Trigger Netmedia
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Sospolhukam
    • Metropolitan
    • Nasional
    • Internasional
  • Kalbar
    • Pontianak
    • Kayong Utara
    • Ketapang
    • Kubu Raya
    • Kapuas Raya
    • Landak
    • Mempawah
    • Sanggau
    • SingBeBas
    • Kapuas Hulu
  • Ekonomi
    • Keuangan
    • Bisnis
    • Industri
    • Makro
    • IHSG
    • Fintech
  • Edutaiment
    • Literasi
    • Edukasi
    • Budaya
    • Gadgets
    • IT
  • Sport
    • Sepak Bola
    • Kabar Arena
    • Otomotif
  • Infotainment
    • Selebritis
    • Film
    • Music
    • Zodiak
    • Comunity
    • Kekinian
    • Fashion
    • Milenial
  • Kuliner
    • Food
    • Pesona Dunia
    • Pesona Nusantara
  • Pariwara
    • Videotron
    • Foto
    • Kanal Iklan
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Sospolhukam
    • Metropolitan
    • Nasional
    • Internasional
  • Kalbar
    • Pontianak
    • Kayong Utara
    • Ketapang
    • Kubu Raya
    • Kapuas Raya
    • Landak
    • Mempawah
    • Sanggau
    • SingBeBas
    • Kapuas Hulu
  • Ekonomi
    • Keuangan
    • Bisnis
    • Industri
    • Makro
    • IHSG
    • Fintech
  • Edutaiment
    • Literasi
    • Edukasi
    • Budaya
    • Gadgets
    • IT
  • Sport
    • Sepak Bola
    • Kabar Arena
    • Otomotif
  • Infotainment
    • Selebritis
    • Film
    • Music
    • Zodiak
    • Comunity
    • Kekinian
    • Fashion
    • Milenial
  • Kuliner
    • Food
    • Pesona Dunia
    • Pesona Nusantara
  • Pariwara
    • Videotron
    • Foto
    • Kanal Iklan
No Result
View All Result
Trigger Netmedia
No Result
View All Result
Home Headline

Mengapa Sekelompok Lelaki India Lakukan Mogok Menikah?

TriggerNetMedia by TriggerNetMedia
7 Februari 2022
in Headline, Internasional, News, Sorotan, Sospolhukam
0
Mengapa Sekelompok Lelaki India Lakukan Mogok Menikah?

DW

0
SHARES
2
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

triggernetmedia.com – Para pria penentang UU Anti Kekerasan Seksual Dalam Rumah Tangga di India menyebut UU itu ancaman bagi pernikahan, dan menggalang protes dengan hashtag #marriagestrike, alias mogok menikah.

Sekelompok pria India menggalang kampanye di platform media sosial untuk “menentang kriminalisasi” pemerkosaan dalam perkawinan.

Aksi digalang karena saat ini di ibu kota negara New Delhi sedang berlangsung dengar pendapat soal UU itu.

India telah memberlakukan undang-undang anti-pemerkosaan yang ketat selama dekade terakhir, setelah serangkaian aksi pemerkosaan massal menjadi sorotan dunia.

Belakangan, India lagi-lagi disorot sebagai salah satu dari lebih 30 negara di dunia, di mana seorang suami tidak dapat dituntut karena memperkosa istrinya.

Dalam perundangan yang berlaku saat ini, pemerkosaan didefinisikan sebagai hubungan seksual dengan seorang perempuan tanpa persetujuannya, bertentangan dengan keinginannya, atau jika perempuan itu masih di bawah umur.

Ada beberapa pengecualian dalam UU ini, yaitu jika “tidak ada perlawanan fisik”, dan jika hubungan seksual itu terjadi antara seorang pria dan istrinya yang berusia di atas 18 tahun.

UU Anti Kekerasan Seksual Dalam Rumah Tangga akan memungkinkan seorang istri menggugat suaminya kalau diperkosa, yaitu dipaksa dengan kekerasan untuk berhubungan seksual dengan suaminya.

Itulah yang digugat para lelaki dengan hashtag “marriage strike”.

Namun pengacara Karuna Nundy dari All India Democratic Women’s Association (AIDWA) mengatakan, pemerkosaan adalah pemerkosaan.

“Seorang pemerkosa tetaplah pemerkosa, dan pernikahan dengan korban tidak mengubahnya menjadi bukan pemerkosa,” tegasnya.

Para pria khawatir “kriminalisasi” pernikahan

Saat ini pengadilan sedang mendengar petisi yang diajukan oleh AIDWA untuk UU Anti Kekerasan Seksual dalam Rumah Tangga.

Di Twitter, beberapa pria mengancam akan memboikot lembaga pernikahan jika pemerkosaan dalam pernikahan “dikriminalisasi”.

Para pendukung protes #marriagestrike mengatakan bahwa laki-laki akan menghadapi beban tuntutan pidana dan kriminalisasi, jika tidak ada lagi pengecualian dalam UU Anti Pemerkosaan.

Mereka berpendapat, UU itu justru akan mengancam insitusi pernikahan.

Namun aktivis hak-hak perempuan Kavita Krishnan percaya bahwa penggalangan protes itu telah diatur oleh kelompok-kelompok kecil yang ingin mendapat sorotan di media dan ingin mempertahankan patriarki dan hak-hak istimewa mereka.

“Argumen mereka didasarkan pada premis bahwa laki-laki berhak atas seks dalam pernikahan,” ujarnya, juga kalau itu harus dipaksakan.

“Gagasan ini sangat bermasalah”, kata Kavita Krishnan kepada DW.

Sejarah UU terkait kekerasan dalam rumah tangga KUHP India yang secara resmi disebut sebagai The Indian Penal Code (IPC), diberlakukan pada tahun 1860 di bawah pemerintahan kolonial Inggris.

Pada saat itu Inggris menerapkan doktrin bahwa hak dan kewajiban hukum seorang perempuan akan menjadi bagian dari hak dan kewajiban suaminya setelah menikah.

Artinya, perempuan tidak boleh melakukan aktivitas seperti membeli properti atau membuat kontrak yang bertentangan dengan keinginan suaminya.

Selain itu, perempuan punya “kewajiban hukum” kepada suaminya, termasuk pelayanan hubungan seksual, sebagai bagian dari “transaksi pernikahan”.

Menurut para ahli hukum, pandangan pemerintahan kolonial dalam UU pernikahan sudah harus diubah.

Pengacara senior Rebecca John, yang merupakan penasehat pengadilan tentang masalah ini, mengatakan kepada hakim bahwa harapan mendapat hubungan seksual dalam pernikahan tidak memberi hak kepada seorang suami untuk memaksa istrinya dengan kekerasan agar melakukan hubungan seks.

Orang-orang yang memrotes UU Anti Kekerasan Seksual ini tidak khawatir tentang keselamatan keluarga, melainkan lebih tertarik untuk menyelamatkan norma-norma patriarki dalam masyarakat, kata Kavita Krishnan.

“Kekerasan, terhadap perempuan dan anak-anak, adalah ancaman nyata bagi institusi keluarga,” katanya. Melansir suara.com.

About Author

TriggerNetMedia

See author's posts

Tags: # Mogok Menikah# pemerkosaan dalam perkawinan# UU Anti Kekerasan Seksual Dalam Rumah Tangga
Previous Post

Varian Baru HIV Sangat Mematikan Ditemukan di Belanda

Next Post

AS Uji Coba Robot Anjing Penjaga Perbatasan

TriggerNetMedia

TriggerNetMedia

Next Post

AS Uji Coba Robot Anjing Penjaga Perbatasan

Stay Connected test

  • 24k Followers
  • 24k Followers
  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
AKI dan AKB Masih Tinggi, Indonesia Terpaut Jauh dari Target SDGs

AKI dan AKB Masih Tinggi, Indonesia Terpaut Jauh dari Target SDGs

16 Juli 2025
Jabat Dewan Syuro, Anggota Komisi Fatwa MUI Berperan Beri Masukan dan Nasihat ke JI

Jabat Dewan Syuro, Anggota Komisi Fatwa MUI Berperan Beri Masukan dan Nasihat ke JI

17 November 2021
Kronologi Polemik Ijazah Jokowi: Dari Gugatan Hukum hingga Drama Politik

Kronologi Polemik Ijazah Jokowi: Dari Gugatan Hukum hingga Drama Politik

18 Juli 2025
Status PPPK Paruh Waktu Dihapus, Revisi UU ASN Kembalikan Struktur Dua Pilar

Status PPPK Paruh Waktu Dihapus, Revisi UU ASN Kembalikan Struktur Dua Pilar

26 November 2025
Bandara Rahadi Oesman Ketapang Hentikan Sementara Layanan Penerbangan Komersial

Bandara Rahadi Oesman Ketapang Hentikan Sementara Layanan Penerbangan Komersial

0
2 Hari Hilang, Nelayan Tewas Mengambang di Pantai Cipalawah Garut

2 Hari Hilang, Nelayan Tewas Mengambang di Pantai Cipalawah Garut

0
14 Tahun Terbunuhnya Munir, Polri Didesak Bentuk Tim Khusus

14 Tahun Terbunuhnya Munir, Polri Didesak Bentuk Tim Khusus

0
Prabowo Resmikan Kantor DPD Gerindra di Banten

Prabowo Resmikan Kantor DPD Gerindra di Banten

0
Paskibraka Pontianak Dapat Apresiasi, Perjuangan di Balik Merah Putih Jadi Bekal Generasi Muda

Paskibraka Pontianak Dapat Apresiasi, Perjuangan di Balik Merah Putih Jadi Bekal Generasi Muda

23 Agustus 2026
Dari Forum Ulama se-Kalimantan, Edi Kamtono Serukan Sinergi Hadapi Persoalan Daerah

Dari Forum Ulama se-Kalimantan, Edi Kamtono Serukan Sinergi Hadapi Persoalan Daerah

23 Agustus 2026
Prabowo Sapa Petugas di Tengah Asap Karhutla Kubu Raya, Misi Padamkan Api Berlanjut

Prabowo Sapa Petugas di Tengah Asap Karhutla Kubu Raya, Misi Padamkan Api Berlanjut

22 Agustus 2026
Prabowo Pimpin Rapat Karhutla di Kalbar, OMC dan Water Bombing Kembali Diperkuat

Prabowo Pimpin Rapat Karhutla di Kalbar, OMC dan Water Bombing Kembali Diperkuat

22 Agustus 2026

Recent News

Paskibraka Pontianak Dapat Apresiasi, Perjuangan di Balik Merah Putih Jadi Bekal Generasi Muda

Paskibraka Pontianak Dapat Apresiasi, Perjuangan di Balik Merah Putih Jadi Bekal Generasi Muda

23 Agustus 2026
Dari Forum Ulama se-Kalimantan, Edi Kamtono Serukan Sinergi Hadapi Persoalan Daerah

Dari Forum Ulama se-Kalimantan, Edi Kamtono Serukan Sinergi Hadapi Persoalan Daerah

23 Agustus 2026
Prabowo Sapa Petugas di Tengah Asap Karhutla Kubu Raya, Misi Padamkan Api Berlanjut

Prabowo Sapa Petugas di Tengah Asap Karhutla Kubu Raya, Misi Padamkan Api Berlanjut

22 Agustus 2026
Prabowo Pimpin Rapat Karhutla di Kalbar, OMC dan Water Bombing Kembali Diperkuat

Prabowo Pimpin Rapat Karhutla di Kalbar, OMC dan Water Bombing Kembali Diperkuat

22 Agustus 2026
  • Kode Etik
  • Kode Prilaku Perusahaan Pers
  • Tentang Kami
  • Redaksi

© 2026 triggernetmedia development

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Sospolhukam
    • Metropolitan
    • Nasional
    • Internasional
  • Kalbar
    • Pontianak
    • Kayong Utara
    • Ketapang
    • Kubu Raya
    • Kapuas Raya
    • Landak
    • Mempawah
    • Sanggau
    • SingBeBas
    • Kapuas Hulu
  • Ekonomi
    • Keuangan
    • Bisnis
    • Industri
    • Makro
    • IHSG
    • Fintech
  • Edutaiment
    • Literasi
    • Edukasi
    • Budaya
    • Gadgets
    • IT
  • Sport
    • Sepak Bola
    • Kabar Arena
    • Otomotif
  • Infotainment
    • Selebritis
    • Film
    • Music
    • Zodiak
    • Comunity
    • Kekinian
    • Fashion
    • Milenial
  • Kuliner
    • Food
    • Pesona Dunia
    • Pesona Nusantara
  • Pariwara
    • Videotron
    • Foto
    • Kanal Iklan

© 2026 triggernetmedia development