triggernetmedia.com – Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji, dengan penuh apresiasi menerima bantuan 6 unit mesin pompa air dari Konsulat Malaysia, penyerahan bantuan ini berlangsung di Aula Garuda Gedung Pelayanan Satu Atap Kantor Gubernur Kalimantan Barat, Kamis (10/8).
Bantuan ini bertujuan untuk memberikan fasilitas pendukung dalam upaya mengantisipasi dan menangani potensi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang dapat muncul di wilayah Kalimantan Barat.
Langkah ini merupakan bagian dari komitmen kedua negara, Indonesia dan Malaysia, dalam memperkuat kerjasama regional dan mempererat hubungan yang telah terbina selama ini.
Gubernur Sutarmidji mengungkapkan rasa terima kasihnya terhadap Konsulat Malaysia atas bantuan yang diberikan.
Ia menegaskan bahwa kolaborasi antara kedua negara ini telah sering terjadi, terutama mengingat luasnya perkebunan di Kalimantan Barat dan sejumlah investasi yang berasal dari Malaysia.
“Kami mengapresiasi atas bantuan yang diberikan oleh Konsulat Malaysia. Jadi kerjasama ini sudah sering kita lakukan, mengingat perkebunan di Kalbar ini cukup luas dan banyak, dan tak dipungkiri salah satu investornya dari Malaysia,” ujar Gubernur.
Lebih lanjut, Sutarmidji mengingatkan bahwa kedua negara telah saling berkolaborasi dalam berbagai situasi, termasuk dalam menghadapi pandemi Covid-19.
Selama masa sulit tersebut, kerjasama antara Indonesia, khususnya Kalimantan Barat, dan Malaysia telah membuktikan dampak positifnya, seperti dalam memenuhi kebutuhan oksigen selama kelangkaan yang terjadi.
“Yang jelas kita sebagai negara yang bertetangga terus berusaha untuk menjaga dan meningkatkan kerjasama di bidang apapun, termasuk saat Covid-19 kemarin kita mengalami kelangkaan Oksigen dan itu berkat kerjasama kita dengan Konsulat Malaysia, tak lebih 24 jam kita sudah bisa mendatangkan oksigen bagi masyarakat yang membutuhkan,” ujar Sutarmidji.
Turut hadir dalam acara penyerahan bantuan ini, Pimpinan Konsulat Malaysia, Azizul Zekri Bin Abd Rahim, yang juga menegaskan pentingnya sinergi antara kedua negara dalam menghadapi perubahan cuaca yang dapat memicu Karhutla.
Ia menjelaskan bahwa fenomena seperti El Nino dapat memiliki dampak serius tidak hanya di Kalimantan Barat, tetapi juga di beberapa negara termasuk Malaysia.
“Pada hari ini, kita menyerahkan mesin pompa air sebagai bentuk sinergi kita, baik dari Pemerintah Malaysia bersama Indonesia, khususnya di Kalbar, untuk mengantisipasi perubahan cuaca seperti fenomena El Nino yang dapat menyebabkan Karhutla. Peristiwa ini tidak hanya terjadi di Kalbar, melainkan juga berdampak pada beberapa negara, bahkan Malaysia sendiri,” jelas Azizul Zekri.
Hadir dalam acara tersebut adalah juga Kepala Kantor Basarnas Kelas A Pontianak serta jajaran Kepala Perangkat Daerah Provinsi Kalimantan Barat.
Penyerahan bantuan ini menjadi simbol kerjasama dan hubungan diplomatik yang erat antara Indonesia dan Malaysia, menggarisbawahi pentingnya bersatu untuk mengatasi tantangan lingkungan bersama.



