triggernetmedia.com – Ketua Ikatan Pemuda Dayak Kabupaten Mempawah (IPDKM), Adrianus mengaku terkesan dapat menghadiri langsung kegiatan Gawai Adat Meruba Pencucian Pusaka Bosi Kolikng Tungkat Rayat Kerajaan Hulu Aik Desa Sembilan Domong Sepuluh yang dipusatkan di Kecamatan Hulu Sungai, Kabupaten Ketapang, Provinsi Kalimantan Barat pada 24 s/d 26 Juni 2022.
Menurutnya, beragam rangkaian acara satu persatu dilaksanakan, mulai dari pembukaan ritual adat Maruba, adat Benari Begal, sambutan-sambutan para tokoh, persiapan sesajian hingga puncak acara Adat Maruba Pencucia Pusaka Kerajaan Hulu Aik, Ritual Buang Sial, Timang Tanduk Sengiang Holang, dan Penancapan Tiang Pertama Pembangunan Aula Kerajaan Hulu Aik Balai Bosi Kolikng Tungkat Rayat serta launching desa Budaya Krio-Bihak.
“Saya terkesan dan bersyukur, sekaligus bangga bisa mengikuti langsung rangkaian kegiatan ini hingga selesai, dan berharap kegiatan ini dapat terus dilakukan setiap tahunnya,” ujar Adrianus, Minggu (26/6/2022).
Adrianus menilai, kegiatan Gawai Adat Meruba Pencucian Pusaka Bosi Kolikng Tungkat Rayat Kerajaan Hulu Aik Desa Sembilan Domong Sepuluh memiliki keunikan dan sakral.
“Karena itu menurut kami di IPDKM bahwa kegiatan gawai adat meruba ini harus dilestarikan setiap tahunnya, sekaligus dapat diperkenalkan langsung secara turun temurun untuk dapat dilestariakan oleh lintas generasi,” sambung Adrianus.
Adrianus menjelaskan, Kerajaan Hulu Aik Desa Sembilan Domong Sepuluh merupakan identitas etnis dayak, dan satu-satunya yang dimiliki etnis dayak di Kalimantan.
“Karena itu kita sebagai orang dayak sepatutnya perduli. Apalagi konon cakupan wilayahnya tidak hanya di Ketapang, tetapi meliputi Hulu Kapuas, semua wilayah adat se-Kabupaten Ketapang hingga Kalimantan Tengah,” jelasnya.
“Dengan hadir dan menyaksikan langsung kegiatan ini adalah bentuk kepedulian kita sebagai orang dayak. Perduli terhadap aset tak benda sekaligus akar masa depan etnis dayak satu-satunya yang ada di pulau Kalimantan. Semoga kegiatan ini juga bisa mendunia,” timpal Adrianus.
Sebagai informasi, Gawai Adat Meruba Pencucian Pusaka Bosi Kolikng Tungkat Rayat Kerajaan Hulu Aik Desa Sembilan Domong Sepuluh ini turut dihadiri Sekda Ketapang yang juga Patih Jaga Pati Laman Sembilan Domong Sepuluh Kerajaan Hulu Aik Raden Cendaga Pintu Bumi Banua Alexander Wilyo.
Turut hadir Wakil Bupati Sanggau yang juga Ketua DAD Sanggau Yohanes Ontot, OPD se-Kabupaten Ketapang dan se-Kabupaten Sanggau, Pengurus Adat se-Kabupaten Ketapang dan masyarakat adat Dayak se-Kabupaten Ketapang, Sanggau, Sintang.
Turut hadir para undangan lainnya dari Kabupaten Lamandau, Provinsi Kalimantan Tengah.



