triggernetmedia.com – Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan mendorong Indonesian National Shipowners’ Association (INSA) Pontianak memperkuat perannya sebagai mitra strategis pemerintah dalam mengembangkan sektor pelayaran, konektivitas laut, dan sistem logistik daerah.
Menurut Bahasan, posisi Pontianak yang memiliki keterkaitan erat dengan Sungai Kapuas menjadikan transportasi air dan aktivitas pelayaran bagian penting dari perkembangan ekonomi kota. Sejak dahulu, Sungai Kapuas telah menjadi jalur perdagangan sekaligus bagian dari kehidupan masyarakat.
Hingga kini, sektor pelayaran dan kepelabuhanan masih memiliki peran penting dalam mendukung distribusi barang, perdagangan, serta pergerakan logistik di Pontianak dan Kalimantan Barat.
“Dalam konteks itu, keberadaan INSA memiliki arti penting. INSA tidak hanya menjadi wadah perusahaan pelayaran, tetapi juga mitra strategis pemerintah untuk meningkatkan konektivitas dan transportasi laut,” kata Bahasan saat membuka Rapat Anggota Cabang (RAC) IX DPC INSA Pontianak di Hotel Golden Tulip, Rabu (30/9/2026).
Ia berharap hubungan antara Pemkot Pontianak dan INSA semakin diperkuat melalui komunikasi dan koordinasi yang terbuka. Berbagai persoalan yang muncul di lapangan, menurutnya, perlu disampaikan secara resmi agar dapat dibahas bersama dan dicarikan solusi.
Bahasan turut menyoroti masukan mengenai layanan kapal tunda yang dinilai perlu mendapat perhatian. Ia meminta setiap persoalan yang berpotensi menghambat aktivitas keluar-masuk kapal segera disampaikan kepada pihak terkait sehingga dapat ditindaklanjuti.
“Kalau ada persoalan atau masukan, sampaikan secara resmi. Ayo kita komunikasikan dan bangun kesepakatan dengan seluruh pihak terkait. Jangan hanya berhenti pada seremoni,” tegasnya.
Ia menekankan bahwa prinsip pelayanan harus mengedepankan kemudahan dan efisiensi. Regulasi maupun tata kelola di sektor pelayaran diharapkan tidak menimbulkan hambatan yang sebenarnya masih dapat diselesaikan melalui koordinasi.
“Cara berpikirnya harus kita ubah. Kalau bisa dipermudah, jangan dipersulit. Ini berlaku untuk setiap pelayanan publik, termasuk sektor pelayaran,” ujarnya.
Bahasan juga menilai kelancaran logistik memiliki dampak langsung terhadap aktivitas ekonomi Pontianak. Distribusi barang dan berbagai komoditas masih membutuhkan dukungan transportasi dari luar daerah, sehingga kelancaran arus barang perlu dijaga.
Di sisi lain, pengaturan kendaraan angkutan barang juga harus mempertimbangkan kepentingan masyarakat, khususnya terkait ketertiban dan keamanan lalu lintas.
“Kalau arus kontainer terhenti, tentu menjadi persoalan bagi distribusi barang. Tapi di sisi lain masyarakat juga membutuhkan jalan yang tertib dan aman. Ini yang harus kita atur bersama,” jelasnya.
RAC IX DPC INSA Pontianak juga menjadi momentum pemilihan Ketua DPC INSA Pontianak periode 2026–2031. Bahasan berharap proses tersebut berjalan demokratis, tertib, dan tetap dalam suasana kekeluargaan.
Ia menekankan pentingnya menjaga soliditas organisasi setelah proses pemilihan selesai. Ketua terpilih nantinya diharapkan mampu memperkuat organisasi sekaligus meningkatkan kontribusi INSA terhadap sektor pelayaran dan perekonomian Pontianak.
“Perbedaan pilihan dalam organisasi adalah hal biasa. Yang paling penting setelah proses pemilihan, seluruh anggota kembali bersatu dan bersama-sama membangun organisasi,” pesannya.










