triggernetmedia.com – Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono menyatakan telah memerintahkan Dinas Kesehatan Kota Pontianak dan jajaran untuk melakukan penanganan secara tuntas kasus Scabies yang di Kecamatan Pontianak Barat. Seperti diketahui sejumlah warga di Jalan Apel, Kelurahan Sungai Jawi Luar, Kecamatan Pontianak Barat mengeluhkan penyakit aneh yang mewabah dan umumnya menyerang anak-anak.
“Sudah kita perintahkan kepada Kepala Dinas Kesehatan dan meminta jajaran terdekat seperti puskesmas untuk menangani secara tuntas kasus ini. Sudah ditangani,” kata Edi, Kamis (18/2/2021) di Pontianak.
Edi tak menampik lingkungan kurang sehat dan sanitasi serta penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) menjadi salah satu faktor penyebab dan sumber berbagai penyakit di lingkungan masyarakat. Namun, Pemerinah Kota Pontianak, menurutnya sejauh ini telah kita lakukan program-program melalui OPD.
“Kota tata kumuh atau kotaku misalnya, perbaikan drainase, jalan lingkungan, dan banyak peluang-peluang lain. Termasuk kegiatan gotong royong dan bedah rumah,” ujarnya.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak, Sidiq Handanu menegaskan pihaknya sudah melakukan survei sejak (15/2) lalu dan melakukan penyuluhan langsung tentang Higyenen dan sanitasi, sekaligus melakukan pengobatan massal.
“Penangannya ditangani langsung oleh Puskesmas Perum I,” jelasnya saat dikonfirmasi.
Sidiq Handanu menjelaskan kasus yang ditemukan di Kelurahan Sei Jawi Luar Keamatan Pontianak Barat merupakan kasus penyakit infeksi kulit yang disebut Scabies.
“Jenis penyakit ini disebabkan oleh kutu sarcoptes scabei. Sementara penularan dapat terjadi akibat adanya kontak erat dengan penderita,” jelasnya.
Kepala Puskesmas Perum I, Martiningsih menyatakan, berdasarkan hasil survei, terdapat 80 orang penderita penyakit infeksi kulit Scabies.
“Ada bayi, balita, anak-anak, remaja dan dewasa,” ungkapnya.
Gejala dan Pengobatan Scabies Pada Anak
Scabies pada anak dapat menyebabkan kulitnya sangat gatal dan luka akibat digaruk. Penyakit ini mudah sekali menular dan perlu segera diobati.
Kutu penyebab scabies atau kudis dapat menular jika terjadi kontak langsung dengan kulit penderita, tidur berdekatan dengan penderita, atau menggunakan pakaian dan handuk yang dipakai oleh penderita. Oleh karena itu, jika anak menderita scabies, seluruh anggota keluarga juga harus diperiksa dan diobati.

Gejala Scabies pada Anak
Ketika tertular, kutu penyebab scabies akan masuk ke dalam lapisan kulit untuk hidup dan berkembang biak. Kotoran, air liur, dan telur yang mereka tinggalkan di kulit akan menimbulkan berbagai gejala alergi, seperti:
Gatal parah yang biasanya memburuk pada malam hari atau setelah mandi air panas. Jika digaruk, akan terbentuk luka dan keropeng, serta berisiko menyebabkan infeksi bakteri di kulit.
Bentol-bentol atau lepuhan pada kulit tempat kutu bersembunyi.
Kulit kemerahan dan muncul ruam.
Kulit bersisik atau berkerak.
Berbagai gejala tersebut baru akan muncul 4-6 minggu setelah kutu penyebab scabies menyerang kulit anak.
Pada anak umur 2 tahun ke atas, bentol kecil scabies biasanya muncul di tangan, sela-sela jari, pergelangan tangan, pinggang, paha, pusar, daerah selangkangan, dan ketiak. Sedangkan pada anak di bawah usia 2 tahun, benjolan biasanya tumbuh di kepala, leher, telapak tangan, dan telapak kaki.
Mengobati Scabies pada Anak
Jika Si Kecil menunjukkan gejala scabies, segeralah bawa ke dokter untuk menjalani pemeriksaan dan mendapatkan pengobatan scabies.
Untuk memastikan diagnosis, dokter akan melihat kondisi kulit Si Kecil untuk menemukan tanda-tanda scabies. Bila perlu, dokter akan memeriksa sampel kulitnya dengan mikroskop untuk mencari kutu scabies.
Jika Si Kecil sudah dipastikan menderita scabies, dokter akan meresepkan obat berupa:
Krim dan losion yang mengandung permethrin, lindane, sulfur, atau crotamiton.
Obat antihistamin luntuk membantu meringankan rasa gatal.
Obat ivermectin untuk scabies yang luas dan berat.
Antibiotik untuk mengobati infeksi bakteri pada kulit Si Kecil.
Pengobatan scabies pada anak membutuhkan waktu kurang lebih 4-6 minggu, sampai penyakit ini sembuh dan gejalanya hilang. Oleh karena itu, Ayah dan Bunda perlu bersabar dalam merawat anak dengan scabies, dan jangan menghentikan pengobatan tanpa anjuran dokter.
Selain pengobatan dari dokter, lakukan juga langkah-langkah berikut ini untuk mengatasi scabies pada anak:
Periksakan semua orang yang tinggal serumah dengan anak ke dokter agar dapat diobati. Hal ini untuk mencegah scabies kambuh kembali.
Mandikan Si Kecil dalam waktu 8-12 jam setelah ia diberikan obat oles pembasmi kutu.
Jangan mengoleskan salep pada mata, hidung dan mulut Si Kecil, kecuali jika dianjurkan oleh dokter.
Mandikan Si Kecil dengan air hangat.
Cuci pakaian, handuk, boneka, dan alas tidur dengan air panas (setidaknya pada suhu 60°C) untuk membunuh kutu dan telurnya. Untuk barang-barang yang tidak dapat dicuci, masukkan ke dalam freezer atau wadah kedap udara selama beberapa hari.
Setrika pakaian, alas tidur, dan handuk Si Kecil.
Jemur selimut, bantal, dan guling selama beberapa hari di bawah sinar matahari untuk mematikan kutu.
Potong kuku si Keciluntuk mencegah infeksi yang disebabkan oleh garukan.
Jika Si Kecil masih merasa gatal setelah obat scabies pada anak habis, atau Si Kecil kembali terkena scabies setelah selesai pengobatan, kembalilah ke dokter untuk mendapatkan pengobatan ulang.
Ariz




