triggernetmedia.com – Pasar emas global mencetak rekor baru pada awal 2026. Laporan World Gold Council (WGC) mencatat arus dana masuk (inflow) ke Exchange-Traded Fund (ETF) emas mencapai 120 ton atau setara US$19 miliar sepanjang Januari 2026. Capaian tersebut menjadi arus masuk bulanan terbesar sepanjang sejarah industri emas.
Lonjakan inflow ini mendorong total kepemilikan emas dalam instrumen ETF menembus rekor tertinggi sepanjang masa sebesar 4.145 ton, melampaui rekor sebelumnya yang tercatat pada 2020.
Pertumbuhan paling signifikan datang dari kawasan Asia. Wilayah ini menyumbang arus masuk sebesar 62 ton atau hampir US$10 miliar, setara 51 persen dari total inflow global. China menjadi kontributor utama dengan nilai transaksi mencapai US$6 miliar, menempatkannya tepat di bawah Amerika Serikat sebagai sumber arus masuk ETF emas terbesar dunia.
WGC mencatat tingginya minat investor di China dipicu oleh ketidakpastian geopolitik global serta meningkatnya permintaan institusional domestik terhadap aset lindung nilai.
Di Amerika Utara, investor juga menunjukkan minat kuat dengan akumulasi 43,4 ton emas senilai hampir US$7 miliar. Meski pasar sempat bergejolak menjelang akhir Januari akibat penunjukan Kevin Warsh sebagai Ketua Bank Sentral AS (The Fed), koreksi harga justru dimanfaatkan investor untuk menambah kepemilikan ETF.
Selain faktor moneter, meningkatnya tensi geopolitik global turut menopang permintaan emas. Ketegangan yang melibatkan Amerika Serikat dengan Iran, sejumlah kawasan Eropa, hingga isu strategis di Greenland mendorong investor beralih ke aset safe haven.
Sementara itu, pasar Eropa relatif tertinggal. Investor di kawasan tersebut hanya menambah sekitar 13 ton emas dengan nilai transaksi mendekati US$2 miliar.




