR Gabungan melanjutkan pencarian dan pertolongan terhadap TB. Rita 103 dan menerima informasi dari TB. Rita 101 yang telah menemukan mayat laki-laki terapung dilaut pada koordinat 02 14. 615 S – 109 46.345 E.
Tim SAR Gabungan bergerak menuju ke posisi tersebut dan melaksanakan evakuasi.
“Disana kemudian ditemukan jasad korban laki – laki yang sudah tidak bernyawa. Jenazah korban langsung dibawa menuju ke Kendawangan untuk dilaksanakan identifikasi dan pemeriksaan lainnya,” kata Danlanal.
Setelah dilaksanakan identifikasi dan diperiksa oleh Tim Kesehatan serta menghadirkan para keluarga korban diketahui bahwa korban meninggal dunia a.n Heru Widianto (Nakhoda TB. Rita 103), selanjutnya korban diserahkan kepada pihak keluarga.
“Sampai dengan saat ini Tim SAR Lanal Ketapang, Posal Kendawangan, KRI Sembilang – 850, Tim Basarnas Ketapang, Kapal SAR RB 214, Polair dan Polsek Kendawangan masih melaksanakan pencarian dan pertolongan terhadap 5 orang korban yang belum diketemukan. Total hasil pencarian dan pertolongan sampai dengan malam ini yang berhasil ditemukan sebanyak 8 orang korban selamat dan 1 orang korban meninggal dunia,” jelas Danlanal.
Danlanal Ketapang Letkol Laut (P) Bambang Nugroho, M.Tr. Opsla menegaskan, pelaksanaan SAR ini sejalan dengan perintah Pangkoarmada I Laksda TNI Arsyad Abdullah selain dalam rangka penegakan kedaulatan dan hukum di laut juga untuk menjamin keselamatan dan keamanan para pengguna laut termasuk kegiatan SAR.
” Upaya penyelamatan ini sebagai implementasi pelaksanaan perintah harian Pimpinan TNI AL, KASAL Laksamana TNI Yudo Margono yang selalu menekankan kepada jajaran TNI AL agar memanfaatkan dan melibatkan segala potensi yang dimiliki baik personil maupun Alutsista untuk kegiatan-kegiatan kemanusiaan seperti penanggulan bencana dan SAR,” tandasnya.
Sebagai informasi, kapal TB. Rita 103 Gt. 94 No.3400/HHa 2009 No.2305/L dengan Keagenan PT. Ghifari Samudra Mandiri, Nahkoda Sdr. Heru Widianto dan Personel on Board 14 orang (termasuk Nakhoda).










