triggernetmedia.com – Penutupan event tahunan Bank Indonesia bertajuk Saprahan Khatulistiwa di halaman Mega Mall, Rabu malam semarak. Menampilkan Grup Orkes Bahagia, masyarakat diajak berjoget ria serta riang gembira bersama.
Membawakan kurang lebih 15 lagu, Orkes Bahagia tampil dengan membawakan lagu-lagu yang tak asing di telinga masyarakat. Khas Orkes Bahagia, beberapa lagu diaransemen ulang dengan mengambil tema orkes rakyat.
Lagu-lagu hits milik PMR, masih menjadi magnet bagi masyarakat yang datang ke sana. Seperti Judul-judulan hingga Yang Hujan Turun Lagi. Masyarakat pun mulai memadati halaman panggung. Mereka berjoget ria bersama. Tak hanya itu saja beberapa pedagang UMKM yang berada di stand, juga turut berjoget menikmati malam penutupan Saprahan Khatulistiwa.
“Musiknya asyik untuk berjoget. Orkes ini memang betul-betul menghipnotis. Ketika mendengarnya, badan lantas diajak ikut bergoyang. Natural saja,” ujar Beli salah satu penonton.
Kata dia, jarang mendengar musik orkes. Sebagai generasi z, ternyata aliran musik seperti ini juga bisa masuk. Kegiatan ini bagus. Selain bisa berkunjung ke stand-stand yang menjual berbagai kulineran dengan rasa enak, harganya juga pas di kantong. Malam penutup Saprahan Khatulistiwa tahun ini semakin meriah dengan acara hiburan musik. “Terima kasih kepada penyelenggara (Bank BI) yang telah menampilkan banyak hiburan buat masyarakat. Mudah-mudahan di tahun depan bisa lebih semarak dan meriah,” ujaranya.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalbar, Doni Septadijaya, menjelaskan tema Saprahan Khatulistiwa 2026 adalah “Mendorong Transformasi UMKM dan Pariwisata untuk Kalimantan Barat yang Berdaya Saing”.
Tema ini mencerminkan semangat besar untuk memperkuat ekonomi daerah melalui tiga tujuan strategis utama. Pertama, mendorong penguatan kelembagaan UMKM agar mampu terintegrasi dalam rantai pasok yang lebih luas, kuat, dan berkelanjutan melalui fasilitasi business matching. Kedua, memperkuat sinergi pengembangan UMKM dan pariwisata Kalimantan Barat guna meningkatkan eksposur pasar yang lebih potensial. Ketiga, memperkuat keuangan inklusif melalui pemanfaatan teknologi, khususnya melalui perluasan adopsi sistem pembayaran digital bagi UMKM dan sektor jasa pariwisata.
“Melalui seluruh rangkaian kegiatan tersebut, Bank Indonesia Kalimantan Barat komitmen untuk terus memperkuat peran sebagai penggerak utama pengembangan ekonomi daerah, khususnya dalam menciptakan UMKM lokal yang inklusif, terdigitalisasi, dan berdaya saing global. Keberhasilan penyelenggaraan Saprahan Khatulistiwa 2026 tentu tidak terlepas dari dukungan dan kolaborasi berbagai pihak,” tutupnya.



