Trigger Netmedia
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Sospolhukam
    • Metropolitan
    • Nasional
    • Internasional
  • Kalbar
    • Pontianak
    • Kayong Utara
    • Ketapang
    • Kubu Raya
    • Kapuas Raya
    • Landak
    • Mempawah
    • Sanggau
    • SingBeBas
    • Kapuas Hulu
  • Ekonomi
    • Keuangan
    • Bisnis
    • Industri
    • Makro
    • IHSG
    • Fintech
  • Edutaiment
    • Literasi
    • Edukasi
    • Budaya
    • Gadgets
    • IT
  • Sport
    • Sepak Bola
    • Kabar Arena
    • Otomotif
  • Infotainment
    • Selebritis
    • Film
    • Music
    • Zodiak
    • Comunity
    • Kekinian
    • Fashion
    • Milenial
  • Kuliner
    • Food
    • Pesona Dunia
    • Pesona Nusantara
  • Pariwara
    • Videotron
    • Foto
    • Kanal Iklan
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Sospolhukam
    • Metropolitan
    • Nasional
    • Internasional
  • Kalbar
    • Pontianak
    • Kayong Utara
    • Ketapang
    • Kubu Raya
    • Kapuas Raya
    • Landak
    • Mempawah
    • Sanggau
    • SingBeBas
    • Kapuas Hulu
  • Ekonomi
    • Keuangan
    • Bisnis
    • Industri
    • Makro
    • IHSG
    • Fintech
  • Edutaiment
    • Literasi
    • Edukasi
    • Budaya
    • Gadgets
    • IT
  • Sport
    • Sepak Bola
    • Kabar Arena
    • Otomotif
  • Infotainment
    • Selebritis
    • Film
    • Music
    • Zodiak
    • Comunity
    • Kekinian
    • Fashion
    • Milenial
  • Kuliner
    • Food
    • Pesona Dunia
    • Pesona Nusantara
  • Pariwara
    • Videotron
    • Foto
    • Kanal Iklan
No Result
View All Result
Trigger Netmedia
No Result
View All Result
Home Nasional

Forum Ekonomi Restoratif Dorong Perempuan Jadi Subjek Pembangunan

Pemberdayaan Perempuan dan Ekonomi Restoratif

TriggerNetMedia by TriggerNetMedia
26 Juni 2026
in Ekonomi, Headline, Kesra, Nasional, News, Sorotan
0
Forum Ekonomi Restoratif Dorong Perempuan Jadi Subjek Pembangunan

Diskusi dalam pameran Weaving Wonders: Tenun, Pangan, Energi, dan Perempuan—Dari Warisan ke Kekuatan Ekonomi. (Dok. Ist)

0
SHARES
6
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

triggernetmedia.com – Pengembangan ekonomi restoratif di Indonesia dinilai membutuhkan kolaborasi lintas sektor serta kebijakan yang menempatkan perempuan sebagai aktor utama pembangunan. Tanpa dua hal tersebut, upaya membangun ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan dinilai sulit terwujud.

Pandangan itu mengemuka dalam Kunstkring Dialogue: Forum Ekonomi Restoratif yang berlangsung di Jakarta pada 24–26 Juni 2026. Forum yang mempertemukan pemerintah, masyarakat sipil, akademisi, pelaku usaha, dan komunitas lokal itu menghasilkan komitmen untuk memperkuat ekosistem ekonomi restoratif yang berpihak pada perempuan.

Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Veronica Tan, mengatakan pemberdayaan perempuan tidak dapat dilakukan oleh satu kementerian semata. Menurut dia, kewenangan Kementerian PPPA yang terbatas membuat dukungan lintas kementerian menjadi kunci keberhasilan.

“Kalau upaya yang dilakukan terpecah-pecah, tujuan memberdayakan perempuan tidak akan pernah tercapai,” ujar Veronica.

Direktur Program Yayasan Penabulu, Rini D. Nasution, menilai penguatan ekosistem masyarakat sipil penting agar perempuan memiliki ruang lebih besar sebagai pemimpin lokal, pengelola aset produktif, pemegang hak, sekaligus agen perubahan di komunitas.

Forum tersebut juga merekomendasikan agar pemerintah menyusun kebijakan yang menempatkan perempuan bukan hanya sebagai penerima manfaat, tetapi sebagai subjek utama pembangunan.

Veronica mengungkapkan sekitar 80 persen pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia merupakan perempuan. Meski demikian, mereka masih menghadapi berbagai hambatan, mulai dari keterbatasan akses terhadap pendidikan, layanan kesehatan, kesejahteraan, hingga pengelolaan sumber daya alam.

“Kalau ingin mewujudkan Indonesia Emas, perempuan harus mendapat akses yang setara. Mereka bukan hanya penerima manfaat, tetapi subjek perubahan,” katanya.

Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa mengatakan perempuan juga memegang peran penting dalam pengembangan pariwisata restoratif, terutama di tingkat desa.

“Perempuan adalah jantung pariwisata restoratif. Mereka menjadi pusat pelestarian lingkungan sekaligus penggerak ekonomi keluarga,” ujarnya.

Pemerintah saat ini menjalankan sejumlah program pemberdayaan perempuan berbasis lingkungan, antara lain Kebun Pangan Perempuan (KPP), pengembangan agroforestri bambu, dan Perhutanan Sosial Khusus Perempuan di Nusa Tenggara Timur. Program-program tersebut diarahkan untuk memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan kesejahteraan keluarga, sekaligus mendukung pelestarian lingkungan.

Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda mengatakan beban kerja domestik masih menjadi tantangan utama yang membatasi ruang perempuan mengembangkan usaha. Karena itu, pemerintah daerah bersama Kementerian Kehutanan mendorong penyediaan lahan produksi melalui skema perhutanan sosial bagi kelompok perempuan.

Direktur Jenderal Perhutanan Sosial Catur Endah Prasetiani menjelaskan program tersebut dirancang untuk mengurangi ketimpangan akses terhadap lahan, modal, dan pasar. Di Nusa Tenggara Timur, pemerintah telah menerbitkan izin perhutanan sosial seluas 648 hektare kepada 335 orang, dengan 310 penerima merupakan perempuan.

Ketua Yayasan Bambu Lingkungan Lestari (YBLL), Monica Tanuhandaru, mengatakan Kunstkring Dialogue digagas bersama Penabulu-Oxfam sebagai ruang kolaborasi lintas pemangku kepentingan untuk memperkuat komitmen membangun ekonomi restoratif yang inklusif dan berpihak pada perempuan.

Forum ini merupakan bagian dari pameran Weaving Wonders: Tenun, Pangan, Energi, dan Perempuan—Dari Warisan ke Kekuatan Ekonomi yang digelar Yayasan Uma Nusantara di Tugu Kunstkring Palais, Jakarta.

About Author

TriggerNetMedia

See author's posts

Tags: # Indonesia Emas 2045# Masyarakat Sipilagroforestri bambuekonomi inklusifekonomi restoratifKebun Pangan Perempuan (KPP)Kementerian PPPAkesetaraan genderKunstkring DialogueNi Luh PuspaOxfam Indonesiapariwisata restoratifPembangunan BerkelanjutanPemberdayaan Perempuanperempuanperempuan sebagai subjek pembangunanPerhutanan SosialUMKM perempuanVeronica TanYayasan Penabulu
Previous Post

Sekjen Partai Buruh Ferri Nuzarli Mundur Bersama 1,3 Juta Anggota ORI

Next Post

Kemhan Evaluasi Latsarmil SPPI Setelah Lima Peserta Meninggal

TriggerNetMedia

TriggerNetMedia

Next Post
Kemhan Evaluasi Latsarmil SPPI Setelah Lima Peserta Meninggal

Kemhan Evaluasi Latsarmil SPPI Setelah Lima Peserta Meninggal

Stay Connected test

  • 24k Followers
  • 23.9k Followers
  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
AKI dan AKB Masih Tinggi, Indonesia Terpaut Jauh dari Target SDGs

AKI dan AKB Masih Tinggi, Indonesia Terpaut Jauh dari Target SDGs

16 Juli 2025
Jabat Dewan Syuro, Anggota Komisi Fatwa MUI Berperan Beri Masukan dan Nasihat ke JI

Jabat Dewan Syuro, Anggota Komisi Fatwa MUI Berperan Beri Masukan dan Nasihat ke JI

17 November 2021
Kronologi Polemik Ijazah Jokowi: Dari Gugatan Hukum hingga Drama Politik

Kronologi Polemik Ijazah Jokowi: Dari Gugatan Hukum hingga Drama Politik

18 Juli 2025
Status PPPK Paruh Waktu Dihapus, Revisi UU ASN Kembalikan Struktur Dua Pilar

Status PPPK Paruh Waktu Dihapus, Revisi UU ASN Kembalikan Struktur Dua Pilar

26 November 2025
Bandara Rahadi Oesman Ketapang Hentikan Sementara Layanan Penerbangan Komersial

Bandara Rahadi Oesman Ketapang Hentikan Sementara Layanan Penerbangan Komersial

0
2 Hari Hilang, Nelayan Tewas Mengambang di Pantai Cipalawah Garut

2 Hari Hilang, Nelayan Tewas Mengambang di Pantai Cipalawah Garut

0
14 Tahun Terbunuhnya Munir, Polri Didesak Bentuk Tim Khusus

14 Tahun Terbunuhnya Munir, Polri Didesak Bentuk Tim Khusus

0
Prabowo Resmikan Kantor DPD Gerindra di Banten

Prabowo Resmikan Kantor DPD Gerindra di Banten

0
Menkeu Purbaya Paparkan Tiga Pilar Strategi Ekonomi Presiden Prabowo

Pemerintah Salurkan Rp20,5 Triliun ke 490 Pemda, Bisa untuk Bayar Gaji PPPK

12 Agustus 2026
Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,29 Persen, tapi Dunia Usaha Belum Sepenuhnya Bernapas Lega

Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,29 Persen, tapi Dunia Usaha Belum Sepenuhnya Bernapas Lega

12 Agustus 2026
Pembiayaan UMKM Tak Cukup Digenjot, Pasar Produk Harus Diperkuat

Pembiayaan UMKM Tak Cukup Digenjot, Pasar Produk Harus Diperkuat

12 Agustus 2026
Gambut Terbakar dalam Hitungan Hari, Pulihnya Bisa Puluhan Tahun

Gambut Terbakar dalam Hitungan Hari, Pulihnya Bisa Puluhan Tahun

12 Agustus 2026

Recent News

Menkeu Purbaya Paparkan Tiga Pilar Strategi Ekonomi Presiden Prabowo

Pemerintah Salurkan Rp20,5 Triliun ke 490 Pemda, Bisa untuk Bayar Gaji PPPK

12 Agustus 2026
Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,29 Persen, tapi Dunia Usaha Belum Sepenuhnya Bernapas Lega

Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,29 Persen, tapi Dunia Usaha Belum Sepenuhnya Bernapas Lega

12 Agustus 2026
Pembiayaan UMKM Tak Cukup Digenjot, Pasar Produk Harus Diperkuat

Pembiayaan UMKM Tak Cukup Digenjot, Pasar Produk Harus Diperkuat

12 Agustus 2026
Gambut Terbakar dalam Hitungan Hari, Pulihnya Bisa Puluhan Tahun

Gambut Terbakar dalam Hitungan Hari, Pulihnya Bisa Puluhan Tahun

12 Agustus 2026
  • Kode Etik
  • Kode Prilaku Perusahaan Pers
  • Tentang Kami
  • Redaksi

© 2026 triggernetmedia development

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Sospolhukam
    • Metropolitan
    • Nasional
    • Internasional
  • Kalbar
    • Pontianak
    • Kayong Utara
    • Ketapang
    • Kubu Raya
    • Kapuas Raya
    • Landak
    • Mempawah
    • Sanggau
    • SingBeBas
    • Kapuas Hulu
  • Ekonomi
    • Keuangan
    • Bisnis
    • Industri
    • Makro
    • IHSG
    • Fintech
  • Edutaiment
    • Literasi
    • Edukasi
    • Budaya
    • Gadgets
    • IT
  • Sport
    • Sepak Bola
    • Kabar Arena
    • Otomotif
  • Infotainment
    • Selebritis
    • Film
    • Music
    • Zodiak
    • Comunity
    • Kekinian
    • Fashion
    • Milenial
  • Kuliner
    • Food
    • Pesona Dunia
    • Pesona Nusantara
  • Pariwara
    • Videotron
    • Foto
    • Kanal Iklan

© 2026 triggernetmedia development