triggernetmedia.com – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Sugiono mengungkapkan empat klaster yang akan menjadi fokus Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) ke depan.
Keempat fokus tersebut meliputi pendidikan, kesehatan, ketahanan bencana, serta penurunan kemiskinan. Agenda itu disampaikan Sugiono dalam serah terima jabatan (sertijab) Menko PMK dari Pratikno di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, Senin (5/10/2026).
Sugiono mengatakan keempat sektor tersebut memiliki peran penting dalam mewujudkan pembangunan manusia Indonesia yang unggul.
1. Pendidikan
Pendidikan menjadi salah satu prioritas utama Kemenko PMK. Sugiono menyebut pemerintah telah menyiapkan sejumlah program untuk memperluas akses dan meningkatkan kualitas pendidikan.
Beberapa di antaranya adalah renovasi 300 ribu sekolah dan madrasah hingga 2029, pembangunan 500 sekolah rakyat pada 2029, serta pembangunan 500 sekolah nasional terintegrasi.
Pemerintah juga menargetkan transformasi 100 sekolah Garuda, peningkatan kesejahteraan guru, serta digitalisasi pendidikan melalui penyediaan 1 juta interactive flat panel.
Selain itu, pemerintah mendorong pembangunan universitas berbasis sains, teknologi, engineering, dan matematika (STEM), akademi olahraga nasional, serta pengembangan talenta jasmani Indonesia.
“Yang intinya dari semua program tersebut adalah bagaimana memberikan akses yang terbaik terhadap pendidikan berkualitas bagi seluruh masyarakat Indonesia dalam rangka mencetak manusia yang unggul,” ujar Sugiono.
Ia juga menyampaikan adanya rencana pendidikan gratis mulai dari tingkat prasekolah hingga universitas negeri. Namun, rencana tersebut masih dalam tahap pembahasan.
“Bahkan yang terakhir yang saya kira juga masih digodok di Kementerian Kemenko PMK ini adalah rencana Bapak Presiden untuk pendidikan gratis mulai dari prasekolah hingga universitas negeri,” katanya.
2. Kesehatan
Selain pendidikan, sektor kesehatan menjadi fokus berikutnya. Sugiono menilai pembangunan kesehatan merupakan bagian penting dalam menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas.
Pemerintah akan menjalankan sejumlah program, termasuk renovasi 10 ribu puskesmas serta pembangunan dan revitalisasi 441 rumah sakit umum daerah (RSUD) di berbagai wilayah Indonesia.
Program pemeriksaan kesehatan gratis juga menjadi bagian dari agenda tersebut. Pemerintah juga menargetkan penuntasan tuberkulosis (TBC) serta peningkatan ketersediaan tenaga kesehatan, termasuk dokter spesialis dan dokter gigi.
3. Ketahanan Bencana
Sugiono turut memasukkan ketahanan bencana dalam agenda utama Kemenko PMK. Menurutnya, kondisi geografis Indonesia membuat masyarakat menghadapi risiko berbagai jenis bencana.
Karena itu, pemerintah akan memperkuat kesiapsiagaan masyarakat, salah satunya melalui pembangunan sistem peringatan dini atau early warning system di wilayah rawan bencana.
“Di mana prioritas besar diberikan pada membangun kesiapsiagaan bangsa untuk melaksanakan early warning system bagi seluruh masyarakat Indonesia, khususnya bagi masyarakat di sekitar daerah bencana,” ujar Sugiono.
Selain meningkatkan kesiapsiagaan, pemerintah akan memperkuat kapasitas penanganan bencana serta mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi setelah bencana.
Program tersebut mencakup sejumlah wilayah, termasuk Sumatera dan Nusa Tenggara Timur (NTT), serta daerah lain yang membutuhkan penanganan pascabencana.
4. Penurunan Kemiskinan
Klaster terakhir adalah penurunan kemiskinan. Sugiono mengatakan upaya mengurangi kemiskinan menjadi salah satu fondasi dalam membangun manusia Indonesia yang unggul.
Pemerintah akan berupaya memutus rantai kemiskinan melalui berbagai program dan memastikan intervensi diberikan kepada kelompok yang membutuhkan.
“Bantuan sosial dan intervensi pemerintah harus diprioritaskan pada fakir miskin dan yatim serta keluarga yang tidak mampu, kemudian kelompok disabilitas dan lansia serta ibu hamil, ibu menyusui dan bayi,” kata Sugiono.
Menurut Sugiono, fokus terhadap kelompok rentan tersebut diharapkan dapat membuat program pemerintah lebih tepat sasaran.
Keempat klaster tersebut menjadi agenda utama Kemenko PMK setelah Sugiono menggantikan Pratikno sebagai Menko PMK. Fokus tersebut mencakup peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan layanan dasar, kesiapsiagaan menghadapi bencana, serta upaya mempercepat pengentasan kemiskinan.










