Kamis, 4 Juni 2026
Trigger Netmedia
  • Home
  • Kalbar
    • Pontianak
    • Kayong Utara
    • Ketapang
    • Kubu Raya
    • Kapuas Raya
    • Landak
    • Mempawah
    • Sanggau
    • SingBeBas
    • Kapuas Hulu
  • News
    • Peristiwa
    • Sospolhukam
    • Metropolitan
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
    • Keuangan
    • Bisnis
    • Industri
    • Makro
    • IHSG
    • Fintech
  • Edutaiment
    • Literasi
    • Edukasi
    • Budaya
    • Gadgets
    • IT
  • Sport
    • Sepak Bola
    • Kabar Arena
    • Otomotif
  • Lifestyle
    • Comunity
    • Kekinian
    • Fashion
    • Milenial
  • Infotainment
    • Selebritis
    • Film
    • Music
    • Zodiak
  • Kuliner
    • Food
    • Pesona Dunia
    • Pesona Nusantara
  • Pariwara
    • Videotron
    • Foto
    • Kanal Iklan
No Result
View All Result
Trigger Netmedia
Home Headline

Polisi Federal Jerman Diam-diam Beli Spyware NSO Pegasus Israel

TriggerNetMedia by TriggerNetMedia
9 September 2021
in Headline, Internasional, News, Sorotan, Sospolhukam
0
Polisi Federal Jerman Diam-diam Beli Spyware NSO Pegasus Israel

DW Indonesia

1.2k
VIEWS
Share on Facebook

triggernetmedia.com – Polisi kriminal federal Jerman menurut media yang dikonfirmasi sumber, secara rahasia telah membeli dan menggunakan spyware pengawasan kontroversial Pegasus dari Israel meskipun ada keberatan dari pengacara.

Kantor Polisi Kriminal Federal Jerman (BKA) secara rahasia membeli spyware Pegasus yang terkenal dari perusahaan Israel NSO pada 2019.

Related posts

Pelaksana MBG yang Tak Bekerja Maksimal Mundur! Prabowo : Kepentingan Rakyat Harus Diutamakan

Pelaksana MBG yang Tak Bekerja Maksimal Mundur! Prabowo : Kepentingan Rakyat Harus Diutamakan

4 Juni 2026
Kejagung Dalami Jumlah SPPG Terafiliasi Dadan Hindayana, Geledah Sejumlah Lokasi

Kejagung Dalami Jumlah SPPG Terafiliasi Dadan Hindayana, Geledah Sejumlah Lokasi

4 Juni 2026

Hal ini terungkap Selasa (7/9/2021) dalam sebuah sidang parlemen. Pemerintah federal memberikan informasi kepada Komisi Dalam Negeri di parlemen Jerman Bundestag tentang pembelian spyware itu dalam sesi tertutup, ujar sumber-sumber di parlemen.

Laporan pemerintah ini mengkonfirmasi laporan sebelumnya dari media Jerman Die Zeit. Perangkat lunak itu diperoleh di bawah “kerahasiaan tertinggi” demikian Die Zeit, meskipun pengacara ragu karena alat pengawasan dapat melakukan lebih dari yang diizinkan oleh undang-undang privasi Jerman.

Namun, versi yang dibeli oleh BKA memiliki fungsi tertentu yang diblokir untuk mencegah penyalahgunaan, ujar kalangan pakar keamanan kepada surat kabar tersebut.

Meskipun tidak jelas bagaimana cara kerjanya pada tatanan praktis. Pengungkapan pembelian spyware tersebut merupakan hasil investigasi bersama oleh Die Zeit serta harian Süddeutsche Zeitung dan lembaga penyiaran publik NDR dan WDR.

Apa kata pemerintah Jerman?

Menurut Süddeutsche Zeitung, Wakil Presiden BKA Martina Link telah mengkonfirmasi kepada anggota parlemen bahwa jawatannya telah membeli perangkat lunak tersebut. Pada akhir 2020, BKA mengakuisisi versi perangkat lunak virus Trojan Pegasus.

Ini telah digunakan dalam operasi tertentu menyasar terorisme dan kejahatan sejak Maret tahun ini.

Mahkamah Konstitusi Federal Jerman telah memutuskan, aparat keamanan hanya diizinkan untuk menggunakan spyware pada ponsel dan komputer milik target pengawasan untuk kasus khusus, dan hanya dapat memicu jenis operasi tertentu.

Di saat supremasi hukum membatasi penggunaannya, teknologi yang tersedia terus berkembang, nyaris tanpa batasan.

Pemerintah Jerman telah ditanyai secara khusus tentang penggunaan spyware NSO tiga kali dalam beberapa tahun terakhir, namun secara tegas menolak untuk menjelaskan penggunaannya, audit maupun pengawasan tentang hal itu.

Dalam pernyataan tertulis menjawab pertanyaan dari anggota tim penyidik resmi, anggota parlemen Partai Kiri, Martina Renner, BKA menyebutkan hak parlemen atas informasi berkonflik dengan “kepentingan kerahasiaan sesuai konstitusi demi kesejahteraan negara dalam kasus-kasus luar biasa.”

Mengapa NSO dan Pegasus kontroversial?

NSO menjual alat pengawasan Pegasus kepada polisi dan badan intelijen secara global. Perangkatnya sangat canggih, sehingga dapat memata-matai iPhone dan smartphone Android secara real time, mengaktifkan fungsi mikrofon dan video untuk merekam percakapan, pengaturan, membaca data lokasi dan mengurai enkripsi pada pesan obrolan. BKA memulai negosiasinya dengan NSO pada tahun 2017.

Selama bertahun-tahun, BKA telah menggunakan perangkat lunak pengawasan buatan internalnya sendiri, tetapi software ini rumit dan ketinggalan zaman, itulah sebabnya pihak berwenang Jerman itu beralih ke NSO.

Pegasus memanfaatkan kerentanan dalam sistem keamanan smartphone, ibaratnya untuk membuka kotak Pandora peangkat pengawasan yang melanggar privasi. Yang lebih meresahkan lagi adalah, tidak diketahui siapa yang menjadi sasaran pemerintah di seluruh dunia yang telah membeli alat tersebut.

Pada bulan Juli, sebuah konsorsium organisasi media berita termasuk Die Zeit melaporkan penyalahgunaan ekstensif teknologi, yang datanya iambil dari daftar target potensial pada tahun 2016 yang mencakup lebih dari 50.000 nomor telepon.

Target tersebut antara lain para aktivis hak asasi manusia, jurnalis dan pengacara serta selusin kepala negara, beberapa menteri pemerintah dan diplomat senior. Analisis teknis ponsel beberapa orang yang dijadikan target, mengungkapkan ponsel mereka telah berhasil diretas menggunakan perangkat lunak Pegasus.

Bagaimana reaksi Jerman?

Anggota parlemen Partai Hijau Konstantin von Notz menyebutnya sebagai “mimpi buruk bagi supremasi hukum.” Dia menuntut “klarifikasi penuh” dari pemerintah federal tentang siapa yang “secara khusus bertanggung jawab atas pembelian dan penggunaan perangkat lunak pengintai ini.”

Frank Überall, ketua Asosiasi Jurnalis Jerman, mengatakan serikat pekerja ingin tahu “apakah jurnalis dimata-matai tanpa sepengetahuan mereka, apakah sumber mereka masih aman.”

Überall menyebut tindakan BKA “tidak dapat dipahami” dan menambahkan Menteri Dalam Negeri Horst Seehofer harus memaparkan secara terbuka, apa tujuan dari program mata-mata tersebut.

 

Sumber : Suara.com

About Author

TriggerNetMedia

See author's posts

Tags: IsraelJermanpegasusSpyware
Previous Post

Prancis Gelar Persidangan Bersejarah, Adili Pelaku Bom Bunuh Diri Paris

Next Post

Angka Positif Covid-19 Indonesia Turun, ‘Jangan Senang Berlebihan’

Next Post
Angka Positif Covid-19 Indonesia Turun, ‘Jangan Senang Berlebihan’

Angka Positif Covid-19 Indonesia Turun, 'Jangan Senang Berlebihan'

Pelaksana MBG yang Tak Bekerja Maksimal Mundur! Prabowo : Kepentingan Rakyat Harus Diutamakan

Pelaksana MBG yang Tak Bekerja Maksimal Mundur! Prabowo : Kepentingan Rakyat Harus Diutamakan

4 Juni 2026
Kejagung Dalami Jumlah SPPG Terafiliasi Dadan Hindayana, Geledah Sejumlah Lokasi

Kejagung Dalami Jumlah SPPG Terafiliasi Dadan Hindayana, Geledah Sejumlah Lokasi

4 Juni 2026
Wamen Silmy Karim Serahkan Diri ke KPK Usai OTT Kasus Dugaan Suap Keimigrasian

Wamen Silmy Karim Serahkan Diri ke KPK Usai OTT Kasus Dugaan Suap Keimigrasian

4 Juni 2026

Gallery Video

  • DEBAT PUBLIK ANTAR PASANGAN BUPATI DAN WAKIL BUPATI KABUPATEN KETAPANG TAHUN 2024
    • DEBAT PUBLIK ANTAR PASANGAN BUPATI DAN WAKIL BUPATI KABUPATEN KETAPANG TAHUN 2024

    • Watch Video

  • DEBAT PUBLIK PASLON BUPATI DAN WAKIL BUPATI KETAPANG 2020 SEGMEN 3
    • DEBAT PUBLIK PASLON BUPATI DAN WAKIL BUPATI KETAPANG 2020 SEGMEN 3

    • Watch Video

  • DEBAT PUBLIK PASLON BUPATI DAN WAKIL BUPATI KETAPANG 2020 SEGMEN 4
    • DEBAT PUBLIK PASLON BUPATI DAN WAKIL BUPATI KETAPANG 2020 SEGMEN 4

    • Watch Video

  • DEBAT PUBLIK PASLON BUPATI DAN WAKIL BUPATI KETAPANG 2020 SEGMEN 5
    • DEBAT PUBLIK PASLON BUPATI DAN WAKIL BUPATI KETAPANG 2020 SEGMEN 5

    • Watch Video

  • KAMPUNG KB MEWUJUDKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT
    • KAMPUNG KB MEWUJUDKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT

    • Watch Video

  • DPRD SAHKAN APBD KABUPATEN MEMPAWAH TA 2021 Rp1,08 TRILIUN
    • DPRD SAHKAN APBD KABUPATEN MEMPAWAH TA 2021 Rp1,08 TRILIUN

    • Watch Video

Advertisement Space Availble

Recent News

  • Pelaksana MBG yang Tak Bekerja Maksimal Mundur! Prabowo : Kepentingan Rakyat Harus Diutamakan
  • Kejagung Dalami Jumlah SPPG Terafiliasi Dadan Hindayana, Geledah Sejumlah Lokasi
  • Wamen Silmy Karim Serahkan Diri ke KPK Usai OTT Kasus Dugaan Suap Keimigrasian

PT. KALBAR INFORMASI GROUP (KBIG)

Recent News

Pelaksana MBG yang Tak Bekerja Maksimal Mundur! Prabowo : Kepentingan Rakyat Harus Diutamakan

Pelaksana MBG yang Tak Bekerja Maksimal Mundur! Prabowo : Kepentingan Rakyat Harus Diutamakan

4 Juni 2026
Kejagung Dalami Jumlah SPPG Terafiliasi Dadan Hindayana, Geledah Sejumlah Lokasi

Kejagung Dalami Jumlah SPPG Terafiliasi Dadan Hindayana, Geledah Sejumlah Lokasi

4 Juni 2026
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kode Prilaku Perusahaan Pers
  • Amsi

copyright © 2025 banner 120x600

No Result
View All Result
  • Home
  • Kalbar
    • Pontianak
    • Kayong Utara
    • Ketapang
    • Kubu Raya
    • Kapuas Raya
    • Landak
    • Mempawah
    • Sanggau
    • SingBeBas
    • Kapuas Hulu
  • News
    • Peristiwa
    • Sospolhukam
    • Metropolitan
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
    • Keuangan
    • Bisnis
    • Industri
    • Makro
    • IHSG
    • Fintech
  • Edutaiment
    • Literasi
    • Edukasi
    • Budaya
    • Gadgets
    • IT
  • Sport
    • Sepak Bola
    • Kabar Arena
    • Otomotif
  • Lifestyle
    • Comunity
    • Kekinian
    • Fashion
    • Milenial
  • Infotainment
    • Selebritis
    • Film
    • Music
    • Zodiak
  • Kuliner
    • Food
    • Pesona Dunia
    • Pesona Nusantara
  • Pariwara
    • Videotron
    • Foto
    • Kanal Iklan

copyright © 2025 banner 120x600