triggernetmedia.com – Hong Kong untuk pertama kalinya dalam satu dekade menggeser Singapura sebagai sumber investasi asing terbesar ke Indonesia pada kuartal II 2026. Pergeseran tersebut terjadi seiring meningkatnya arus investasi yang masuk melalui Hong Kong, yang mayoritas berasal dari investor asal China.
Menteri Investasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani mengungkapkan, realisasi investasi dari Hong Kong pada periode April–Juni 2026 mencapai 5,5 miliar dolar AS. Nilai tersebut melampaui investasi dari Singapura yang tercatat sebesar 4,2 miliar dolar AS.
“Untuk pertama kalinya dalam 10 tahun terakhir, investasi yang masuk melalui Hong Kong lebih besar. Sebagian besar memang berasal dari investor China,” ujar Rosan kepada wartawan, Kamis (17/7/2026).
Berdasarkan data BKPM, lima besar sumber investasi asing pada kuartal II 2026 ditempati Hong Kong dengan nilai 5,5 miliar dolar AS, disusul Singapura 4,2 miliar dolar AS, China 1,7 miliar dolar AS, Jepang 0,9 miliar dolar AS, dan Malaysia 0,7 miliar dolar AS.
Meski demikian, Rosan menegaskan posisi Singapura sebagai investor terbesar Indonesia masih bertahan jika dihitung secara kumulatif sepanjang semester I 2026. Selama Januari–Juni 2026, investasi dari Singapura mencapai 8,8 miliar dolar AS, diikuti Hong Kong sebesar 7,8 miliar dolar AS, China 3,9 miliar dolar AS, Jepang 1,9 miliar dolar AS, dan Amerika Serikat 1,7 miliar dolar AS.
Rosan menjelaskan, pencatatan asal investasi dilakukan berdasarkan negara tempat dana masuk ke Indonesia, bukan berdasarkan asal pemilik modal akhir (ultimate beneficial owner). Karena itu, investasi yang tercatat berasal dari Hong Kong belum tentu sepenuhnya berasal dari perusahaan Hong Kong.
“Sebagian besar investasi yang masuk melalui Hong Kong sebenarnya berasal dari China. Begitu juga investasi yang tercatat dari Singapura atau Malaysia, belum tentu berasal dari negara tersebut karena pencatatannya berdasarkan negara asal aliran investasi,” jelasnya.
Ia menambahkan, investasi yang masuk melalui Hong Kong masih didominasi sektor hilirisasi, terutama industri yang berkaitan dengan pengolahan mineral.
“Industrinya memang masih banyak yang bergerak di bidang hilirisasi mineral,” pungkas Rosan.










