triggernetmedia.com – Tiga Komisi DPRD kabupaten Bengkayang melakukan ‘sidak’ di wilayah perbatasan terkait dengan pencegahan virus Corona (Covid-19) dan memantau situasi terkini pasca ditutupnya PLB Jagoi Babang.
Beberapa tempat yang disasar, yaitu Puskesmas Jagoi Babang, Imigrasi, Bea Cukai, Kantor Camat, dan PLB Jagoi Babang atau titik Nol, serta beberapa pusat perdagangan yang ada di wilayah perbatasan, Indonesia-Malaysia.

Sidak tiga unsur Komisi DPRD Bengkayang ini juga terkait adanya penutupan pintu batas, dan beberapa barang dinyatakan mulai langka, seperti gula pasir.
Sidak tiga unsur Komisi DPRD Bengkayang ini juga difokuskan untuk memastikan kesiapan pelayanan publik dalam mengahadapi penutupan Pos Lintas Batad Negara (PLBN) selama 14 hari kedepan, yang berdasarkan instruksi Gubernur Kalbar, Sutarmidji.
Ketua DPRD Kabupaten Bengkayang, Fransiskus menegaskan sidak tiga komisi DPRD Bengkayang pasca instruksi Gubernur Kalbar untuk menutup PLBN Jagoi Babang, yang dinilai cukup rawan sekaligus upaya antisipasi penyebaran wabah Virus Covid-19 di Kabupaten Bengkayang yang berbatasan langsung dengan negeri Jiran, Malaysia.
“Kita DPRD dari tiga komisi hari ini melakukan sidak di wilayah perbatasan. Masing-masing komisi melakukan pemantauan dibidangnya. Kami atas nama pimpinan DPRD kabupaten Bengkayang, sesuai dengan rakor bersama Forkopimda kemarin tentu beberapa hal yang harus kita sikapi atas instruksi presiden dan Gubernur Kalbar,” jelasnya.
“Bengkayang secara geografis memang menjadi wilayah yang berbatasan langsung dengan Malaysia tentu perlu perhatian serius, dan hari ini kami ‘action’ langsung dilapangan untuk meninjau kebenaran terkait dengan penutupan jalur perbatasan selama 14 hari kedepan,” ujar Fransiskus.

Komisi I, sebut Fransiskus, telah meninjau di Imigrasi. Kemudian Komisi II telah memantau kesediaan sembako di wilayah perbatasan.
“Karena Jagoi Babang merupakan kecamatan penyanggah bagi beberapa kecamatan di Bengkayang. Sedangkan Komisi III memantau kesiapan SDM medis, khususnya dalam kesiapan mengantisipasi penyebaran virus corona di Bengkayang,” ujarnya menambahkan.
Ketua Komisi III yang membidangi Keuangan, Pendidikan dan Kesejahteraan, Martinus Khiu menyatakan, Puskesmas Jagoi Babang cukup siap menghadapi wabah virus Covid-19.
“Semua masih berjalan normal,” ungkapnya usai melakukan monitoring di Puskesmas tersebut.
“Mengingat Jagoi Babang merupakan kecamatan yg berada di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia. Tentu ini akan menjadi perhatian serius kita bersama. Dari hasil pantauan kami dilapangan Puskesmas sudah siap jauh hari. Hanya memang kesediaan masker yang terbatas,” beber Martinus Khiu.
Meski demikian, sambung Martinus Khiu, pihaknya di Komisi III DPRD Bengkayang sudah melakukan koordinasi bersama pihak Puskesmas dan dokter yang ada.
“Kita bersyukur bahwa di Kecamatan Jagoi Babang ini tidak ditemukan kasus-kasus yang berkaitan dengan Corona. Namun hal ini perlu kita terus waspadai,” ujarnya.

Khiu berharap baik pemerintah, Puskesmas untuk terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat sehingga zero untuk kasus Covid-19 di Kabupaten Bengkayang, khususnya di wilayah perbatasan ini terus dipertahankan, dan Bengkayang bisa bebas dari kasus mengecam kan dunia ini.
“Kami berharap juga kepada pihak Puskesmas untuk mempersiapkan diri. Jika ditemukan gejala saja segera koordinasi dengan instansi terkait,” pesan Martinus Khiu.
“Masyarakat diimbau untuk tidak terlalu panik, dan tetap waspada. Untuk sementara waktu jika tidak ada kepentingan mendesak bisa dirumah dulu. Kita bersama melawan Corona,” katanya menambahkan.
Petugas di Jagoi Baban butuh masker dan disinfektan
Petugas Puskesmas Jagoi Babang, dokter Fenida menyatakan, sejak jauh hari Puskesmas itu sudah melakukan persiapan diri dan sudah malukan koordinasi dengan KKP, dan sektoral lainnya, termasuk melakukan sosialisasi dibeberapa tempat dan gereja di Kecamatan Jagoi Babang.
“Untuk pelayanan pada pasien kita telah menyiapkan tenaga medis dan sumber daya yang ada dalam menghadapi ancaman wabah virus corona ini. Yang menjadi permasalahan kami saat ini adalah ketersediaan masker, disinfektan,” sebutnya.
“Sejuah ini kita tidak menerima laporan Suspect dari masyarakat. Tetapi kita berharap wabah virus Corona ini tidak terjadi di kecamatan Jagoi Babang,” ujar Fenida.
Sementara itu, Dankisat 641 Raider Beruang, Kapten Infantri Miptakul menyatakan, sebanyak 400 anggota TNI telah disiagakan untuk melaksanakan penjagaan ketat dititik nol sebagai antisipasi keluar masuk orang dalam upaya pencegahan Covid-19.
Meskipun tampak sepi, Dankisat 641 Raider Beruang memastikan sampai saat ini situasi wilayah perbatasan masih kondusif, aman terkendali.
“Kami dari Satgas Pamtas terhitung mulai tanggal 17 Maret atas perintah dansatgas telah melakukan upaya antisipasi terkait penanganan wabah virus corona, dan kita juga telah melakukan penutupan jalur perbatasan. Selain itu anggota kami juga telah ditempatkan di jalur-jalur tradisional atau jalur tikus. Sampai saat ini juga kondisi kota disini masih kondusif, aman terkendali, masyarakat juga masih bisa dikomunikasikan,” jelasnya.
Kapten Infantri Miptakul menambahkan, sejauh ini pihaknya juga telah menyiapkan alat pengukur suhu, tong air dan sabun pencuci tangan, dan memasang banner sebagai bentuk imbauan sekaligus edukasi kepada masyarakat tentang pandemi Virus Corona yang kekinian mengancam masyarakat global.
Doe I Ariz











