triggernetmedia.com – Pemerintah menyiapkan operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) yang ditargetkan mulai memasuki tahap soft launching pada Oktober 2026. Persiapan dilakukan dengan menempatkan manajer yang akan mengelola koperasi di masing-masing daerah.
Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengatakan proses penyiapan manajer telah berjalan. Para manajer tersebut selanjutnya akan didistribusikan untuk mendukung operasional Kopdes Merah Putih di daerah.
“Sudah dipersiapkan kok untuk penempatan manajernya,” kata Ferry di Jakarta, Senin (21/9/2026).
Ferry menyebut soft launching kemungkinan dilakukan pada Oktober. Namun, pemerintah masih belum menetapkan tanggal pelaksanaan maupun jumlah koperasi yang akan mulai beroperasi pada tahap awal.
“Sekarang manajernya sudah dipersiapkan untuk didistribusikan. Dan mungkin bulan Oktober ini juga sudah mulai soft launching untuk operasionalnya,” ujarnya.
Sebelumnya, pemerintah menargetkan sekitar 25 ribu Kopdes Merah Putih mulai beroperasi pada Agustus-September 2026. Target tersebut selanjutnya diproyeksikan bertambah menjadi 35.862 unit hingga akhir 2026.
Di sisi lain, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menjelaskan bahwa Kopdes Merah Putih tidak diarahkan untuk menjadi pesaing warung maupun usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang telah berkembang di desa dan kelurahan.
Zulhas mengatakan koperasi tersebut bukan dibentuk sebagai toko atau supermarket yang berhadapan langsung dengan ritel masyarakat. Kopdes justru diarahkan untuk mendukung distribusi barang bersubsidi serta menjadi offtaker hasil pertanian.
“Saya jelaskan, kopdes ini bukan toko, bukan supermarket. Jadi, tidak usah khawatir warung-warung, segala macam, ritel-ritel ini tidak ada ini. Bisa saling melengkapi,” kata Zulhas.
Dalam pelaksanaannya, Kopdes dapat membeli hasil produksi pertanian masyarakat, termasuk gabah dan beras. Pembelian dapat dilakukan melalui kerja sama dengan Bulog sehingga koperasi berperan menghubungkan petani dengan pasar.
Zulhas mencontohkan, jika pemerintah menetapkan harga gabah Rp6.500 per kilogram sementara petani mendapat tawaran Rp5.000 dari tengkulak, Kopdes dapat membeli gabah sesuai harga pemerintah dan selanjutnya bekerja sama dengan Bulog.
Skema tersebut menjadi salah satu peran yang disiapkan pemerintah agar Kopdes Merah Putih dapat mendukung pemasaran hasil pertanian sekaligus memperkuat rantai distribusi pangan di tingkat desa dan kelurahan.










