triggernetmedia.com – Sekretaris Daerah Kota Pontianak Amirullah menekankan pentingnya kesamaan data serta kelengkapan dokumen pendukung dalam penyusunan laporan implementasi kegiatan pengendalian inflasi tahun 2025. Hal itu disampaikannya saat membuka kegiatan Capacity Building Penyusunan Laporan Implementasi Pengendalian Inflasi di Ruang Rapat Wali Kota Pontianak, Kamis (8/1/2026).
Amirullah yang juga Ketua Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Pontianak mengatakan, kegiatan tersebut menjadi sarana koordinasi antarperangkat daerah untuk menyamakan persepsi, data, dan dokumen pendukung sebelum laporan disampaikan kepada Kelompok Kerja Tim Pengendalian Inflasi Pusat (Pokja TPIP).
“Laporan ini bukan sekadar formalitas, tetapi menjadi dasar evaluasi, pengambilan kebijakan, sekaligus dokumentasi penilaian kinerja daerah dalam pengendalian inflasi,” ujar Amirullah.
Ia mengungkapkan, inflasi tahunan Kota Pontianak sepanjang 2025 berada dalam kondisi terkendali dan sesuai target nasional sebesar 2,5 persen dengan toleransi plus minus 1 persen. Pada Desember 2025, inflasi tercatat 1,5 persen secara tahunan (year on year) dan 0,13 persen secara bulanan (month to month).
Menurut Amirullah, capaian tersebut menjadi indikator positif bagi perekonomian daerah dan perlu terus dijaga pada 2026 dengan tetap memperhatikan daya beli masyarakat.
Ia menambahkan, berdasarkan peta jalan pengendalian inflasi daerah 2025–2029, Pemkot Pontianak menerapkan strategi 4K, yakni keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi yang efektif.
Pelaksanaan program TPID, kata dia, harus dilakukan secara sinergis melibatkan perangkat daerah, BUMN, BUMD, serta pemangku kepentingan lainnya. Setiap kegiatan juga wajib dilengkapi dengan dokumentasi pendukung seperti foto kegiatan, surat tugas, notulensi, data pendukung, hingga produk kebijakan.
“Dokumen yang lengkap dan akurat akan memastikan program TPID benar-benar berdampak positif terhadap pengendalian inflasi,” katanya.
Amirullah juga mengingatkan bahwa pengendalian inflasi tidak identik dengan menekan harga hingga terjadi deflasi. Menurut dia, inflasi yang terkendali justru menjaga keseimbangan antara daya beli masyarakat dan insentif produksi bagi pelaku usaha.




