triggernetmedia.com – Tri Tito Karnavian, Ketua Umum Tim Penggerak PKK, dan rombongan melaksanakan Kunjungan Kerja pertama ke Posyandu Pelangi Ceria Kota Pontianak, Kalimantan Barat, Kamis (9/11). Mereka didampingi oleh Penjabat Gubernur Kalimantan Barat, Harisson, dan Penjabat Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Kalimantan Barat, Windy Prihastari.
Acara dihadiri oleh berbagai kepala perangkat daerah, TP PKK Provinsi dan Kota Pontianak, kader Posyandu, ibu hamil, ibu menyusui, balita, serta remaja putri.
Pj Gubernur Kalbar menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Tri Tito Karnavian atas kunjungannya dan memohon bimbingan dalam upaya meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan bagi balita, ibu hamil, dan ibu menyusui di Kalimantan Barat.
Harisson melaporkan bahwa Provinsi Kalimantan Barat memiliki 5508 Posyandu, dengan Posyandu Pelangi Ceria dibina oleh Tim Penggerak PKK Kota Pontianak dan Tim Penggerak PKK Provinsi.
“Perlu saya laporkan kepada ibu (Ketum PKK) bahwa yang menjadi perhatian Bapak Presiden adalah Penurunan Stunting di Indonesia, untuk Kalimantan Barat stunting kami masih di angka 27,8 persen dan untuk Kota Pontianak sudah 19,7 persen. Target kita untuk stunting 2024 di angka 14 persen,” ungkapnya.
Tri Tito Karnavian, menegaskan peran kader PKK sebagai kader Posyandu. Dia berharap Posyandu dapat mengakomodir kegiatan positif lain selain pelayanan kesehatan dasar.
Karnavian juga menyoroti isu stunting sebagai masalah nasional, dengan target penurunan prevalensi menjadi 14 persen pada 2024.
“Sebetulnya penyebaran anak-anak yang menderita stunting ini kan tidak dalam satu lokus sampai satu kelurahan ada 2000, mungkin satu kelurahan ada 15 nah padahal ini secara logika, masa sih Penggerak PKK ataupun Perangkat di kelurahan, desa tersebut tidak bisa mengatasi jumlah anak-anak yang menderita stunting,” jelasnya.
Tri Tito Karnavian berpendapat bahwa pencapaian target tersebut tergantung pada semua pihak terlibat, dan bahwa tanggung jawabnya adalah mewariskan generasi yang tangguh.
Ia menekankan pentingnya persiapan dan sosialisasi kepada para remaja putri sebagai calon ibu yang akan melahirkan generasi baru di masa depan.



