triggernetmedia.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa ingin meningkatkan porsi kepemilikan Surat Berharga Negara (SBN) oleh investor domestik hingga mendekati Jepang. Menurutnya, semakin besar porsi investor dalam negeri, semakin kuat pula stabilitas pasar keuangan dan nilai tukar rupiah.
Purbaya mengatakan saat ini sekitar 87,5 persen SBN pemerintah telah dikuasai investor domestik. Angka tersebut dinilai memberikan fondasi yang lebih kuat dibandingkan kondisi sebelumnya ketika kepemilikan asing masih jauh lebih besar.
“Jepang pintar juga, 95 persen dipegang domestic player. Kita kan penginnya ke sana dulu,” kata Purbaya dalam acara Sarasehan 100 Ekonom Indonesia, dikutip Senin (7/9/2026).
Ia membandingkan kondisi tersebut dengan periode ketika investor asing menguasai sekitar 39 persen surat utang pemerintah Indonesia. Ketergantungan terhadap investor asing dinilai membuat pasar keuangan lebih rentan ketika terjadi aksi jual atau arus modal keluar.
“Dulu kita bingung waktu asing pegang 39 persen dari surat utang kita. Digoyang sedikit sudah, rupiah tidak terkendali. Sekarang keadaannya agak bagus, 87,5 persen dipegang domestic player. Artinya stabilitas kita bisa terjaga,” ujarnya.
Menurut Purbaya, dominasi investor domestik tidak hanya memberikan manfaat terhadap stabilitas rupiah. Pembayaran bunga SBN oleh pemerintah juga akan kembali berputar di dalam perekonomian nasional karena diterima masyarakat, perbankan, maupun pengelola dana pensiun.
Dengan demikian, dana yang dikeluarkan pemerintah untuk membayar bunga utang tidak seluruhnya mengalir ke luar negeri, tetapi turut menjadi sumber perputaran dana di dalam negeri.
“Jadi itu secara tidak langsung juga memberi stimulus ke perekonomian. Uangnya tidak lari ke luar, tapi masuk ke dalam,” kata Purbaya.
Purbaya juga menilai rasio utang pemerintah masih berada dalam kondisi terkendali meskipun kebijakan utang kerap mendapat sorotan. Ia menilai pembayaran bunga kepada investor domestik dapat memberikan efek ekonomi yang positif.
“Utangnya itu bayarnya dipakai ke domestik juga, dibayarkan ke orang domestik, yang saya pikir sebagian besar akan mendorong perekonomian juga. Jadi sebetulnya stimulus terselubung itu,” jelasnya.
Ke depan, Purbaya ingin struktur kepemilikan SBN Indonesia semakin kuat dari sisi investor domestik. Langkah tersebut diharapkan dapat mengurangi kerentanan terhadap gejolak arus modal global sekaligus menjaga stabilitas rupiah.











