triggernetmedia.com – Berpuasa di bulan Ramadan selain merupakan salah satu rukun Islam, juga diketahui banyak manfaat bagi kesehatan tubuh, termasuk bagi penderita diabetes.
Namun, sebelumnya perlu difahami bahwa tidak semua orang disarankan dan aman untuk menjalankan ibadah puasa. Penderita diabetes harus terlebih dahulu berkonsultasi kepada dokter sebelum berpuasa. Hal ini disampaikan oleh Edukator Mardiana, S.Tr. Kep pada saat melakukan edukasi kepada komunitas diabetes di RSUD SSMA Kota Pontianak. Kamis (9/10).
Pasalnya, berpuasa dikhawatirkan dapat menyebabkan potensi risiko bagi kesehatan tubuh penderita diabetes.
“Asupan makan yang kurang selama puasa merupakan salah satu faktor risiko terjadinya hipoglikemia atau kadar gula darah rendah pada penderita diabetes,” ungkapnya.
“Sebaliknya, adanya pengurangan dosis obat atau insulin secara berlebihan, serta konsumsi makanan dan gula yang berlebihan dapat menyebabkan risiko hiperglikemia atau kadar gula dalam darah tinggi dan ketoasidosis diabetik,” sambung Mardiana.
Dia menambahkan, adanya pembatasan asupan cairan yang masuk dalam tubuh selama puasa dapat menyebabkan dehidrasi atau kekurangan cairan tubuh pada penderita diabetes.
“Oleh karena itu sebelum memutuskan untuk berpuasa, ada baiknya pengidap diabetes juga melakukan pengecekan gula darah secara mandiri dirumah,” jelasnya.
Apabila sebelum bulan puasa kadar gula darah terkontrol dengan baik, maka biasanya dokter akan membolehkan puasa.
“Namun, bila kadar gula darah belum terkontrol maka penderita diabetes dianjurkan tidak berpuasa karena bisa berpotensi menimbulkan risiko,” pungkas Mardiana.




