Sabtu, 23 Mei 2026
Trigger Netmedia
  • Home
  • Kalbar
    • Pontianak
    • Kayong Utara
    • Ketapang
    • Kubu Raya
    • Kapuas Raya
    • Landak
    • Mempawah
    • Sanggau
    • SingBeBas
    • Kapuas Hulu
  • News
    • Peristiwa
    • Sospolhukam
    • Metropolitan
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
    • Keuangan
    • Bisnis
    • Industri
    • Makro
    • IHSG
    • Fintech
  • Edutaiment
    • Literasi
    • Edukasi
    • Budaya
    • Gadgets
    • IT
  • Sport
    • Sepak Bola
    • Kabar Arena
    • Otomotif
  • Lifestyle
    • Comunity
    • Kekinian
    • Fashion
    • Milenial
  • Infotainment
    • Selebritis
    • Film
    • Music
    • Zodiak
  • Kuliner
    • Food
    • Pesona Dunia
    • Pesona Nusantara
  • Pariwara
    • Videotron
    • Foto
    • Kanal Iklan
No Result
View All Result
Trigger Netmedia
Home Nasional

Penegakan Hukum di Indonesia Masih Timpang, Diperlukan Reformasi Menyeluruh

Pengaruh Kesenjangan Sosial dan Ekonomi terhadap Hukum

TriggerNetMedia by TriggerNetMedia
4 November 2025
in Headline, Nasional, News, Sorotan, Sospolhukam
0
Penegakan Hukum di Indonesia Masih Timpang, Diperlukan Reformasi Menyeluruh

Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas) Yusril Ihza Mahendra. (Foto dok. Kemenko Kumham Imipas RI)

1.2k
VIEWS
Share on Facebook

triggernetmedia.com – Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra menilai praktik penegakan hukum di Indonesia masih jauh dari prinsip keadilan sosial. Ia menyoroti adanya ketimpangan struktural yang menyebabkan hukum terasa tegas terhadap masyarakat kecil, namun lemah ketika berhadapan dengan kelompok berkuasa atau kalangan elit ekonomi.

Hal tersebut disampaikan Yusril dalam forum akademik “1st Andalas Law Conference” yang digelar di Universitas Andalas, Kota Padang, Senin (4/11/2025). Di hadapan akademisi dan praktisi hukum, ia menegaskan bahwa hukum Indonesia belum sepenuhnya berfungsi sebagai instrumen pemerataan dan perlindungan bagi seluruh warga negara.

Related posts

APEKSI Kalimantan Bahas Ketahanan Fiskal Daerah di Pontianak

APEKSI Kalimantan Bahas Ketahanan Fiskal Daerah di Pontianak

23 Mei 2026
Yanieta Dorong Perempuan Lestarikan Budaya dan Ekonomi Kreatif

Yanieta Dorong Perempuan Lestarikan Budaya dan Ekonomi Kreatif

23 Mei 2026

“Indonesia masih mengalami tingkat kesenjangan kelas yang tinggi yang tercermin dalam cara hukum dijalankan,” ujar Yusril.

Menurutnya, ketimpangan sosial dan ekonomi yang melembaga telah ikut memengaruhi perilaku aparat hukum serta arah kebijakan penegakan hukum. Dalam banyak kasus, hukum justru memperkuat posisi kelompok berkuasa ketimbang melindungi kepentingan masyarakat rentan.

Sebagai contoh, ia mengungkapkan bagaimana warga biasa sering kali mengalami kriminalisasi ketika memperjuangkan hak atas tanah atau sumber daya alam melawan korporasi besar. Sebaliknya, pelanggaran yang dilakukan pihak berpengaruh kerap diselesaikan di luar proses hukum atau mendapat perlakuan lunak.

“Penegakan hukum yang timpang tidak hanya menciptakan ketidakadilan, tetapi juga melanggengkan ketimpangan ekonomi,” kata Yusril.

Untuk keluar dari kondisi tersebut, Yusril mendorong reformasi hukum yang bersifat sistemik dan fundamental. Ia menekankan perlunya penataan ulang sistem hukum nasional agar berorientasi pada redistribusi keadilan dan perlindungan terhadap kelompok lemah.

“Reformasi hukum harus menempatkan hukum sebagai sarana korektif terhadap ketimpangan, bukan sebagai alat legitimasi kekuasaan,” ujarnya sebagaimana dikutip Antara.

Yusril juga menekankan pentingnya akses keadilan yang inklusif, termasuk memperluas layanan bantuan hukum pro bono. Menurutnya, negara harus memastikan setiap warga, tanpa memandang status sosial atau kemampuan ekonomi, memiliki akses terhadap pendampingan hukum yang memadai.

“Keadilan tidak boleh menjadi barang mewah. Bantuan hukum gratis bagi masyarakat miskin harus diperluas agar hukum benar-benar menjadi pelindung, bukan momok,” tegasnya.

Rektor Universitas Andalas, Efa Yonnedi, menilai pandangan tersebut relevan dengan situasi hukum Indonesia saat ini. Menurutnya, tema konferensi bertajuk “Legal Reform and Equitable Law Enforcement in Indonesia” menjadi ruang refleksi penting di tengah tantangan sosial, ekonomi, dan teknologi yang terus berkembang.

“Hukum harus adaptif terhadap perubahan zaman, namun tetap berakar pada nilai keadilan sosial,” ujar Efa.

About Author

TriggerNetMedia

See author's posts

Tags: Akses keadilanAndalas Law ConferenceBantuan hukum pro bonoEfa YonnediHukum dan keadilan sosialHukum untuk rakyatKeadilan hukum di IndonesiaKementerian Koordinator Bidang HukumKesenjangan sosial ekonomiKetimpangan hukumKriminalisasi masyarakat kecilPenegakan hukum di IndonesiaReformasi hukum nasionalUniversitas AndalasYusril Ihza Mahendra
Previous Post

AJI dan Masyarakat Sipil Dukung Tempo, Nilai Gugatan Rp200 Miliar Amran Sulaiman Ancaman bagi Kebebasan Pers

Next Post

Capaian LAPOR 99,5 Persen, Pemkot Pontianak Perkuat Pelayanan Publik Berbasis Digital

Next Post
Capaian LAPOR 99,5 Persen, Pemkot Pontianak Perkuat Pelayanan Publik Berbasis Digital

Capaian LAPOR 99,5 Persen, Pemkot Pontianak Perkuat Pelayanan Publik Berbasis Digital

APEKSI Kalimantan Bahas Ketahanan Fiskal Daerah di Pontianak

APEKSI Kalimantan Bahas Ketahanan Fiskal Daerah di Pontianak

23 Mei 2026
Yanieta Dorong Perempuan Lestarikan Budaya dan Ekonomi Kreatif

Yanieta Dorong Perempuan Lestarikan Budaya dan Ekonomi Kreatif

23 Mei 2026
Edi Kamtono Dorong Budaya Jadi Penggerak Ekonomi Kreatif di Pontianak

Edi Kamtono Dorong Budaya Jadi Penggerak Ekonomi Kreatif di Pontianak

23 Mei 2026

Gallery Video

  • DEBAT PUBLIK ANTAR PASANGAN BUPATI DAN WAKIL BUPATI KABUPATEN KETAPANG TAHUN 2024
    • DEBAT PUBLIK ANTAR PASANGAN BUPATI DAN WAKIL BUPATI KABUPATEN KETAPANG TAHUN 2024

    • Watch Video

  • DEBAT PUBLIK PASLON BUPATI DAN WAKIL BUPATI KETAPANG 2020 SEGMEN 3
    • DEBAT PUBLIK PASLON BUPATI DAN WAKIL BUPATI KETAPANG 2020 SEGMEN 3

    • Watch Video

  • DEBAT PUBLIK PASLON BUPATI DAN WAKIL BUPATI KETAPANG 2020 SEGMEN 4
    • DEBAT PUBLIK PASLON BUPATI DAN WAKIL BUPATI KETAPANG 2020 SEGMEN 4

    • Watch Video

  • DEBAT PUBLIK PASLON BUPATI DAN WAKIL BUPATI KETAPANG 2020 SEGMEN 5
    • DEBAT PUBLIK PASLON BUPATI DAN WAKIL BUPATI KETAPANG 2020 SEGMEN 5

    • Watch Video

  • KAMPUNG KB MEWUJUDKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT
    • KAMPUNG KB MEWUJUDKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT

    • Watch Video

  • DPRD SAHKAN APBD KABUPATEN MEMPAWAH TA 2021 Rp1,08 TRILIUN
    • DPRD SAHKAN APBD KABUPATEN MEMPAWAH TA 2021 Rp1,08 TRILIUN

    • Watch Video

Advertisement Space Availble

Recent News

  • APEKSI Kalimantan Bahas Ketahanan Fiskal Daerah di Pontianak
  • Yanieta Dorong Perempuan Lestarikan Budaya dan Ekonomi Kreatif
  • Edi Kamtono Dorong Budaya Jadi Penggerak Ekonomi Kreatif di Pontianak

PT. KALBAR INFORMASI GROUP (KBIG)

Recent News

APEKSI Kalimantan Bahas Ketahanan Fiskal Daerah di Pontianak

APEKSI Kalimantan Bahas Ketahanan Fiskal Daerah di Pontianak

23 Mei 2026
Yanieta Dorong Perempuan Lestarikan Budaya dan Ekonomi Kreatif

Yanieta Dorong Perempuan Lestarikan Budaya dan Ekonomi Kreatif

23 Mei 2026
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kode Prilaku Perusahaan Pers
  • Amsi

copyright © 2025 banner 120x600

No Result
View All Result
  • Home
  • Kalbar
    • Pontianak
    • Kayong Utara
    • Ketapang
    • Kubu Raya
    • Kapuas Raya
    • Landak
    • Mempawah
    • Sanggau
    • SingBeBas
    • Kapuas Hulu
  • News
    • Peristiwa
    • Sospolhukam
    • Metropolitan
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
    • Keuangan
    • Bisnis
    • Industri
    • Makro
    • IHSG
    • Fintech
  • Edutaiment
    • Literasi
    • Edukasi
    • Budaya
    • Gadgets
    • IT
  • Sport
    • Sepak Bola
    • Kabar Arena
    • Otomotif
  • Lifestyle
    • Comunity
    • Kekinian
    • Fashion
    • Milenial
  • Infotainment
    • Selebritis
    • Film
    • Music
    • Zodiak
  • Kuliner
    • Food
    • Pesona Dunia
    • Pesona Nusantara
  • Pariwara
    • Videotron
    • Foto
    • Kanal Iklan

copyright © 2025 banner 120x600