triggernetmedia.com – Hasil survei terbaru Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menunjukkan perubahan peta elektabilitas dalam simulasi semi terbuka calon presiden. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menempati posisi teratas, melampaui Presiden Prabowo Subianto yang mengalami penurunan dukungan dibandingkan survei sebelumnya.
Direktur Eksekutif SMRC Deni Irvani mengatakan elektabilitas Dedi Mulyadi meningkat dari 19,7 persen pada November 2025 menjadi 35 persen pada Juli 2026. Sementara itu, elektabilitas Prabowo Subianto turun dari 34,9 persen menjadi 14,5 persen pada periode yang sama.
“Dalam sembilan bulan terakhir, elektabilitas Prabowo di simulasi semi terbuka menurun dari 34,9 persen menjadi 14,5 persen. Sementara Dedi Mulyadi naik dari 19,7 persen menjadi 35 persen,” ujar Deni dalam keterangan tertulis, Rabu (29/7/2026).
SMRC juga mencatat perubahan dukungan terhadap sejumlah tokoh lain. Elektabilitas Anies Baswedan sempat meningkat hingga 10,8 persen pada Februari–Maret 2026, namun turun menjadi 8,2 persen pada Juli 2026. Adapun elektabilitas Gibran Rakabuming Raka menunjukkan tren meningkat secara bertahap, dari 5,1 persen pada November 2025 menjadi 7,7 persen pada Juli 2026.
Di sisi lain, jumlah responden yang belum menentukan pilihan terus menyusut. Kelompok pemilih yang menjawab tidak tahu atau tidak memberikan jawaban turun dari 17,3 persen menjadi 12,8 persen dalam kurun November 2025 hingga Juli 2026.
Survei nasional ini dilaksanakan pada 5–19 Juli 2026 dengan melibatkan 749 responden yang memiliki hak pilih. Wawancara dilakukan melalui telepon terhadap 83,8 persen responden dan secara tatap muka terhadap 16,2 persen responden yang tidak memiliki akses telepon. Survei memiliki margin of error sekitar ±3,7 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.
Hasil survei tersebut menggambarkan preferensi responden pada saat pengambilan data dan tidak dimaksudkan sebagai prediksi hasil pemilihan presiden di masa mendatang.










