triggernetmedia.com – Peneliti Ahli Utama di Pusat Riset Bahan Baku Obat dan Obat Tradisional BRIN, Suharmiati, telah mengungkapkan bahwa tanaman obat dan ramuan tradisional memiliki potensi besar untuk digunakan dalam upaya pencegahan dan pengendalian penyakit kencing manis.
Menurutnya, tanaman obat sambiloto dan pinang merupakan dua jenis tanaman yang paling banyak digunakan dalam upaya ini.
“Spesies terbanyak yang digunakan adalah Andrographis paniculata, atau yang dikenal sebagai sambiloto, dan Areca catechu, atau yang dikenal sebagai pinang,” kata Suharmiati seperti dilaporkan oleh Antara, Jumat (13/10).
Diabetes, atau kencing manis, adalah penyakit gangguan metabolisme yang ditandai oleh peningkatan kadar gula dalam darah.
Penyebab utama penyakit ini adalah kurangnya produksi hormon insulin atau ketidaksempurnaan fungsi hormon tersebut, yang mengganggu proses perpindahan glukosa ke dalam sel untuk diubah menjadi energi.
Menurut Institute for Health Metrics and Evaluation, diabetes adalah penyebab kematian tertinggi ketiga di Indonesia pada tahun 2019, dengan sekitar 57,42 kematian akibat penyakit ini per 100 ribu penduduk.
Suharmiati menekankan bahwa selain pendekatan kuratif, penting untuk memperkuat upaya preventif dan promosi guna mencegah munculnya penyakit diabetes dalam masyarakat.
Menurut data International Diabetes Federation (IDF) tahun 2021, terdapat 537 juta orang dewasa berusia 20 hingga 79 tahun yang menderita diabetes di seluruh dunia, atau satu dari 10 orang. Penyakit ini menyebabkan 6,7 juta kematian.
Indonesia menempati peringkat kelima tertinggi di dunia dalam hal jumlah penderita diabetes. Jumlah penderita diabetes di Indonesia meningkat pesat dalam 10 tahun terakhir, mencapai 19,47 juta orang pada tahun 2021.
Diperkirakan bahwa jumlah ini dapat mencapai 28,57 juta orang pada tahun 2045, atau meningkat sebesar 47 persen.
Suharmiati menyarankan bahwa pendataan tanaman obat di Indonesia yang berpotensi untuk mengobati diabetes harus mengacu pada data etnofarmakologi.
“Pendataan ini perlu dilakukan secara serius dan sistematis, dengan merujuk pada manfaat tanaman obat dalam praktik tradisional di berbagai daerah,” kata Suharmiati.
Dari 264 jenis tumbuhan yang memiliki potensi untuk mengobati diabetes, terdapat 10 tanaman yang paling banyak digunakan oleh penyembuh tradisional, yaitu sambiloto, pinang, brotowali, sirsak, jengkol, jamblang, salam, petai cina, sirih, dan temulawak.
Sambiloto memiliki kandungan senyawa aktif seperti zat pahit, kalmeghin, diterpenes, andrographolide, andrographiside, dan neoandrographolide.
Sementara tanaman pinang memiliki kandungan senyawa aktif berupa alkaloid, tanin, flavonoid, triterpenoid, steroid, dan asam lemak.
“Pada sebagian besar kasus, bagian tanaman yang digunakan adalah daun (sekitar 35,56 persen), akar (sekitar 14,29 persen), batang (sekitar 10,3 persen), dan bagian lain dari tanaman seperti buah, rizoma, ranting, herba, dan lain-lain,” tambah Suharmiati.






