triggernetmedia.com – Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan mengatakan bahwa panitia Sejadah Fajar telah menyerahkan data peserta yang telah mengikuti kegiatan di Kapuas Hulu beberapa waktu lalu.
“Hari ini akan diserahkan datanya. Rata-rata yang pergi diatas usia 40 tahun. Alasan data belum diberikan karena saat pergi nama belum di data semua,” ujarnya, Selasa (7/4/2020).
Ia mengatakan terkait alasan ketua Sajadah Fajar belum memberikan data peserta kepada Dinas Kesehatan kota Pontianak maupun Provinsi Kalbar karena memang saat pergi nama peserta belum tercatat semuanya.
Namun, kada dia, data yang ikut Sajadah Fajar ke Kapuas Hulu sudah diserahkan pada hari ini ke pihak Dinkes Kota dan Provinsi.
Sebelumnya, Dinkes Kalbar telah mengumumkan sudah ada dua peserta Sajadah Fajar Kapuas Hulu yang telah meninggal dunia. Satu orang yang meninggal sudah dinyatakan positif Covid-19 dan satunya belum sempat dilakukan rapid tes maupun pengambilan sampel spesimen.
Peserta pertama yang mengikuti Sajadah Fajar telah meninggal yakni pasien perempuan umur 69 tahun, alamatnya di Pontianak dan telah dinyatakan covid-19.
Sebelumnya, Pasien pada 21 Februari sampai 27 Februari 2020 telah melakukan perjalanan ke Putusibau Kapuas Hulu untuk mengikuti acara Sajadah Fajar dan rombongan ini pergi dengan mencarter bus Damri.
Pada 28 Februari 2020 pasien sampai di Pontianak. Lalu pada 8 Maret 2020 pasien menderita demam dan batuk, dan pada 13 Maret 2020 pasien berobat ke dokter.
Kemudian, pada 20 Maret 2020 berobat ke salah satu rumah sakit di kota Pontianak. Pada 20 Maret 2020 sore dirujuk ke RSUD Soedarso dan dilakukan pengambilan sampel ditenggorokannya untuk di kirim ke Jakarta.
“Pada 21 Maret 2020 pagi sekitar pukul 07.30 wib pasien meninggal dunia. Pasien ini sebelumnya masuk pada kategori pasien dalam pengawasan dan belum tentu pasien ini positif corona,” sebut Norsan.
Norsan menambahkan, peserta Sajadah Fajar kedua yang meninggal adalah seorang perempuan berusia 68 tahun, ditemukan telah meninggal sekitar pukul 20.00 wib dikediamannya di Jalan Johar Pontianak, Senin (6/4/2020).
Kepala Dinas Kesehatan, Harisson yang memantau langsung evakuasi mayat perempuan 68 ini mengatakan bahwa mayat langsung dibawa kerumah sakit RSUD Soedarso.
Harisson mengatakan, ibu ini diperkirakan telah meninggal selama dua hari dan sudah tercium bau tidak sedap.
“Ibu berumur 68 tahun ini menurut adiknya pernah melalukan perjalanan bersama pasien PDP yang telah meninggal dan dinyatakan terkonfirmasi Covid-19 yang pernah pergi ke acara Sajadah Fajar di Kapuas Hulu,” ungkapnya.
“Mayat tersebut sudah dievakuasi oleh Dinkes Kota Pontianak untuk dibawa ke RSUD Soedarso untuk di lakukan penatalaksanaan jenazah sesuai prosedur yang sudah ditetapkan dan malam ini juga akan di kuburkan,” jelas Harisson lagi.
Dhesta










