triggernetmedia.com – Rupiah kembali tertekan pada awal pekan ini, Senin (16/3/2026), dan mendekati level psikologis baru di Rp17.000 per dolar AS. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup melemah 0,24 persen ke posisi Rp16.998 per dolar AS, sementara Jisdor Bank Indonesia tercatat Rp16.990.
Lukman Leong, analis Doo Financial Futures, menilai pelemahan ini dipicu kombinasi faktor global dan domestik. Lonjakan harga minyak mentah dunia menimbulkan sentimen risk-off, sementara rencana pemerintah yang mempertimbangkan opsi penerbitan Perppu untuk memperlebar defisit APBN ikut menekan mata uang.
Di pasar Asia, pergerakan mata uang terpantau bervariasi. Baht Thailand terdepresiasi 0,75 persen, peso Filipina 0,25 persen, dan dolar Taiwan 0,07 persen, sementara ringgit Malaysia dan dolar Singapura justru menguat tipis.




