triggernetmedia.com – Gubernur Kalimantan Barat, H. Sutarmidji mengatakan, akan membuat database tentang banjir yang digunakan untuk mengidentifikasi tingginya banjir dan potensi dampak kepada masyarakat.
“Langkah yang dilakukan Pemprov Kalbar, yaitu dengan cara membuat database banjir, terutama di wilayah bantaran sungai. Jika ketinggian air mencapai 1 meter sudah memberi dampak banjir, maka akan cepat diketahui rumah mana saja yang terdampak,” ungkapnya usai meninjau wilayah terdampak banjir di Kabupaten Sanggau. Rabu (3/11/2021).
Menurutnya, data tersebut akan memudahkan penyaluran bantuan dari Pemprov Kalbar. Bahkan kebutuhan posko bantuan dapat diperhitungkan melalui database ini.
“Database tersebut akan memudahkan pemerintah daerah untuk memperhitungkan segala sesuatunya, kemudian tinggal mengajukan bantuan apa saja yang dibutuhkan kepada Pemprov Kalbar,” tandasnya.
Pada kesempatan ini, Gubernur Sutarmidji menyalurkan bantuan berupa obat-obatan, sembako serta bantuan beras sebanyak 50 ton kepada masyarakat yang terdampak banjir melalui Pemerintah Kabupaten Sanggau.
Terkait pembangunan waterfront City di dekat Kawasan Keraton Sanggau, timpal Sutarmidji, pihaknya menegaskan akan melanjutkan pembangunannya, dan akan dilengkapi dengan trotoar, taman, serta pembangunan air mancur di tengah Kota Sanggau.
“Di tengah Kota Sanggau akan ada air mancur yang dibangun oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat. Ruang terbuka bagi masyarakat untuk berinteraksi merupakan salah satu indikator usia harapan hidup. Diharapkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kalbar bisa berubah menjadi lebih baik,” katanya, Rabu (3/11/2021).
Menurutnya, dalam meningkatkan IPM, pembangunan dan penataan juga wajib dilakukan sebagai salah satu aset wisata. Meningkatkan kebahagiaan hidup dapat membuat usia harapan hidup bertambah dan juga berpengaruh pada IPM.
“Saya ingin seluruh pembangunannya harus sudah selesai tahun depan,” ujar Sutarmidji. (*)










