triggernetmedia.com – RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie (SSMA) Kota Pontianak mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan obat yang benar, mulai dari memperoleh, menggunakan, menyimpan, hingga membuang obat secara aman. Edukasi tersebut diberikan kepada pasien dan pengunjung rumah sakit, Rabu (8/7/2026).
Apoteker RSUD SSMA, Fikri Destari, mengatakan pengelolaan obat yang tepat merupakan bagian penting dalam memastikan manfaat pengobatan diperoleh secara optimal sekaligus mencegah efek yang tidak diinginkan.
“Obat bukanlah produk yang dapat diperlakukan seperti barang konsumsi biasa. Ada tahapan yang harus diperhatikan, mulai dari mendapatkannya di tempat resmi, menggunakannya sesuai aturan, menyimpannya dengan benar, hingga membuangnya secara aman,” ujar Fikri.
Ia menjelaskan masyarakat sebaiknya membeli obat di fasilitas pelayanan kesehatan atau apotek berizin agar mutu, keamanan, dan keaslian obat terjamin. Selain itu, masyarakat juga dapat memperoleh informasi yang benar mengenai dosis, cara penggunaan, efek samping, hingga penyimpanan obat.
Menurut Fikri, obat harus digunakan sesuai petunjuk dokter atau tenaga kesehatan. Masyarakat juga diimbau tidak mengubah dosis, menghentikan pengobatan tanpa anjuran medis, maupun mengonsumsi obat berdasarkan rekomendasi orang lain.
Ia menambahkan, penyimpanan obat yang tepat berperan penting dalam menjaga kualitas obat. Karena itu, obat perlu disimpan sesuai petunjuk pada kemasan dan dijauhkan dari jangkauan anak-anak.
Fikri juga mengingatkan masyarakat agar rutin memeriksa tanggal kedaluwarsa dan kondisi fisik obat yang disimpan di rumah. Obat yang sudah kedaluwarsa, rusak, atau tidak lagi digunakan sebaiknya tidak dibuang sembarangan.
Untuk obat berbentuk tablet atau kapsul, ia menyarankan agar obat dirusak terlebih dahulu sebelum dibuang agar tidak disalahgunakan. Jika ragu mengenai cara pembuangan obat tertentu, masyarakat dapat berkonsultasi dengan apoteker.
“Dengan memperoleh obat dari tempat resmi, menggunakan sesuai aturan, menyimpan dengan benar, dan membuangnya secara aman, manfaat pengobatan dapat diperoleh secara optimal sekaligus mencegah penyalahgunaan obat dan menjaga kelestarian lingkungan,” katanya.










