triggernetmedia.com, Jakarta – PT Permodalan Nasional Madani (PNM) menegaskan komitmennya untuk memperkuat peran perempuan prasejahtera dalam membangun ketahanan ekonomi keluarga. Melalui program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar), PNM tak hanya menyalurkan akses permodalan, tetapi juga mendorong lahirnya pelaku usaha ultra mikro yang tangguh dan berdaya saing.
Sejak diluncurkan, program Mekaar telah menjangkau lebih dari 22 juta perempuan prasejahtera hingga April 2025. Mereka memperoleh pembiayaan, pelatihan kewirausahaan, serta pendampingan bisnis secara berkelanjutan. Mekaar hadir sebagai pendekatan terpadu yang menggabungkan modal finansial, sosial, dan intelektual.
“Ketika ibu rumah tangga dibekali keterampilan usaha dan keberanian mengambil keputusan, mereka bukan hanya menopang ekonomi rumah tangga, tapi juga berperan sebagai agen perubahan,” ujar Arief Mulyadi, Direktur Utama PT PNM dalam press release. Selasa (1/7/2025).
Berdasarkan survei dampak sosial Universitas Gadjah Mada (UGM) tahun 2022, program Mekaar secara signifikan meningkatkan pendapatan rumah tangga peserta. Selain itu, partisipasi dalam Mekaar memperkuat kepercayaan diri, kapasitas kepemimpinan, serta kemampuan perempuan dalam pengelolaan keuangan keluarga.
PNM juga secara rutin menggelar Pertemuan Kelompok Mingguan (PKM) sebagai forum edukasi dan literasi keuangan. Model ini terbukti efektif membentuk ekosistem usaha yang kolektif dan saling mendukung antaranggota.
Visi ke Depan: Perempuan Berdaya, Ekonomi Keluarga Tangguh
Memaknai Hari Keluarga Nasional, PNM optimistis pemberdayaan ekonomi berbasis gender akan memperkuat struktur sosial dan ekonomi akar rumput. Perempuan yang berdaya secara ekonomi dinilai memiliki kontribusi signifikan terhadap ketahanan keluarga dan pembangunan nasional.
“PNM percaya bahwa pemberdayaan perempuan prasejahtera adalah investasi jangka panjang. Ketika perempuan naik kelas secara ekonomi, maka keluarga dan bangsa ikut maju,” tutup Arief.






