triggernetmedia.com – Sebanyak 63 pendonor darah yang telah lebih dari 100 kali berdonor menerima penghargaan dari Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Pontianak. Mereka diberikan pin emas sebagai bentuk penghormatan atas kontribusi kemanusiaan yang telah dilakukan.
Penghargaan tersebut diserahkan dalam kegiatan penyerahan penghargaan dan halalbihalal PMI Kota Pontianak di Aula Rumah Dinas Wali Kota Pontianak, Senin (13/4/2026).
Salah satu penerima penghargaan, Zulfydar Zaidar, menceritakan awal mula dirinya menjadi pendonor sejak masa kuliah pada 1990-an di Jakarta.
Ia mengaku terdorong untuk mendonor setelah melihat seorang rekannya membutuhkan darah untuk keluarganya. Meski sempat merasa takut, ia tetap memutuskan untuk membantu.
Dalam keterbatasan sebagai mahasiswa, Zulfydar menyadari bahwa membantu sesama tidak selalu harus dengan materi. Donor darah, menurut dia, menjadi bentuk kepedulian yang dapat terus memberikan manfaat bagi orang lain.
“Kalau kita bicara amal jariyah, ini mengalir terus, tidak putus-putusnya,” ujarnya.
Wali Kota Pontianak sekaligus Ketua PMI Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menyebut para pendonor sebagai pahlawan kemanusiaan karena telah berkontribusi dalam penyelamatan jiwa.
Ia menjelaskan, seorang pendonor yang telah 100 kali mendonorkan darah diperkirakan telah menyumbang sekitar 30 liter darah dan membantu menyelamatkan 100 hingga 200 jiwa.
Edi menambahkan, kebutuhan darah di Kota Pontianak masih cukup tinggi, yakni sekitar 100 hingga 150 kantong per hari, sementara ketersediaan rutin berkisar 70 hingga 100 kantong per hari.
Pada 2025, jumlah pendonor tercatat sebanyak 21.644 orang, dengan mayoritas merupakan pendonor sukarela.
Untuk mengatasi kekurangan stok, PMI biasanya menghubungi pendonor yang telah terdata, termasuk relawan dan keluarga pasien.
Edi juga menyebut PMI terus berupaya meningkatkan layanan, termasuk rencana pembangunan laboratorium tersendiri guna memenuhi standar akreditasi pelayanan donor darah.
Ia menyampaikan apresiasi kepada para pendonor dan berharap kontribusi mereka menjadi amal jariyah yang terus mengalir.




