triggernetmedia.com – Konflik antar-kartel narkoba di Meksiko dinilai turut memengaruhi pola peredaran narkotika global, termasuk ke Indonesia. Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) RI Komjen Suyudi Ario Seto menyebut ketegangan tersebut memaksa jaringan internasional menata ulang rantai pasok mereka.
“Rantai pasok tidak akan berhenti. Mereka akan mencari jalur paling aman dan ekonomis untuk masuk ke Indonesia,” kata Suyudi, Selasa (24/2/2026).
BNN mencatat, suplai narkotika ke Indonesia masih didominasi tiga poros utama: Golden Triangle di Asia Tenggara, Golden Crescent di Asia Barat Daya, dan Golden Peacock dari Amerika Latin. Dari kawasan terakhir, narkotika jenis kokain, metamfetamin, hingga bahan baku fentanil disebut banyak berasal dari Meksiko dan sekitarnya.
BNN juga menyoroti keterlibatan jaringan Kartel Sinaloa, yang memanfaatkan jalur laut dan celah di perbatasan maritim Indonesia. Selain jalur tidak resmi, sindikat memanfaatkan pelabuhan dan bandara dengan modus penyamaran barang legal.
“Operasional di dalam negeri tetap dijalankan oleh sindikat lokal. Kartel internasional hanya menjadi pemasok dan pengendali jaringan,” ujar Suyudi.
Selama 2024, BNN mengungkap 27 jaringan narkoba internasional, termasuk yang terafiliasi dengan jaringan Meksiko. BNN memastikan pengawasan jalur laut dan pintu masuk resmi akan terus diperketat guna menekan peredaran narkotika lintas negara.




