triggernetmedia.com – Pj. Bupati Landak, Samuel menghadiri acara Gerakan Pangan Murah (GPM) di kecamatan Ngabang, Kabupaten Landak, Jumat (8/12).
Kegiatan ini diadakan dalam rangka Hari Besar Keagamaan Nasional dan diselenggarakan di halaman Dinas Pertanian, Perikanan, dan Ketahanan Pangan Kabupaten Landak.
Dalam pidatonya, Pj. Bupati Landak Samuel menyoroti kenaikan harga pangan strategis menjelang hari besar keagamaan dan akhir tahun, terutama beras.
“Kegiatan ini dapat terlaksana karena adanya inisiasi dari Dinas Pertanian, Perikanan dan Ketahanan Pangan Kab. Landak, bekerjasama dengan PERUM BULOG Kanwil Kalbar, dan juga dengan pengusaha mitra selaku penyedia dalam kegiatan GPM ini,” ujar Samuel.
Dia menjelaskan bahwa kegiatan GPM ini adalah salah satu upaya pengendalian harga pangan strategis seperti beras, minyak goreng, dan gula.
Samuel juga menyampaikan bahwa kegiatan GPM ini bertujuan untuk membantu masyarakat Ngabang yang akan merayakan Hari Natal dan Tahun Baru dengan stabilisasi pasokan dan harga pangan.
“Dengan adanya kegiatan GPM ini, saya harapkan pasokan dan harga pangan di Kabupaten Landak senantiasa tersedia dalam jumlah yang memadai, bermutu baik, harga yang wajar serta tetap stabil, sehingga kebutuhan pokok masyarakat terpenuhi dengan baik,” ujar Samuel.
Lebih lanjut, Samuel menekankan pentingnya produktivitas dalam pertanian kepada para pelaku usaha tani agar kebutuhan pangan keluarga dapat terpenuhi dengan baik.
Kegiatan GPM ini mendapat apresiasi dan ucapan terima kasih dari Pemerintah Kabupaten Landak kepada semua pihak yang terlibat, terutama kepada Dinas Pertanian, Perikanan, dan Ketahanan Pangan atas penyelenggaraan acara ini.
Kabupaten Landak juga berhasil meraih peringkat 1 dalam pengendalian inflasi tingkat zona Kalimantan.
Acara ini dihadiri oleh beberapa tokoh penting, termasuk Pimpinan BULOG/Manager SCPP, Kepala Dinas Pertanian, Perikanan, dan Ketahanan Pangan Kabupaten Landak, Kepala BAPPEDA Kabupaten Landak, Kepala BPS Kabupaten Landak, Suplier dari Singkawang, Camat Ngabang, serta warga masyarakat setempat.




