triggernetmedia.com – Ribuan warga Malaysia turun ke jalan dalam aksi protes besar-besaran menuntut pengunduran diri Perdana Menteri Anwar Ibrahim. Demonstrasi yang digelar di Lapangan Merdeka, Kuala Lumpur ini menjadi yang terbesar sejak Anwar menjabat pada 2022, mencerminkan kekecewaan publik yang semakin dalam terhadap kepemimpinannya.
Diperkirakan sekitar 20.000 orang ikut serta dalam unjuk rasa yang tetap berlangsung meski diguyur hujan. Aksi ini dipelopori oleh koalisi oposisi, terutama dari kalangan masyarakat Melayu yang tergabung dalam Partai Islam Se-Malaysia (PAS). Massa membawa poster bertuliskan “Mundur Anwar” dan meneriakkan slogan “Turun Anwar”. Puluhan aparat keamanan dikerahkan untuk mengamankan jalannya demonstrasi.
Tiga Alasan Utama Rakyat Tuntut Anwar Mundur
Aksi ini bukan sekadar protes spontan, melainkan akumulasi dari kekecewaan terhadap sejumlah isu kunci yang dianggap sebagai kegagalan pemerintahan Anwar:
1. Janji Reformasi yang Gagal Terwujud
Anwar naik ke tampuk kekuasaan dengan janji reformasi, mulai dari pemberantasan korupsi hingga penghapusan kronisme. Namun, publik menilai tidak ada perubahan signifikan yang terjadi. Biaya hidup tetap tinggi, dan dampak dari kunjungan luar negeri serta diplomasi ekonomi Anwar belum terasa di dalam negeri.
2. Kebijakan Populis yang Dinilai Tidak Substantif
Menjelang demonstrasi, Anwar mengumumkan bantuan tunai RM100 (sekitar USD 23) kepada seluruh warga berusia 18 tahun ke atas dan subsidi bahan bakar bagi pengendara. Namun, langkah ini dianggap sebagai strategi jangka pendek yang tidak menyelesaikan akar persoalan ekonomi.
3. Stabilitas Politik yang Belum Memuaskan
Meski survei Merdeka Centre Juni lalu menunjukkan tingkat kepuasan terhadap Anwar masih 55%, banyak pihak menilai angka tersebut belum cukup untuk mengimbangi tuntutan reformasi mendalam dari rakyat.
Fakta-Fakta Penting di Balik Tuntutan Mundur
1. Kritik Tajam dari Mahathir Mohamad
Mantan Perdana Menteri Mahathir Mohamad kembali ke panggung politik dengan kritik keras terhadap Anwar. Dalam pidatonya di acara Himpunan Mandat Negarawan di Alor Setar (17/7), Mahathir menyebut Anwar tidak layak memimpin dan mempertanyakan legalitas pengampunan yang diberikan padanya sebelum mencalonkan diri sebagai PM.
2. Ketidakpuasan dari Kalangan Profesional Hukum
Ratusan pengacara juga melakukan aksi protes di Putrajaya beberapa pekan sebelumnya. Mereka menyoroti dugaan intervensi Anwar dalam pengangkatan hakim dan kemungkinan upaya mencari kekebalan hukum atas tuduhan pelecehan seksual. Namun, rapat luar biasa Malaysian Bar untuk membahas hal ini gagal digelar karena tidak mencapai kuorum.
Anwar: Tak Akan Mundur Sebelum 2028
Menanggapi gelombang demonstrasi, Anwar Ibrahim menyatakan tidak akan mengundurkan diri dan menegaskan bahwa pemilu berikutnya dijadwalkan paling lambat tahun 2028. Namun, tekanan politik dari dalam dan luar koalisinya semakin kuat, menandai babak baru dalam dinamika politik Malaysia.

