Trigger Netmedia
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Sospolhukam
    • Metropolitan
    • Nasional
    • Internasional
  • Kalbar
    • Pontianak
    • Kayong Utara
    • Ketapang
    • Kubu Raya
    • Kapuas Raya
    • Landak
    • Mempawah
    • Sanggau
    • SingBeBas
    • Kapuas Hulu
  • Ekonomi
    • Keuangan
    • Bisnis
    • Industri
    • Makro
    • IHSG
    • Fintech
  • Edutaiment
    • Literasi
    • Edukasi
    • Budaya
    • Gadgets
    • IT
  • Sport
    • Sepak Bola
    • Kabar Arena
    • Otomotif
  • Infotainment
    • Selebritis
    • Film
    • Music
    • Zodiak
    • Comunity
    • Kekinian
    • Fashion
    • Milenial
  • Kuliner
    • Food
    • Pesona Dunia
    • Pesona Nusantara
  • Pariwara
    • Videotron
    • Foto
    • Kanal Iklan
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Sospolhukam
    • Metropolitan
    • Nasional
    • Internasional
  • Kalbar
    • Pontianak
    • Kayong Utara
    • Ketapang
    • Kubu Raya
    • Kapuas Raya
    • Landak
    • Mempawah
    • Sanggau
    • SingBeBas
    • Kapuas Hulu
  • Ekonomi
    • Keuangan
    • Bisnis
    • Industri
    • Makro
    • IHSG
    • Fintech
  • Edutaiment
    • Literasi
    • Edukasi
    • Budaya
    • Gadgets
    • IT
  • Sport
    • Sepak Bola
    • Kabar Arena
    • Otomotif
  • Infotainment
    • Selebritis
    • Film
    • Music
    • Zodiak
    • Comunity
    • Kekinian
    • Fashion
    • Milenial
  • Kuliner
    • Food
    • Pesona Dunia
    • Pesona Nusantara
  • Pariwara
    • Videotron
    • Foto
    • Kanal Iklan
No Result
View All Result
Trigger Netmedia
No Result
View All Result
Home Headline

Sekitar 200 Ribu Ekor Kerbau Liar Kini Menyebar di Australia Utara

ariz by ariz
1 Juni 2022
in Headline, Internasional, Kesehatan, News, Sorotan
0
Sekitar 200 Ribu Ekor Kerbau Liar Kini Menyebar di Australia Utara

Ilustrasi kerbau. (Shutterstock)

0
SHARES
7
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

triggernetmedia.com – Sejak kerbau diperkenalkan ke Australia hampir 200 tahun yang lalu, hubungannya dengan wilayah utara benua ini semakin menjadi rumit.

Pada mulanya, sejumlah ternak kerbau didatangkan dari wilayah Indonesia yang masih jajahan Belanda saat itu, oleh penjajah Inggris di Australia pada awal abad ke-19. Tujuannya untuk menjadi sumber bahan makanan.

Namun, ketika penjajah Inggris meninggalkanpemukiman mereka di Semenanjung Cobourgpada tahun 1849, kawanan kerbau tersebut pun dilepaskan ke alam liar.

Itulah awal dari apa yang hingga 200 tahun kemudian dianggap sebagai hama.

An aerial view of a herd of buffalo bathing in a billabong with orange water, surrounded by green shubbery, on a sunny day.I
mage: Mata air menjadi sangat rentan akibat dijadikan kubangan oleh kawanan kerbau liar. Supplied: David Hancock

Rencana pengembangan ternak kerbau merupakan upaya ketiga yang gagal untuk menjajah wilayah Top End di Australia Utara, yang oleh Inggris diharapkan dapat menggeser rute perdagangan Belanda.

Namun serangan penyakit, malnutrisi, dan badai angin topan membuat upaya ini terlalu berat bagi penjajah Inggris.

Meski kondisinyaterlalu berat bagi penjajah, sabana yang terjal dan lahan basah di Arnhem Land dengan iklim serupa di Timor dan Indonesia terbukti cocok untuk kerbau.

Diperkirakan populasi kerbau liar sekitar 200.000 ekor sekarang dapat ditemukan di seluruh wilayah paling utara Australia, Northern Territory.

Awal baru di tanah kuno

Bagi fotografer David Hancock, hubungannya dengan kerbau liar di Australia Utara dimulai pada tahun 1970-an, ketika industri ternak mulai mendorong lahirnya perdagangan ekspor ternak hidup.

Dia mendokumentasikan program nasional untuk mengatasi tuberkulosis dan brucellosis dari ternak. Salah satunya dengan melakukan pemusnahan kerbau untuk menghentikan penyebaran penyakit ke ternak sapi.

Peristiwa ini membawanya dalam perjalanan 30 tahun mendokumentasikan kerbau liar di Top End, yang telah diterbitkan dalam sebuah buku bernama Nganabbarru, kata dari bahasa suku Bininj-Kunwok untuk kerbau.

“Saya cukup lelah bekerja di belahan Selatan [Australia], semuanya sangat membosankan,” kata Hancock kepada ABC.

“Sangat menyenangkan bisa datang dan keluar dari hutan,” katanya.

“Ternyata, mereka butuh fotografer, karena banyak hal yang terjadi namun mereka tidak bisa memotret,” jelsnya.

Proyek fotografi selama beberapa dekade telah membawanya ke beberapa bagian paling terpencil dan indah di negara ini.

“Ini menegaskan cinta dan penghargaan saya terhadap wilayah dataran yang basah di wilayahTop End,” katanya.

“Ini lingkungan yang rapuh dan indah, dan berisiko dari segala jenis invasi hewan liar,” katanya.

“Satu area yang sangat saya khawatirkan adalah Rawa Arafura ini adalah salah satu rawa terbesar di Australia,” jelas Hancock.

“Tempatnya menakjubkan, tapi kerbau liar telah menyusup ke sana. Tempat ini mungkin merupakan salah satu lingkungan paling murni di Australia,” tuturnya.

A buffalo walking among paperbark trees and green grass, lit by sunlight filtering through the trees.
Image: Rawa-rawa Arafura merupakan salah satu rawa terbesar di Australia yang terancam oleh kawanan kerbau liar. Supplied: David Hancock

Tercermin dalam seni cadas

Setelah kerbau-kerbau itu dibebaskan dari koloni Inggris yang ditinggalkan, hewan ini pun menjadi musuh yang tangguh bagi berbagai suku Aborigin.

Kontak pertama dengan hewan besar ini tercermin dalam lukisan seni cadas Djabidjbakalloi. Di sini ditemukan gambar kerbau seukuran aslinya di samping gambar perahu, kuda, dan senjata.

“Kita harus ingat bahwa orang Aborigin adalah kelompok yang paling terkena dampak dari kerbau liar,” katanya.

“Ketika kerbau tiba di sini pada awal hingga pertengahan 1800-an, belum ada hewan besar di Australia Utara sejak era megafauna, yaitu 50.000 tahun sebelumnya,” jelas Hancock.

“Mereka ini yang tidak memiliki senjata, namun harus berurusan dengan hewan-hewan besar itu,” ucapnya.

“Kerbau telah menjadi bagian dari tradisi dan mitologi mereka. Khususnya di Western Arnhem Land, kita temukan banyak gambar kerbau,” katanya.

Hewan yang menarik

A herd of buffalo running towards the camera, red dust rising around them, followed by several people riding quad bikes.I
mage: Untuk menangkap kerbau, para penggalang ternak harus menggunakan kendaraan dengan cakar logam besar di bagian luar. Supplied: David Hancock

Saat kawanan kerbau liar menyebar lebih jauh ke seluruh Arnhem Land, orang Aborigin berada di garis depan dalam mengubah bencana lingkungan menjadi peluang ekonomi.

Tom Dawkins, direktur Dewan Industri Kerbau Australia Utara, mengatakan industri kulit kerbau yang dimulai pada tahun 1880-an adalah hasil usaha dari kelompok Aborigin.

“David ada benarnya. Bahwa kerbau-kerbau ini dianggap tidak ada pemiliknya. Bukan milik siapa-siapa,” kata Dawkins.

“Sementara domba atau sapi selalu dilihat sebagai milik seseorang,” tambahnya.

Hewan ini, katanya, kemudian menjadi bagian penting dari sejarah orang Aborigin.

A Indigenous man looking up at a petroglyph of a buffalo on a wide overhanging rock above his head.
Image: Keith Nadjamerrek mengamati lukisan kerbau pada dinding batu sepanjang 5 meter di Djabidjbakalloi, suatu daerah di dekat Gunbalanya. Supplied: David Hancock

Keadaan serupa berlaku saat ini, di mana produsen kerbau melihat meroketnya harga daging sapi dan meningkatnya jumlah kerbau liar sebagai peluang besar untuk memasok pasar Asia.

“Ini proposisi yang sangat menarik, karena kita bisa memiliki akses ke pasar itu, pendapatan ekspor, serta menjaga ketahanan pangan negara tetangga kita,” katanya.

Ia mengatakan industri kerbau ini juga akan menyediakan lapangan kerja, kegiatan ekonomi, dan keuntungan ekonomi bagi penduduk asli.

An aerial view of a herd of buffalo walking through green grass, followed by several people on quad bikes, on a sunny day.
Image: Pengumpulan kawanan kerbau di Swim Creek. Supplied: David Hancock

Dawkins mengatakan bahwa pemusnahan kawanan kerbau liar harus digunakan sebagai upaya terakhir, mengingat meningkatnya profitabilitas pasar ternak saat ini.

“Kami prihatin dengan ancaman hama anjing liar dan babi liar. Mereka memperburuk masalah,” katanya.

“Perlu dipastikan bahwa pemusnahan kerbau liar adalah pilihan terakhir,” tambahnya.

A woman on a quad bike, facing away from the camera, herding a herd of buffalo, with green palms trees in the background.
Image: Para pengamat memperkirakan sekitar 200 ribu ekor kerbau liar kini menyebar di Australia Utara. Supplied: David Hancock

Sama seperti Dawkins dan petani lainnya,fotografer DavidHancock sangat menghargai kerbau liar ini, terlepas dari dampaknya terhadap lingkungan.

“Dalam situasi domestikasi seperti yang terbukti di Asia, kerbau-kerbau itu bisahidup bersama keluarga petani, katanya.

“Kerbau menjadi bagian dari keluarga mereka. Jadi kerbau peliharaan bisa menjadi hewan yang sangat jinak,” jelasnya.

Di antara penjajah Inggris, pemburu Aborigin, fotografer, dan petani, mitologi kompleks dari hewan liar yang merusak namun lembut ini terus berlangsung di Australia Utara. Dinukil dari suara.com.

About Author

ariz

See author's posts

Tags: # kerbau liar# Kerbau Liar Kini Menyebar di Australia Utaraaustralia
Previous Post

PM Selandia Baru dan Joe Biden Bahas Keterlibatan AS di Kawasan Indo-Pasifik

Next Post

Ada Tumpukan Harta Karun Ditemukan Di Situs Makam Mesir Kuno

ariz

ariz

Next Post
Ada Tumpukan Harta Karun Ditemukan Di Situs Makam Mesir Kuno

Ada Tumpukan Harta Karun Ditemukan Di Situs Makam Mesir Kuno

Stay Connected test

  • 24k Followers
  • 23.9k Followers
  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
AKI dan AKB Masih Tinggi, Indonesia Terpaut Jauh dari Target SDGs

AKI dan AKB Masih Tinggi, Indonesia Terpaut Jauh dari Target SDGs

16 Juli 2025
Jabat Dewan Syuro, Anggota Komisi Fatwa MUI Berperan Beri Masukan dan Nasihat ke JI

Jabat Dewan Syuro, Anggota Komisi Fatwa MUI Berperan Beri Masukan dan Nasihat ke JI

17 November 2021
Kronologi Polemik Ijazah Jokowi: Dari Gugatan Hukum hingga Drama Politik

Kronologi Polemik Ijazah Jokowi: Dari Gugatan Hukum hingga Drama Politik

18 Juli 2025
Status PPPK Paruh Waktu Dihapus, Revisi UU ASN Kembalikan Struktur Dua Pilar

Status PPPK Paruh Waktu Dihapus, Revisi UU ASN Kembalikan Struktur Dua Pilar

26 November 2025
Bandara Rahadi Oesman Ketapang Hentikan Sementara Layanan Penerbangan Komersial

Bandara Rahadi Oesman Ketapang Hentikan Sementara Layanan Penerbangan Komersial

0
2 Hari Hilang, Nelayan Tewas Mengambang di Pantai Cipalawah Garut

2 Hari Hilang, Nelayan Tewas Mengambang di Pantai Cipalawah Garut

0
14 Tahun Terbunuhnya Munir, Polri Didesak Bentuk Tim Khusus

14 Tahun Terbunuhnya Munir, Polri Didesak Bentuk Tim Khusus

0
Prabowo Resmikan Kantor DPD Gerindra di Banten

Prabowo Resmikan Kantor DPD Gerindra di Banten

0
Kalbar Luncurkan Open API dan QRIS Dinamis, Percepat Digitalisasi Pembayaran Pajak Daerah

Kalbar Luncurkan Open API dan QRIS Dinamis, Percepat Digitalisasi Pembayaran Pajak Daerah

5 Agustus 2026
Deposit Judol Mulai Rp5.000 via QRIS, DPR Desak Pemerintah Perketat Pengawasan Transaksi Digital

Deposit Judol Mulai Rp5.000 via QRIS, DPR Desak Pemerintah Perketat Pengawasan Transaksi Digital

5 Agustus 2026
Jangan Lewatkan Vitamin A! Ini Manfaat dan Jadwal Pemberian untuk Bayi dan Balita

Jangan Lewatkan Vitamin A! Ini Manfaat dan Jadwal Pemberian untuk Bayi dan Balita

5 Agustus 2026
Viral Keluhan Pasien Tunggu 8 Jam di IGD, Kini Jadi Sorotan

Viral Keluhan Pasien Tunggu 8 Jam di IGD, Kini Jadi Sorotan

5 Agustus 2026

Recent News

Kalbar Luncurkan Open API dan QRIS Dinamis, Percepat Digitalisasi Pembayaran Pajak Daerah

Kalbar Luncurkan Open API dan QRIS Dinamis, Percepat Digitalisasi Pembayaran Pajak Daerah

5 Agustus 2026
Deposit Judol Mulai Rp5.000 via QRIS, DPR Desak Pemerintah Perketat Pengawasan Transaksi Digital

Deposit Judol Mulai Rp5.000 via QRIS, DPR Desak Pemerintah Perketat Pengawasan Transaksi Digital

5 Agustus 2026
Jangan Lewatkan Vitamin A! Ini Manfaat dan Jadwal Pemberian untuk Bayi dan Balita

Jangan Lewatkan Vitamin A! Ini Manfaat dan Jadwal Pemberian untuk Bayi dan Balita

5 Agustus 2026
Viral Keluhan Pasien Tunggu 8 Jam di IGD, Kini Jadi Sorotan

Viral Keluhan Pasien Tunggu 8 Jam di IGD, Kini Jadi Sorotan

5 Agustus 2026
  • Kode Etik
  • Kode Prilaku Perusahaan Pers
  • Tentang Kami
  • Redaksi

© 2026 triggernetmedia development

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Sospolhukam
    • Metropolitan
    • Nasional
    • Internasional
  • Kalbar
    • Pontianak
    • Kayong Utara
    • Ketapang
    • Kubu Raya
    • Kapuas Raya
    • Landak
    • Mempawah
    • Sanggau
    • SingBeBas
    • Kapuas Hulu
  • Ekonomi
    • Keuangan
    • Bisnis
    • Industri
    • Makro
    • IHSG
    • Fintech
  • Edutaiment
    • Literasi
    • Edukasi
    • Budaya
    • Gadgets
    • IT
  • Sport
    • Sepak Bola
    • Kabar Arena
    • Otomotif
  • Infotainment
    • Selebritis
    • Film
    • Music
    • Zodiak
    • Comunity
    • Kekinian
    • Fashion
    • Milenial
  • Kuliner
    • Food
    • Pesona Dunia
    • Pesona Nusantara
  • Pariwara
    • Videotron
    • Foto
    • Kanal Iklan

© 2026 triggernetmedia development