triggernetmedia.com – Harapan Pegawai Negeri Sipil (PNS) melihat kenaikan gaji tahun depan kembali pupus. Anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi Golkar, Ahmad Doli Kurnia, menegaskan bahwa kebijakan tersebut sulit direalisasikan karena keterbatasan fiskal, risiko kecemburuan sosial, serta kinerja aparatur sipil yang dinilai masih lemah.
“Di tengah kondisi rakyat yang belum pulih secara ekonomi, menaikkan gaji PNS justru bisa memunculkan persoalan baru,” kata Doli di Kompleks Parlemen, Senayan, Rabu (20/8/2025).
Kinerja PNS Dipertanyakan
Doli menyoroti kebijakan Work From Anywhere (WFA) yang menurutnya belum menunjukkan dampak positif pada produktivitas. “Bagaimana mungkin kinerja masih tanda tanya, tapi gaji dinaikkan. Itu paradoks,” ujarnya.
Tidak Ada dalam APBN 2026
Presiden Prabowo Subianto saat menyampaikan Nota Keuangan dan RAPBN 2026 sama sekali tidak menyebut kenaikan gaji ASN. Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, memastikan absennya klausul tersebut menandakan tak ada kebijakan kenaikan gaji.
Fokus Anggaran untuk Prioritas Nasional
Menurut Doli, pemerintah kini menitikberatkan anggaran pada delapan program prioritas nasional. Karena itu, ruang fiskal untuk menambah belanja gaji aparatur sipil sangat terbatas.
Namun, pemerintah tetap mengalokasikan dana Rp178,7 triliun khusus untuk gaji guru dan dosen pada tahun 2026.




