triggernetmedia.com – Kementerian Perhubungan memperkirakan sekitar 143,91 juta orang atau 50,60 persen penduduk Indonesia akan melakukan perjalanan selama masa mudik Idulfitri 2026.
Dudy Purwagandhi mengatakan angka tersebut diperoleh berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh Kementerian Perhubungan Republik Indonesia.
Menurut Dudy, jumlah tersebut mengalami penurunan sekitar 1,75 persen dibandingkan hasil survei pada 2025 yang mencapai sekitar 146 juta orang.
“Angka ini memang menurun 1,75 persen dibandingkan survei tahun 2025 sekitar 146 juta. Namun pada realisasi 2025 justru mencapai 154 juta. Artinya mobilitas masyarakat saat Lebaran cenderung melampaui angka survei,” ujar Dudy dalam Sidang Kabinet Paripurna, Sabtu (14/2/2026).
Ia menjelaskan, mobil pribadi diperkirakan masih menjadi moda transportasi yang paling banyak digunakan pada mudik Lebaran tahun ini dengan jumlah sekitar 76,24 juta orang.
Jumlah tersebut lebih tinggi dibandingkan moda transportasi lain seperti sepeda motor dan bus.
Sementara itu, simpul transportasi yang diperkirakan menjadi titik terpadat selama arus mudik antara lain Bandara Soekarno-Hatta, lintas penyeberangan Pelabuhan Merak–Pelabuhan Bakauheni, serta Stasiun Pasar Senen dan Terminal Pulo Gebang.
Untuk mendukung kelancaran arus mudik, pemerintah menyiagakan berbagai armada transportasi, mulai dari sekitar 31.000 unit bus, 840 kapal laut, hingga 3.687 sarana kereta api.
Selain itu, pemerintah juga kembali menggelar program mudik gratis dengan target sebanyak 113.262 penumpang.
Program tersebut juga memberikan alokasi khusus bagi masyarakat di wilayah pascabencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
“Program mudik gratis kami juga diberikan untuk daerah pascabencana di Sumatera, meliputi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat,” kata Dudy.




