triggernetmedia.com – Pemerintah mempertimbangkan penerapan kerja fleksibel bagi aparatur sipil negara (ASN) serta penyesuaian metode pembelajaran sekolah secara daring sebagai bagian dari upaya menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM). Kebijakan tersebut direncanakan mulai berlaku pada April 2026.
Pembahasan dilakukan dalam rapat koordinasi teknis penghematan energi yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno, pada Senin, 16 Maret 2026. Rapat ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto untuk menyusun strategi efisiensi energi di sektor pendidikan, kesehatan, dan layanan publik.
Pratikno mengatakan kebijakan penghematan harus disusun secara terukur agar tidak menimbulkan dampak berlebihan bagi masyarakat. Pemerintah juga mendorong pemanfaatan platform digital untuk mendukung efektivitas kerja serta membatasi mobilitas perjalanan dinas.
Selain itu, pemerintah akan menerapkan langkah penghematan energi dalam operasional gedung perkantoran dan menyesuaikan metode pembelajaran antara daring dan luring. Untuk kegiatan yang membutuhkan praktikum, proses belajar tetap dilakukan secara tatap muka.
Sejumlah isu masih akan dikaji lebih lanjut, termasuk mekanisme distribusi program makan bergizi gratis jika terjadi perubahan pola kehadiran siswa di sekolah serta dukungan pembiayaan akses internet bagi pelajar.
Hasil rapat tersebut akan disampaikan kepada Presiden sebagai dasar perumusan kebijakan penghematan energi lintas sektor.




