triggernetmedia.com, Jakarta – Serangan udara Amerika Serikat ke tiga fasilitas nuklir Iran memantik kekhawatiran lahirnya konflik berskala global. Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia, Hikmahanto Juwana, menilai potensi Perang Dunia III amat bergantung pada langkah balasan Teheran dan respons negara-negara besar lain.
“Kalau Iran membalas misalnya menghantam kapal induk AS atau menyerang Israel lalu blok-blok negara mulai terbentuk dan saling mempersenjatai, eskalasi ke perang dunia sangat mungkin,” ujar Hikmahanto, seperti dinukil dari laman suara.com, Minggu (22/6).
Skenario Eskalasi
-
Serangan Balik Iran
-
Menargetkan aset Amerika di Teluk Persia.
-
Melancarkan roket skala besar ke Israel.
-
-
Pembentukan Aliansi
-
Negara-negara yang bersimpati ke Iran atau ke AS/Israel mulai terang-terangan mengirim senjata dan pasukan.
-
-
Kepentingan Global Terancam
-
Jalur minyak Selat Hormuz terganggu, mendorong keterlibatan ekonomi-militer kekuatan dunia.
-
“Begitu terlihat dua kubu besar saling menopang dengan kekuatan penuh, tombol ‘perang dunia’ tinggal menunggu ditekan,” kata Hikmahanto.
Rekomendasi untuk Indonesia
Hikmahanto menilai ruang gerak Jakarta terbatas karena menghadapi superpower. Ia menyarankan:
-
Bangun Koalisi Pro-Perdamaian
Bergandeng dengan negara G20 dan blok Non-Blok yang menolak eskalasi. -
Jangan Hanya Andalkan PBB
“Dewan Keamanan kerap buntu. Jalur diplomasi alternatif lebih realistis,” ujarnya. -
Dorong Diplomasi Preventif ASEAN
Memanfaatkan posisi Indonesia sebagai motor kawasan untuk menyerukan de-eskalasi.
Latar Serangan
Sabtu malam, Presiden Donald Trump mengumumkan via platform X bahwa jet tempur AS sukses menjatuhi bom ke Fordow, Natanz, dan Isfahan, lalu kembali tanpa kerugian. Ia memuji “keberanian prajurit Amerika” dan menyebut operasi itu “kemenangan besar.”
Langkah sepihak ini langsung menuai kecaman bipartisan di Kongres AS serta kecaman keras Teheran. Iran belum merilis tanggapan militer resmi, namun menyatakan akan “mempertimbangkan semua opsi.”





