triggernetmedia.com – Dalam upaya meningkatkan pelayanan air bersih di Kota Pontianak, Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Khatulistiwa berencana membangun Instalasi Pengolahan Air (IPA) di Nipah Kuning, Kecamatan Pontianak Barat. Rencana ini dibahas dalam konsultasi publik terkait kerja sama investasi Business to Business (B to B) untuk pembangunan IPA tersebut.
Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menjelaskan bahwa sebagian besar penduduk mengandalkan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) untuk kebutuhan air sehari-hari. Dengan terus meningkatnya jumlah penduduk, permintaan akan air bersih juga meningkat.
Namun, produksi air bersih oleh PDAM saat ini hanya 2.058 liter per detik. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kapasitas untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan air bersih yang semakin meningkat.
Salah satu solusinya adalah membangun IPA di Nipah Kuning. Mengingat pentingnya layanan ini bagi masyarakat, dan mengingat keterbatasan keuangan PDAM serta terbatasnya Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), keterlibatan investor dianggap perlu untuk mewujudkannya.
“Bagi Pemerintah Kota Pontianak, dalam hal pelayanan dasar masyarakat, hal ini harus menjadi prioritas,” ujar Wali Kota Edi saat membuka konsultasi publik mengenai kerja sama B to B untuk pembangunan IPA Nipah Kuning di Hotel Golden Tulip, Senin (21 /8).
Menurut Edi, berdasarkan perhitungan PDAM, dibutuhkan investasi sekitar Rp100 miliar untuk pembangunan. Pembangunan IPA ini akan meningkatkan kapasitas produksi air.
Melalui pembangunan IPA Nipah Kuning, tujuannya adalah untuk mempercepat pelayanan kepada masyarakat. Demikian juga, keluhan-keluhan dari warga terkait layanan PDAM diharapkan dapat terselesaikan melalui inisiatif ini. Kebutuhan mendasar ini telah dipertimbangkan secara menyeluruh dari segi legalitas, teknis, dan berbagai aspek lainnya.
“Kami melihat daerah lain sudah menerapkan pendekatan B to B ini, Saya telah meminta PDAM untuk melakukan penilaian, termasuk penyusunan Studi Kelayakan (FS). Selain itu, saya juga telah meminta evaluasi dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPKP),” tambahnya.
Selain dari pembangunan IPA, pembaruan jaringan pipa juga menjadi sangat penting, terutama mengingat kondisi pipa yang ada sebagian sudah tua. “Penggantian dengan pipa baru diperlukan,” tegasnya.
Ketua Dewan Pengawas Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa, Ruli Hermansyah, menjelaskan bahwa pertemuan ini merupakan konsultasi publik untuk investasi PDAM melalui model bisnis B to B. Kapasitas yang direncanakan untuk IPA Nipah Kuning adalah 300 liter per detik.
“Pembangunan IPA ini merupakan bagian dari upaya untuk meningkatkan kualitas, kuantitas, dan kontinuitas pelayanan air bersih kepada masyarakat,” jelasnya.
Saat ini, katanya, kapasitas PDAM sudah menjadi perhatian. Tanpa investasi berupa pembangunan IPA, dapat terjadi kekurangan kapasitas air bersih dari PDAM untuk melayani masyarakat.
“Melalui konsultasi publik ini, kami mengumpulkan masukan mengenai apa yang perlu dilaksanakan untuk terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” jelasnya.
sumber berita: prokopim




