Trigger Netmedia
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Sospolhukam
    • Metropolitan
    • Nasional
    • Internasional
  • Kalbar
    • Pontianak
    • Kayong Utara
    • Ketapang
    • Kubu Raya
    • Kapuas Raya
    • Landak
    • Mempawah
    • Sanggau
    • SingBeBas
    • Kapuas Hulu
  • Ekonomi
    • Keuangan
    • Bisnis
    • Industri
    • Makro
    • IHSG
    • Fintech
  • Edutaiment
    • Literasi
    • Edukasi
    • Budaya
    • Gadgets
    • IT
  • Sport
    • Sepak Bola
    • Kabar Arena
    • Otomotif
  • Infotainment
    • Selebritis
    • Film
    • Music
    • Zodiak
    • Comunity
    • Kekinian
    • Fashion
    • Milenial
  • Kuliner
    • Food
    • Pesona Dunia
    • Pesona Nusantara
  • Pariwara
    • Videotron
    • Foto
    • Kanal Iklan
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Sospolhukam
    • Metropolitan
    • Nasional
    • Internasional
  • Kalbar
    • Pontianak
    • Kayong Utara
    • Ketapang
    • Kubu Raya
    • Kapuas Raya
    • Landak
    • Mempawah
    • Sanggau
    • SingBeBas
    • Kapuas Hulu
  • Ekonomi
    • Keuangan
    • Bisnis
    • Industri
    • Makro
    • IHSG
    • Fintech
  • Edutaiment
    • Literasi
    • Edukasi
    • Budaya
    • Gadgets
    • IT
  • Sport
    • Sepak Bola
    • Kabar Arena
    • Otomotif
  • Infotainment
    • Selebritis
    • Film
    • Music
    • Zodiak
    • Comunity
    • Kekinian
    • Fashion
    • Milenial
  • Kuliner
    • Food
    • Pesona Dunia
    • Pesona Nusantara
  • Pariwara
    • Videotron
    • Foto
    • Kanal Iklan
No Result
View All Result
Trigger Netmedia
No Result
View All Result
Home Headline

Industri Tekstil: Manis Bagi Ekonomi, Pahit bagi Lingkungan

TriggerNetMedia by TriggerNetMedia
26 Mei 2022
in Headline, Industri, lingkungan, Nasional, News, Sorotan
0
Industri Tekstil: Manis Bagi Ekonomi, Pahit bagi Lingkungan

DW

0
SHARES
4
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

triggernetmedia.com – Industri tekstil menjadi industri strategis di Indonesia, tetapi industri ini juga menjadi penyumbang polusi terbesar kedua di dunia. Mampukah industri tekstil di Indonesia lebih ramah lingkungan?

“Gayamu berbusana adalah cara menunjukkan siapa dirimu tanpa harus berbicara,” kutipan dari desainer Amerika Serikat, Rachel Zoe, ini dapat menggambarkan bagaimana fesyen telah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat modern saat ini.

Di Indonesia, industri fesyen berkembang manis. Pada 2019 sebelum pandemi, industri fesyen nasional mampu menyumbang sekitar 18 persen dari pendapatan nasional atau sekitar Rp1.500 triliun.

Saat ini Indonesia menjadi 10 negara terbesar sebagai eksportir tekstil ke seluruh dunia. Pemerintah Indonesia mencatat industri tekstil telah menyerap 3,58 juta lapangan kerja.

“Sektor ini menyumbang sekitar 21,2 persen lapangan pekerjaan di sektor manufaktur,” ungkap President UN Global Compact Indonesia, Yaya Winarno Junardi, dalam acara simposium Textile Science meet Textile Economy yang digelar di Unika Atma Jaya Jakarta hari Selasa (24/05).

Karena kontribusi dunia fesyen pada pendapatan nasional, pemerintah Indonesia telah menetapkan industri tekstil sebagai salah satu industri strategis nasional.

Setelah menghadapi kontraksi selama pandemi, Indonesia mematok proyeksi pertumbuhan industri tekstil di angka 5 persen pada 2022. Namun, manisnya kontribusi industri fesyen ataupun tekstil di Indonesia tidak berbanding lurus dengan dampaknya pada lingkungan hidup.

“Sayangnya, industri fesyen, termasuk sektor tekstil di dalamnya, adalah industri kedua yang paling banyak menyumbang polusi pada lingkungan,” papar Yaya Winarno Junardi.

Masalah serius pada lingkungan isu kerusakan lingkungan menjadi masalah serius dalam perkembangan industri tekstil. Data dari Ellen MacArthur Foundation pada 2017 menyebut industri tekstil telah menghasilkan emisi gas rumah kaca sampai 1,2 miliar ton per tahun.

Data dari UN Alliance for Sustainable Fashion menyebut industri fesyen membutuhkan sekitar 215 triliun liter air per tahun. Di sisi lain, industri ini juga telah berdampak besar pada 20 persen pencemaran limbah air secara global.

Masalah lainnya juga ada pada penggunaan energi yang besar dalam memproduksi tekstil. Di Indonesia, hingga saat ini proses untuk menciptakan industri fesyen yang ramah lingkungan masih menghadapi banyak tantangan.

Iwan Kurniawan Lukminto, Wakil Presiden Direktur PT. Sri Rejeki Isman atau Sritex, sebuah perusahaan tekstil besar di Indonesia, menyebut “saat ini salah satu tantangannya Indonesia memiliki keterbatasan dalam memilih opsi sumber energi yang akan digunakan bagi industri tekstil.”

Opsi energi yang lebih ramah pada lingkungan menjadi salah satu fokus pemerintah Indonesia.

“Akselarasi dari transisi energi menjadi sebuah keharusan. Saat ini isu transisi energi menjadi salah satu gagasan yang pemerintah Indonesia bawa dalam presidensi G20,” ungkap Sekretaris Jenderal bidang Energi Keterbarukan dan Konservasi Energi Kementerian ESDM, Ego Syahrial.

Kementerian ESDM menyebut Indonesia memiliki potensi besar untuk menghasilkan 3.686 gigawatt energi terbarukan. Namun hingga saat ini, baru sekitar 0,3 persen saja yang sudah dikembangkan.

Rencananya pada 2025, Indonesia mematok sekitar 23 persen kebutuhan energi nasional dari energi terbarukan. Tren pada fesyen yang ramah lingkungan Kesadaran masyarakat pada produk fesyen yang ramah lingkungan semakin meningkat dalam beberapa waktu terakhir. Hal ini tidak lepas dari isu perubahan iklim yang menjadi perhatian global.

“Saat ini saat kita berbicara mengenai industri fesyen, kita berbicara tentang tren yang paling penting yaitu isu berkelanjutan. Saat ini kita harus menyadari bahwa produksi tekstil dan fesyen dalam beberapa tahun terakhir telah meningkatkan keterampilan dan proses efisiensi terhadap sumber daya dalam beberapa tahun terakhir,” ungkap Yaya Winarno Junardi.

Dalam beberapa tahun terakhir, konsep fesyen berkelanjutan atau ramah lingkungan (sustainable fashion) terus digaungkan oleh para desainer dan brand di seluruh dunia. Hal ini untuk membangun kesadaran pada konsumen mengenai pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.

“Saat ini konsumen makin sadar pada isu lingkungan, termasuk juga pada apa yang mereka beli dan gunakan,” papar Iwan Kurniawan Lukminto.

Sebagai pelaku industri tekstil, Lukminto memaparkan tantangan lainnya di Indonesia untuk menciptakan iklim fesyen yang bekelanjutan juga ada pada isu keterjangkauan harga produk bagi konsumen. Masalah utama perkembangan industri fesyen yang ramah lingkungan terletak pada perbedaan harga produk.

Dibanding dengan produk fesyen konvensional, produk fesyen yang lebih ramah lingkungan lebih mahal.

Kepada DW Indonesia, Marina Chahboune, pakar bidang CSR dan tekstil berkelanjutan dari Closed Loop Fashion, menyebut industri tekstil harus mampu memahami bahwa murahnya produk yang mereka hasilkan selama ini tidak memperhatikan biaya lainnya, yakni kerusakan lingkungan.

“Harga yang ada pada produk fesyen konvensional bukanlah harga yang seharusnya, karena itu tidak mempertimbangkan harga dari lingkungan dan sosial. Jadi harga yang selama ini kita bayar bukanlah harga produk yang semestinya, itu adalah harga kompensasi rendahnya upah buruh hingga kerusakan lingkungan,” ujar Marina Chahboune.

Potensi dan komitmen Indonesia pada fesyen berkelanjutan Industri tekstil menjadi salah satu dari lima industri prioritas yang ditetapkan pemerintah Indonesia dalam proyek Industri 4.0. Proyek ini bertujuan untuk memperkuat industri manufaktur Indonesia di Asia Tenggara.

Namun, upaya untuk menguasai manufaktur akan terkendala oleh isu lingkungan. Bernard Wern dari Institut für Zukunftsenergie Systeme di Jerman, memaparkan bahwa saat ini banyak bisnis ritel yang menerapkan kebijakan ramah lingkungan. “Merek besar saat ini menerapkan produksi yang tidak lagi menggunakan energi batu bara.

Dan jika industri tekstil di Indonesia tidak berubah, maka ini akan menjadi masalah besar. Karena tidak ada lagi toko ritel yang berminat dengan produk dari Indonesia,” papar Bernard Wern kepada DW Indonesia.

Di sisi lain, Indonesia memiliki banyak potensi di bidang energi terbarukan yang mendukung iklim industri fesyen berkelanjutan. “Generasi selanjutnya harus memulai penggunaan energi terbarukan. Karena Indonesia memiliki potensi itu,” ungkap Bernard Wern.

Kementerian Perindustrian terus memetakan potensi Indonesia untuk mengambil peran dalam industri fesyen yang lebih ramah lingkungan. Saat ini Indonesia memiliki potensi besar pada industri tekstil berkelanjutan dari bahan sitetis.

“Untuk synthetic fiber yang kuat kan di polyester dan rayon. Nah rayon kita kan nomor dua terbesar di dunia. Kita ingin kan rayon bisa menggantikan kapas yang lebih buruk ke lingkungan,” papar Andi Susanto dari Direktorat Industri Tekstil, Kulit dan Alas Kaki Kementerian Perindustrian. Dinukil dari laman suara.com.

Sementara untuk produk tekstil berbahan polyester, saat ini Indonesia terus mengembangkan bahan polyester yang berasal dari daur ulang plastic berbahan PET (Polietilena tereftalat). “Kita sedang mendorong munculnya industri PET recycle.

Selain itu juga industri closed loop recycle di industri garmen,” terang Andi Susanto kepada DW Indonesia. Saat ini, Indonesia memiliki 11 perusahaan yang bergerak di industri daur ulang dari bahan tekstil, sementara terdapat 16 perusahaan tekstil lainnya yang mengembangkan daur ulang dari bahan plastik PET.

About Author

TriggerNetMedia

See author's posts

Tags: # Industri Tekstil# Industri tekstil menjadi industri strategis di Indonesiaindustri fesyenKementerian ESDM
Previous Post

Ini Jadwal Misa Kenaikan Isa Almasih Gereja Katedral Jakarta

Next Post

CarbonX Genjot Energi Ramah Lingkungan Guna Capai Target Nol Emisi 2060

TriggerNetMedia

TriggerNetMedia

Next Post
CarbonX Genjot Energi Ramah Lingkungan Guna Capai Target Nol Emisi 2060

CarbonX Genjot Energi Ramah Lingkungan Guna Capai Target Nol Emisi 2060

Stay Connected test

  • 24k Followers
  • 23.9k Followers
  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
AKI dan AKB Masih Tinggi, Indonesia Terpaut Jauh dari Target SDGs

AKI dan AKB Masih Tinggi, Indonesia Terpaut Jauh dari Target SDGs

16 Juli 2025
Jabat Dewan Syuro, Anggota Komisi Fatwa MUI Berperan Beri Masukan dan Nasihat ke JI

Jabat Dewan Syuro, Anggota Komisi Fatwa MUI Berperan Beri Masukan dan Nasihat ke JI

17 November 2021
Kronologi Polemik Ijazah Jokowi: Dari Gugatan Hukum hingga Drama Politik

Kronologi Polemik Ijazah Jokowi: Dari Gugatan Hukum hingga Drama Politik

18 Juli 2025
Status PPPK Paruh Waktu Dihapus, Revisi UU ASN Kembalikan Struktur Dua Pilar

Status PPPK Paruh Waktu Dihapus, Revisi UU ASN Kembalikan Struktur Dua Pilar

26 November 2025
Bandara Rahadi Oesman Ketapang Hentikan Sementara Layanan Penerbangan Komersial

Bandara Rahadi Oesman Ketapang Hentikan Sementara Layanan Penerbangan Komersial

0
2 Hari Hilang, Nelayan Tewas Mengambang di Pantai Cipalawah Garut

2 Hari Hilang, Nelayan Tewas Mengambang di Pantai Cipalawah Garut

0
14 Tahun Terbunuhnya Munir, Polri Didesak Bentuk Tim Khusus

14 Tahun Terbunuhnya Munir, Polri Didesak Bentuk Tim Khusus

0
Prabowo Resmikan Kantor DPD Gerindra di Banten

Prabowo Resmikan Kantor DPD Gerindra di Banten

0
Demo di Gambir dan Kantor BGN, Polisi Turunkan 865 Personel

Demo di Gambir dan Kantor BGN, Polisi Turunkan 865 Personel

27 Juli 2026
Prabowo Unggah Momen Duduk Semeja Bersama SBY dan Jokowi

Prabowo Unggah Momen Duduk Semeja Bersama SBY dan Jokowi

27 Juli 2026
Destry Damayanti Jalankan Tugas Gubernur BI, Pemerintah Ikuti Mekanisme UU

Destry Damayanti Jalankan Tugas Gubernur BI, Pemerintah Ikuti Mekanisme UU

27 Juli 2026
Urusan Bank Bisa Dilakukan di Toilet, Gubernur BI Minta Perbankan Berubah

Jejak Karier Perry Warjiyo, Gubernur BI Dua Periode yang Mundur dari Jabatan

27 Juli 2026

Recent News

Demo di Gambir dan Kantor BGN, Polisi Turunkan 865 Personel

Demo di Gambir dan Kantor BGN, Polisi Turunkan 865 Personel

27 Juli 2026
Prabowo Unggah Momen Duduk Semeja Bersama SBY dan Jokowi

Prabowo Unggah Momen Duduk Semeja Bersama SBY dan Jokowi

27 Juli 2026
Destry Damayanti Jalankan Tugas Gubernur BI, Pemerintah Ikuti Mekanisme UU

Destry Damayanti Jalankan Tugas Gubernur BI, Pemerintah Ikuti Mekanisme UU

27 Juli 2026
Urusan Bank Bisa Dilakukan di Toilet, Gubernur BI Minta Perbankan Berubah

Jejak Karier Perry Warjiyo, Gubernur BI Dua Periode yang Mundur dari Jabatan

27 Juli 2026
  • Kode Etik
  • Kode Prilaku Perusahaan Pers
  • Tentang Kami
  • Redaksi

© 2026 triggernetmedia development

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Sospolhukam
    • Metropolitan
    • Nasional
    • Internasional
  • Kalbar
    • Pontianak
    • Kayong Utara
    • Ketapang
    • Kubu Raya
    • Kapuas Raya
    • Landak
    • Mempawah
    • Sanggau
    • SingBeBas
    • Kapuas Hulu
  • Ekonomi
    • Keuangan
    • Bisnis
    • Industri
    • Makro
    • IHSG
    • Fintech
  • Edutaiment
    • Literasi
    • Edukasi
    • Budaya
    • Gadgets
    • IT
  • Sport
    • Sepak Bola
    • Kabar Arena
    • Otomotif
  • Infotainment
    • Selebritis
    • Film
    • Music
    • Zodiak
    • Comunity
    • Kekinian
    • Fashion
    • Milenial
  • Kuliner
    • Food
    • Pesona Dunia
    • Pesona Nusantara
  • Pariwara
    • Videotron
    • Foto
    • Kanal Iklan

© 2026 triggernetmedia development