triggernetmedia.com – Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki mendorong pemerintah di daerah dan Koperasi yang ada di Kalbar bisa melakukan transformasi pengembangan teknologi produksi, dengan cara membangun rumah produksi bersama bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Hal tersebut disampaikannya usai meresmikan Kantor Pusat KSP Credit Union Pancur Kasih, sekaligus perayaan hari jadi ke-34 Koperasi Simpan Pinjam tersebut, di Jalan 28 Oktober Pontianak, Sabtu (29/5/2021).
Transformasi pengembangan teknologi produksi bertujuan agar produk yang dihasilkan, khususnya produk UMKM, memiliki daya saing yang dapat membantu para pelaku UMKM bertahan di masa pandemi Covid-19. Salah satu yang bisa diterapkan adalah strategi manufakturing, yakni dengan konsep rumah produksi bersama bagi UMKM yang belum memiliki alat produksi modern.
“UMKM menggunakan jasa rumah produksi bersama, yang mungkinkan dimiliki Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) atau koperasi yang berjalan,” ungkap Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki.
“Kita berharap pengembangan usaha melalui koperasi saat ini, mendorong upaya transformasi pengembangan teknologi produksi. Tentu tidak hanya membiayai perdagangan saja, melainkan sektor produksi, terutama di sektor pertanian, peternakan, dan perikanan, di mana sektor perbankan juga berencana memasuki berbagai sektor tersebut,” harapnya.
Teten menambahkan, Kementerian Koperasi dan UKM RI juga membidik pasar ekspor. Hal ini dikarenakan banyak sekali produk yang bisa disiapkan untuk diekspor. Di sisi lain, pemerintah juga akan membantu sistem logistik, termasuk sertifikasi. Menurutnya, pelaku UMKM harus melakukan transformasi digitalisasi, dengan pemasaran produk secara digital.
“Sekarang ini, pangsa pasar produk secara digital cukup besar, karena adanya tren konsumsi masyarakat secara digital juga tinggi,” tuturnya.
Sementara itu, Gubernur Kalbar H. Sutarmidji, mengungkapkan, untuk mendorong pengembangan teknologi produksi di Provinsi Kalbar saat ini, jumlah koperasi aktif sebanyak 2.987 unit dengan jumlah anggota sebanyak 1,22 juta orang dan nilai aset koperasi sebesar Rp15,24 Triliun.
“Volume usaha sebesar Rp9,28 Triliun, SHU sebesar Rp131,44 Miliar dan menyerap tenaga kerja sekitar 5.678 orang. Ini sebagai modal kita untuk mendorong pengembangan teknologi produksi di Kalbar,” jelas Sutarmidji.
Ditambahkannya, untuk koperasi yang mendominasi sektor usaha di masyarakat Kalbar, yaitu sektor Pertanian, Kehutanan, Perikanan, dan Perkebunan sebesar 24,27 persen. Untuk sektor penyediaan akomodasi dan makan minum, sebesar 19,25 persen dan sektor keuangan dan asuransi sebesar 17,10 persen dari jumlah koperasi aktif.
“Dan Pemerintah Provinsi Kalbar akan siap medorong transformasi pengembangan teknologi produksi seusai dengan bapak Menteri sampaikan,” imbuhnya. (*)



