triggernetmedia.com – Pembagian sembako dalam peringatan Hari Buruh Internasional 2026 di Monas menuai sorotan dari Indonesia Corruption Watch (ICW). Lembaga ini mempertanyakan transparansi anggaran kegiatan tersebut.
Dalam keterangannya, ICW menyebut sekitar 350 ribu paket sembako disediakan oleh Perum Bulog dan ID FOOD.
ICW menduga anggaran pembagian sembako berasal dari Kementerian Sekretariat Negara. Namun, informasi mengenai besaran dan penggunaan anggaran tidak ditemukan dalam laman resmi pemerintah.
ICW menilai kondisi tersebut berpotensi membuka celah korupsi, sekaligus melanggar prinsip transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan negara.
Lembaga itu juga mencatat bahwa kegiatan pembagian sembako dan bazar telah dilakukan setidaknya empat kali sejak 2025 hingga 2026 dalam berbagai momentum.
Selain itu, ICW mengingatkan potensi penyalahgunaan bantuan sosial untuk kepentingan politik, serta risiko ketidaktepatan sasaran akibat tidak jelasnya mekanisme penerima manfaat.
ICW pun mendesak pemerintah untuk membuka informasi anggaran secara menyeluruh, sejalan dengan ketentuan dalam Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik.




