triggernetmedia.com – Pemerintah Kota Pontianak menegaskan komitmen untuk mempercepat penurunan angka stunting melalui penguatan kerja lintas sektor. Hal itu disampaikan Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan saat membuka Reviu Kinerja Tahunan Stunting Tahun 2025 di Aula Rumah Jabatan Wakil Wali Kota, Kamis (18/12/2025).
Bahasan mengatakan, penanganan stunting harus menjadi prioritas karena berkaitan langsung dengan kualitas sumber daya manusia di masa depan. Menurut dia, periode awal kehidupan anak merupakan fase penting yang menentukan tumbuh kembang dan daya saing generasi mendatang.
“Salah satu indikator utama pembangunan daerah adalah prevalensi stunting pada balita. Karena itu, upaya penurunan stunting menjadi bagian penting dalam RPJMD Kota Pontianak 2025–2029,” ujar Bahasan.
Ia menyebutkan, meski berbagai program telah dijalankan, persoalan stunting tidak dapat dilihat semata sebagai masalah kesehatan dan gizi. Stunting juga mencerminkan kualitas pelayanan dasar yang diterima masyarakat.
“Penanganan stunting harus dilakukan secara serius dan terintegrasi untuk mendukung terwujudnya Generasi Indonesia Emas 2045,” katanya.
Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, prevalensi balita stunting di Kota Pontianak tercatat sebesar 22,3 persen. Angka tersebut masih lebih tinggi dibandingkan target nasional dalam RPJMN 2025–2029, yakni 18,8 persen pada 2025.
Untuk mempercepat penurunan stunting, Pemkot Pontianak menekankan pentingnya pendataan yang akurat serta penguatan peran Tim Pendamping Keluarga yang melibatkan tenaga kesehatan, penyuluh keluarga berencana, dan TP PKK.
Bahasan juga menyampaikan bahwa berdasarkan penilaian Kementerian Dalam Negeri Tahun 2024, kinerja percepatan penurunan stunting Kota Pontianak masih berada pada kategori sedang. Oleh karena itu, peran kecamatan dan kelurahan dalam pelaksanaan aksi konvergensi perlu terus diperkuat.
Meski demikian, Kota Pontianak berhasil meraih peringkat pertama penilaian kinerja pelaksanaan aksi konvergensi stunting tingkat Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2024. Capaian tersebut dinilai sebagai hasil kolaborasi dan inovasi lintas sektor.
Pemkot Pontianak menyatakan akan terus meningkatkan koordinasi dan efektivitas intervensi agar target penurunan stunting dapat tercapai sesuai sasaran nasional.











